Bintang dengan telaten menjalani pekerjaan nya, semua orang di studio sangat sibuk karena akan ada peluncuran brand baru dari majalah fashion I GREAT, semua orang terlihat sibuk melakukan pekerjaan mereka.
Karel sudah kembali bekerja, maka dari itu mereka berkerja keras untuk menyelesaikan proyek ini. Teriak-teriakan dari para staff menghiasi pekerjaan mereka.
“Break 30 Menit !!!”
Semua meletakan semua pekerjaan mereka dan bersiap-siap ke kantin perusahaan I GREAT, tetapi Bintang hanya berdiam diri di sofa sambil memegang kamera nya.
“Ayo kita istirahat.” Ucap Raka.
Bintang menggeleng malas.
“Semenjak dari rumah Karel waktu itu, lo mulai menjauh dari Karel gue lihat.” Ucap Raka.
“Perasaan lo aja.” Jawab Bintang.
“Bukan perasaan gue, waktu kita ngumpul di restoran Daren. Lo tiba-tiba pergi pas Karel datang.” Ucap Raka.
“Gue nggak apa-apa, lagipula kita udah mau nikah kan. Kalau gue dekat-dekat Karel, nanti banyak wartawan bikin cerita yang aneh-aneh lagi.” Jawab Bintang.
“Besok kita fitting gaun ya.” Ucap Raka.
Bintang hanya mengangguk tanda setuju.
“Gue belikan makan aja ya, kita makan disini.” Ucap Raka.
Bintang kembali mengangguk dan Raka mengusap puncak kepala Bintang.
***
Kepala Bulan muncul dari balik pintu kamar Bintang, menatap Bintang yang duduk di ranjang nya sambil melihat-lihat isi kamera nya.
“Woy !!” Panggil Bulan.
Bintang mendongak dan mendapati Bulan yang ada di ambang pintu.
“Ikut ngumpul nggak ? Ada menu baru di restoran Daren.” Ucap Bulan.
Bintang menggelengkan kepala nya dan kembali fokus ke kamera nya.
“Nggak ada Karel kok.” Celetuk Bulan.
Bintang langsung menatap Bulan, sedangkan Bulan hanya terkekeh pelan dan berjalan menuju ranjang kembaran kesayangan nya tersebut.
“Lo pasti mau tanya, gue tahu dari mana kan ?” Tanya Bulan.
“Jangan remehkan firasat Bulan, lo menghindari Karel kan ?” Lanjut Bulan.
Bintang akhir nya menyerah dan mulai membagi cerita nya ke Bulan. Sampai kapan pun di sembunyikan dari Bulan, Bulan pasti mengetahui nya.
“Gue cuma… Merasa bersalah mungkin.” Ucap Bintang.
“Atau lo nya yang belum siap kehilangan Karel.” Ucap Bulan.
“Apaan sih lo ?” Tanya Bintang.
“Sebenarnya hari itu, gue nggak sengaja menguping pembicaraan lo berdua. Habis nya gue penasaran, gue diam aja karena menunggu lo cerita sama gue.” Ucap Bulan sambil terkekeh pelan.
“Gue masih bingung. Jadi lebih baik gue menghindar kan ?” Tanya Bintang.
“Sampai kapan menghindarnya ?” Tanya Bulan.
Bintang menunduk lesu dan memikirkan perkataan Bulan, Bulan ada benar nya. Sampai kapan dia menghindari terus ? Kenapa dia selalu membuat masalah sendiri. Bintang benar-benar bingung harus melakukan apa.
“Sudah, hadapi aja. Lo bukan abg labil lagi.” Ucap Bulan sambil mengelus puncak kepala Bintang.
[To Be Continue]
KAMU SEDANG MEMBACA
BINTANG & BULAN [COMPLETE]
Fiksi Remaja"Bintang tidak selalu terang, Bintang juga bisa redup." -Bintang Putri Angkasa- "Bulan tidak selalu lingkaran sempurna, Bulan juga tidak semulus yang terlihat." -Bulan Putra Angkasa- ©2018 Cover by Pinterest + Edit by Storychic
![BINTANG & BULAN [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/137260461-64-k111250.jpg)