"CHAPTER 30 : MEMULAI DRAMA"

90 8 0
                                        

Sinar matahari menyinari lewat sela-sela tirai di kamar Raka, Raka mengerjapkan mata nya dan meregangkan otor nya. Kepala Raka terasa sakit, Raka di kurung di kamar nya karena ingin melakukan press confress sendiri. Raka ingin menyangkal hubungan nya dengan Bintang. Tetapi usaha Raka gagal, karena tante nya mengunci kamar nya semalaman.
Raka langsung membuka ponsel nya, berita tentang diri nya masih menjadi trending topic padahal sudah 2 hari berlalu. Banyak komentar jahat untuk Bintang,banyak fans Raka yang tidak menyukai kabar tersebut.

"Apa gue harus memulai drama ini ?" Batin Raka.

(Flashback On)

"RAKA !!! Kamu jangan bertindak gegabah !!" Teriak Zora.

"Kalian semua yang bertindak gegabah, kalian nggak mikir gimana kondisi Bintang ?!" Bentak Raka.

"Tante tahu, tapi kita ikuti saja alur nya oke ? Anggap saja kamu sedang mendapatkan tawaran berakting." Ucap Zora.

"Nggak segampang itu tante, kalian kenapa sih ?! Mau menaikan saham atau mau menghancurkan kehidupan Bintang ?!" Bentak Raka.

Raka mengambil jaket nya dan kunci mobil nya, berjalan menuju pintu apartemen nya. Lalu beberapa orang yang bersama Zora menahan tubuh Raka. Mereka menggendong tubuh Raka layak nya karung.

"LEPASIN GUE !!! SIALAN KALIAN SEMUA !!!!" Teriak Raka.

"Maafin tante... Raka, tante harus membuat image kamu bagus. Mereka pasti mengira yang tidak-tidak saat kamu membawa Bin tang ke hotel saat itu." Batin Zora.

(Flashback Off)

Pintu kamar Raka terbuka perlahan, menampilkan seorang gadis yang sangat familiar.

"Nih makan." Ucap Bintang sambil memberikan kantong plastik yang berisi nasi kotak.

"Lo kok cepat banget keluar dari rumah sakit ?" Tanya Raka.

"Ngapain lama-lama, gue nggak kumat lagi kok." Jawab Bintang.

"Kita masih bisa menyangkal berita yang beredar, gue bakalan mikirin cara---" Ucap Raka.

"Jalani aja dulu, gue udah terlanjur masuk ke dalam drama nya. Gue nggak masalah." Ucap Bintang.

"Lo yakin ?" Tanya Raka.

"Gue yakin." Jawab Bintang.

***

Bintang masuk ke dalam kamar nya, bersiap untuk melepas penat nya. Tapi gadis itu di kejutkan oleh seseorang yang sedang duduk di ranjang nya.

"Lo pacaran sama Raka ?" Tanya Bulan.

"Lagi proses." Jawab Bintang seadanya.

"Gimana perasaan lo sama Karel ?" Tanya Bulan.

"Biasa aja." Jawab Bintang.

"Kalau biasa aja, kenapa lo masih pakai kalung pemberian nya ?";Tanya Bulan.

"Jadi gue harus buang ?" Tanya Bintang.

"Kayak lo harus punya waktu buat memikirkan perasaan lo sebenarnya." Ucap Bulan.

Bulan berdiri dan mengelus puncak kepala kembaranya tersebut, lalu memeluk erat tubuh Bintang.

"Jangan kayak dulu lagi, lo bilang gue harus membuka impian baru gue. Sekarang saat nya lo harus membuka perasaan lo yang sebenarnya." Ucap Bulan.

Badan Bulan sedikit bergetar, baju yang di pakai oleh Bulan terlihat basah karena air mata Bintang. Bulan terus mendekap erat kembaran nya tersebut sembari memberi kekuatan kepada kembaran nya.

***

Raka terus menggenggam tangan Bintang dengan erat, membawa Bintang menuju perusahaan majalah fashion yang sudah tidak asing lagi. Pandangan orang-orang terus tertuju kepada mereka berdua, banyak juga yang berbisik-bisik tentang diri mereka. Tetapi sebisa mungkin mereka tidak menghiraukan pandangan orang lain.

"Hey model yang sedang terkenal"
Raka menoleh ke arah suara tersebut, begitu juga dengan Bintang. Gadis yang memanggil tersebut perlahan berjalan menuju mereka berdua sambil mengemut lolliopnya.

"Nala ?" Tanya Raka.

"Masih ingat lo ?" Tanya Nala.

"Kenapa lo disini ?" Tanya Raka.

"Gue perancang busana, gue di kontrak dengan perusahaan majalah fashion ini."

"Kebetulan banget ya, gue juga kerja sama di sini. Lebih tepat nya kita berdua." Ucap Raka.

"Bukan kebetulan, tapi takdir. Iya kan, Bintang." Ucap Nala.

Bintang sedikit terkejut, ternyata gadis ini masih mengingat nya. Apa gadis ini menyimpan dendam kepada Bintang karena telah menghancurkan kencan nya bersama Raka.

"Oh iya, lo kenal sama Alana ? Dia model di agensi yang sama dengan lo." Ucap Nala.

"Kenal." Jawab Raka.

"Awasi penyihir tersebut, karena dia terobsesi sama lo. Mungkin dia akan menggila karena kalian mengumumkan hubungan kalian ke media." Ucap Nala.
Nala berbalik dan ingin meninggalkan Bintang dan Raka, tetapi langkah nya berhenti dan berbalik lagi menuju ke arah Bintang dan Raka. Lalu kepala nya sedikit menunduk dan membisikan sesuatu.

"Semoga lancar drama nya." Bisik Nala lalu tersenyum manis.

Nala melambaikan kedua tangan nya, lalu pergi meninggalkan Raka dan Bintang. Raka dan Bintang hanya terdiam di tempat mereka berdiri sekarang.

[To Be Continue]

BINTANG & BULAN [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang