Seseorang laki-laki dengan kaos putih oversize dibalut bomber berwarna navy dan celana levis robek-robek dibagian lutut serta sepatu kets dan topi menghiasi penampilan nya. Sambil menarik koper kearah luar bandara.
Bibirnya mengukir senyuman ketika melihat seorang perempuan yang berpakaian serba hitam dengan membawa tas punggung beserta memegang kamera kesayangan nya sedang bersandar di luar mobil.
Perempuan itu mengunyah permen karet dan terkadang membuat balon dari permen karet yang dimakan nya. Laki-laki itu menghampiri dan mencolek pipi wanita tersebut.
“Eh..” Ucap Bintang.
“Mana Bulan ?” Laki-laki itu bersuara.
“Lo mau mati di tangan Bulan ?” Tanya Bintang.
“Masih dilema antara milih gue atau Bulan ya ? Masih bingung penting yang mana ?” Tanya laki-laki tersebut.
Bintang memutar bola mata nya malas dan melemparkan kunci mobil nya kepada laki-laki tersebut.
***
Drrt…Drrtt.. Ponsel Daren dan Karel bergetar secara bersamaan menandakan ada pesan masuk. Mereka sekarang berada di kantin dan Bulan sedang pergi memesan makanan. Mereka secara bersamaan memeriksa ponsel masing-masing dan saling berpandangan.
'Raka Datang !!! Merindukan gue, hmm ?'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Seperti itu isi pesan nya, didalam pesan itu juga terdapat foto seseorang yang sedang memegang kamera nya. Perempuan di dalam foto itu tidak lain adalah Bintang.
“Kenapa wajah lo pada tegang ? Nahan sakit perut ?” Tanya Bulan yang tiba-tiba muncul.
“Iya lagi nahan boker, pas lihat muka lo jadi malah pengen boker.” Celetuk Daren yang sadar akan situasi nya.
“Ampas tahu lo !!!” Ucap Bulan menoyor kepala Daren.
“Gue bolos aja kali ya ? Gue khawatir sama keadaan Bintang, dia pasti sendirian dirumah. Ada sih Bi Inem dirumah, tapi kalau pekerjaan nya sudah selesai kan langsung pulang.” Ucap Bulan.
“Lo mau Bintang ngamuk kalau tahu lo bolos ?” Tanya Daren.
“Ah iya juga ya…” Jawab Bulan.
“Gue pergi dulu, ada urusan OSIS.” Ucap Karel langsung berdiri meninggalkan mereka.
“Kan udah lengser jabatan ?” Bingung Bulan.
“Suka-suka Karel dong, Karel kan mengabdi kepada bangsa dan Negara.” Jawab Daren.
“Apa hubungan nya ampas !!!” Protes Bulan.
***
“Seperti biasa… Karya seorang Bintang pasti selalu luar biasa.” Ucap Raka sambil melihat-lihat foto yang ada di kamera Bintang.