Kita Comeback (4)
Raka Alaska : Basket yuk gaez.
Daren Valentino : Gegayaan lo ampas.
Bulan Putra Angkasa : Kuy lah, tapi habis menjemput ayang tercinta.
Raka Alaska : Bucin panutanQ
Daren Valentino : Hidup Bucin !!!
Bulan Putra Angkasa : Jomblo sirik aja lo.
Raka Alaska : Gue ? Jomblo ?
Bulan Putra Angkasa : Apa lo ? Mau apa lo ?!
Raka Alaska : Kagaaaaa !!!
Daren Valentino : Langsung culik Karel aja.
Bulan Putra Angkasa : Kalau ngamuk gimana ?
Raka Alaska : Masukan ke peti kemas. Gampang aja.
Karel Fernando : Tempat biasa kan.
Daren Valentino : Terkejod hamba gaez
Raka Alaska : Kaget banget gue.
Bulan Putra Angkasa : W O W
Bulan tersenyum melihat isi grup nya, akhirnya Karel mulai muncul lagi. Bulan sebenarnya khawatir saat Bintang bilang untuk menjaga Karel. Sekarang Bulan sedang ada di depan rumah sakit jiwa tempat Shasa berkerja.
“Lama ya Lan ?” Tanya Shasa yang terlihat terengah-engah memasuki mobil Bulan.
“Nggak kok, kamu mau kemana ?” Tanya Bulan.
“Kerumah kamu aja, aku nginap di rumah kamu.” Jawab Shasa.
“Ngapain ? Kita belum SAH.” Ucap Bulan.
“Hah ? Aku ada janji sama Bintang, maka nya aku nginap di rumah kamu. Apaan sih kamu.” Ucap Shasa.
“Oh…Kirain, terkejut aku nya.” Bulan terkekeh pelan.
***
Bola basket dan cemilan berserakan di lapangan basket komplek nya Bulan, awal nya mereka ingin bermain basket. Tapi yang terjadi mereka malah sibuk memperbaiki penampilan Karel. Raka dengan telaten mencukur kumis tipis dan jenggot tipis yang ada pada wajah Karel, sedangkan Daren memegang cermin yang di ambil nya dari kamar Bintang sebelum diri nya ke lapangan basket. Bulan hanya asik menonton kelakuan para sahabat nya sambil memakan cemilan nya.
“Kapan lagi lo Rel di cukurin sama model terkenal.” Raka membanggakan diri nya.
“Kapan lagi pemilik restoran terkenal megangin cermin buat lo.” Ucap Daren.
“Kapan lagi dokter ganteng kayak gue memandang wajah lo penuh cinta ?” Tanya Bulan.
Karel hanya diam di tempat nya tanpa mengeluarkan kata-kata.
“Jangan berkerja terlalu keras Rel, lo sudah dapat semua yang lo mau kan ? Jadi santai aja.” Celetuk Raka.
“Ada satu yang belum gue dapat.” Jawab Karel.
Bulan langsung mengalihkan pandangan nya, seperti tahu apa yang di rasakan oleh Karel.
“Nanti juga dapat, belum saat nya aja.” Ucap Raka pelan.
Bulan dan Karel melirik Raka sebentar dan kembali ke pandangan mereka masing-masing.
“Basket woy basket, malah main salon-salonan.” Ucap Daren memecah keheningan.
Mereka berempat pun beranjak dari duduk nya dan bersiap untuk bermain basket seperti yang di janji kan.
***
“Sha ?” Tanya Bintang.
Shasa langsung memandang ke arah Bintang dengan tatapan penuh tanya.
“Cinta pertama lo Bulan ya ?” Tanya Bintang.
“Bukan.” Jawab Shasa.
“Terus siapa ?” Tanya Bintang.
“Karel.” Jawab Shasa.
Tubuh Bintang membeku mendengar jawaban dari Shasa, dengan mudah nya Shasa menjawab dengan cepat tanpa berpikir.
“Terus kenapa lo terima cinta Bulan ? Karena kasihan ?” Tanya Bintang.
“Karena perasaan telah berubah.” Jawab Shasa.
“Tapi cinta pertama kan susah dilupakan.” Ucap Bintang.
“Siapa yang melupakan ? Perasaan ku hanya telah berubah, kadang kita merasa jika kita terjebak oleh cinta pertama. Kita akan sulit membuka perasaan untuk orang lain, tapi seiring berjalan nya waktu, kita mungkin saja tanpa sadar memiliki perasaan yang lain. Aku tidak menyuruh Bintang untuk melupakan cinta pertama Bintang. Hanya saja Bintang mungkin belum sadar bahwa perasaan Bintang telah berubah.” Jelas Shasa.
“Ini bukan tentang gue kok.” Ucap Bintang.
“Aku nggak nyindir kamu, itu kan perumpaan.” Jawab Shasa sambil tersenyum manis.
Bintang hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal, dia hanya bingung.
***
Karel dan Raka tidur terlentang di lapangan basket. Peluh terus bercucuran dari wajah mereka, nafas mereka terengah-engah. Daren dan Bulan sedang pergi membelikan minuman.
Mata mereka berdua menatap lurus langit malam yang bertabur Bintang dan disinari oleh rembulan.
“Semakin gue berpikir jarak gue sudah dekat, ternyata jarak gue semakin menjauh.” Ucap Karel.
Raka menoleh menatap Karel yang masih fokus kepada langit malam. Karel merogoh saku celana dan melempar benda persegi tersebut ke arah Raka, dengan sigap Raka menangkap benda tersebut.
“Buat dia bahagia.” Ucap Karel.
[To Be Continue]
KAMU SEDANG MEMBACA
BINTANG & BULAN [COMPLETE]
Teen Fiction"Bintang tidak selalu terang, Bintang juga bisa redup." -Bintang Putri Angkasa- "Bulan tidak selalu lingkaran sempurna, Bulan juga tidak semulus yang terlihat." -Bulan Putra Angkasa- ©2018 Cover by Pinterest + Edit by Storychic
![BINTANG & BULAN [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/137260461-64-k111250.jpg)