"CHAPTER 39 : KAREL - BINTANG - RAKA"

152 10 1
                                        

Hari yang ditunggu-tunggu akhir nya datang juga, selama berhari-hari menyiapkan semua nya. Hari ini akan menjadi hari yang bahagia untuk Raka dan Bintang. Seluruh kerabat dan teman-teman berkumpul. Beberapa wartawan juga tidak luput dari pandangan.

“Jangan nangis ya Lan.” Bujuk Shasa.

“Gue yang mau nikah, kenapa jadi lo yang nangis ? Keluar lo sana. Awas sampai teriak tidak SAH ya lo” Ucap Bintang.

“Iya-iya, ini gue keluar.” Ucap Bulan dengan suara parau, mungkin sudah 3 jam Bulan menangis tidak karuan.

Bulan keluar dari ruangan tempat Bintang mengganti pakaian nya, mereka sekarang berada di gedung pernikahan.

“Ngapain lo di sini ?” Tanya Bulan.

“Mau lihat calon istri.” Jawab Raka.

“Nanti-nanti… Sana lo…” Ucap Bulan.

“Pelit lo ampas.” Celetuk Raka.

***

Seseorang gadis dengan tergesa-gesa keluar dari mobil nya dan berlari menyusuri bandara, mencari seseorang. Gadis itu hanya menggunakan sandal jepit, tetapi pakaian nya benar-benar membuat geleng-geleng kepala. Gadis itu memakai rok batik dan kebaya berwarna putih, kepala nya masih dihiasi sebuah konde.

“Bintang ?”

Bintang langsung berbalik mendengar nama nya di panggil, Bintang berlari ke arah orang yang memanggil nama nya dan memeluk erat tubuh laki-laki tersebut. Air mata Bintang terus mengalir membasahi hoddie lelaki tersebut.

“Jangan pergi… hiks hiks…. Gue mau lo tetap disini…hiks…” Ucap Bintang sambil sesengukan.

“Lo kabur dari pernikahan ?”
Bintang hanya mengangguk pelan dan tidak ingin melepaskan pelukan nya dari Karel.

(Flashback On)

“Gue mau membatalkan pernikahan gue.” Ucap Raka.

“Lo gila ? Besok lo udah mau nikah. Lo mau bikin Bintang sakit ? Gila ya lo !!!” Bentak Bulan.

“Lo sendiri juga tahu, perasaan Bintang sudah berubah. Lo mau dia menyesal di kemudian hari ?” Tanya Raka.

“Lo sendiri gimana ?” Tanya Bulan.

“Mungkin terdengar klise, gue bahagia kalau Bintang bahagia. Tapi batas gue cukup sampai sini, Kali ini bukan gue yang dipilih Bintang, kali ini orang yang menjaga dan mencintai Bintang dalam diam yang akan dipilih Bintang. Kali ini gue akui, gue kalah untuk mendapatkan hati Bintang. Gue memang pemenang pertama untuk Bintang, tapi Karel adalah pemenang terakhir untuk hati Bintang.” Jelas Raka.

“Apa yang bisa gue bantu ?” Tanya Bulan.

“Tahan ayah lo, kali ini kita yang akan turun tangan.” Jawab Raka.

Bulan langsung memeluk Raka, menepuk pelan punggung Raka. Menyalurkan kekuatan nya.

“Jangan sedih gitu lo ampas.” Ledek Raka.

Bulan langsung mendorong tubuh Raka dan memukul punggung Raka berkali-kali. Raka hanya terkekeh pelan.

***

“Ngapain lo di sini ?” Tanya Bulan.

“Mau lihat calon istri.” Jawab Raka.

“Nanti-nanti… Sana lo…” Ucap Bulan.

“Pelit lo ampas.” Celetuk Raka.

“Cepetan suruh Bintang kabur.” Ucap Bulan.

BINTANG & BULAN [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang