"CHAPTER 2 : EMOSI"

376 23 2
                                        

Bintang menelusuri lorong yang ada di sekolah nya, sebenarnya Bintang selalu malas untuk ke sekolah tapi dia harus. Menjadi anti sosial itu sebenarnya sulit, tapi siapa yang harus di percaya oleh Bintang ? Bintang hanya malas untuk mencari teman, jika pada akhir nya semua nya hanya pertemanan nya palsu. Bintang masih memiliki ayah dan Bulan yang sangat menyayangi nya, jadi untuk apa Bintang memiliki teman ?

“Cantik sih, tapi sayang nya nakal.”

“Malu-maluin kembaran nya aja, kasihan sama Bulan punya kembaran kayak Bintang.”

Bintang  mengepalkan tangan nya kuat, Bintang hanya ingin tenang sehari saja tanpa berkelahi dengan teman satu sekolah nya. Teman ? Apakah bisa disebut teman ? Ingin rasa nya Bintang tertawa mendengar kata teman.

“Padahal punya telinga, tapi pura-pura tuli. Hahahaaha…”

Bintang sudah tidak tahan lagi dan langsung berbalik melempar tas nya kearah orang yang mengejek nya.
Bintang mencengkram kerah seragam gadis yang mengejek nya tersebut.

“Punya nyali juga lo ngomongin hidup gue didepan gue. Bagus sih nggak ngomongin di belakang. Tapi kalau punya mulut itu, jangan ngomongin yang jelek terus dong. Kayak nya perlu dijahit ini mulut lo !” Ucap Bintang.

“Se…Sak…Lep..as…Nggak !”

Teman-teman gadis tersebut semua mundur ketakutan karena melihat amarah Bintang, seharusnya mereka tidak macam-macam terhadap Bintang.

“Ah… Gue tahu, lo Maya kan ? Yang selalu kalah saing sama gue dari SMP dalam hal dapatin cowok yang lo taksir ?” Tanya Bintang dengan sinis dan terus mencengkram kerah gadis tersebut.

“Bintang !!! Lepasin dia, kamu bisa masuk ruang BK lagi.”

Bintang menoleh dan melihat kedatangan seorang gadis lagi, Bintang memutar bola mata nya malas dan mendorong Maya ke dinding. Lalu mendorong gadis yang akan melerai perkelahian antara Bintang dan Maya sampai terjatuh ke lantai.

“Bintang !!! Lo ikut gue sekarang ke ruang BK !” Laki-laki itu terdengar marah dan menarik tangan Bintang.

Bintang yang kesal dengan perilaku laki-laki itu langsung menarik kembali tangan nya.

“Ketua Osis dan Wakil Ketua Osis ? Lucu banget kayak drama. Urusin pacar lo, mungkin ada yang lecet habis gue dorong sampai jatuh.” Ucap Bintang sinis.

***

Bintang memilih bolos ke rooftop sekolah, rooftop sekolah seperti sebuah gudang. Banyak tumpukan kursi dan meja, lemari, dan barang-barang bekas lain nya. Bintang menghela nafas nya dan duduk di sofa usang di antara tumpukan kursi dan memandang langit dan matahari yang menyinari nya.

Langit dan Matahari ya ? Itu nama kedua orang tua Bintang, Bintang tersenyum lirih. Bintang terlahir sebagai gadis yang baik-baik, tapi karena sebuah pengkhianatan. Tiba-tiba semua nya hancur dengan hitungan detik.

“Bunda… Bintang sangat merindukan Bunda.” Batin Bintang.

Bintang berbaring di sofa sambil memejamkan mata nya dan menghela nafas kasar lagi jika mengingat masa lalu nya. Bintang mengerutkan kening nya, dahi nya terasa dingin. Ternyata Bulan menempelkan minuman dingin.

“Kenapa bolos kakak ku sayang ?” Tanya Bulan.

“Bosan sama pelajaran nya.” Jawab Bintang sambil meminum minuman yang diberikan Bulan.

“Gue tahu kok lo tadi berantem sama Maya, lo nggak apa-apa ? nggak luka kan ?” Tanya Bulan sambil menggenggam tangan kembaran nya tersebut.

“Berisik lo !!! Gue malas kalau ingat wajah Maya. Pusing gue. Gue pasti masuk BK lagi. Lo jangan muncul di ruang BK lagi ! Jangan sok jadi pahlawan, gue nggak suka !” Jelas Bintang.

“Bintang… Jangan bikin masalah lagi ya ? Gue khawatir sama lo.” Ucap Bulan.

“Assalamualaikum wahai para kesayangan nya Daren !!!” Teriak Daren sambil membawa makanan.

“Ah…Kenapa lo bilang Daren sih ?” Tanya Bintang memandang malas.

“Tenang bos, kali ini Karel nggak ikutan. Jadi lo nggak bakalan perang.” Ucap Daren.

“Karel dimana ?” Tanya Bulan.

“Langsung ke UKS, mau lihat keadaan kekasih tercinta dong… Kan Shasa terluka karena bos ku yang sadis ini.” Ucap Daren.

“Lebay banget sih, Cuma di dorong gitu aja, masih untung gak gue dorong dari atas rooftop.” Ucap Bintang.

Bulan dan Daren menatap ke arah wajah Bintang. Mereka berdua terkejut dengan ucapan Bintang.

“Wah… Kembaran lo gila apa ya ?” Tanya Daren.

“Kok gue ngeri ya ?” Tanya Bulan.
Bintang menatap mereka berdua dengan tatapan malas dan melanjutkan makan nya tanpa mau melanjutkan percakapan dengan mereka.

***

“Udah rel, aku nggak apa-apa kok. Mending kamu minta maaf sama Bintang.” Ucap Shasa.

Karel tidak mendengarkan ucapan Shasa dan terus memeriksa keadaan Shasa, lalu Karel melihat sesuatu yang aneh di bagian belakang leher Shasa yang tertutupi rambut.

“Sha… Ini kenapa lebam ? Bukan luka dari Bintang kan ?” Tanya Karel.

“Bukan, udah biarain aja.” Jawab Shasa.

“Sha ! Dia lagi kan ?!” Bentak Karel.
Shasa hanya menunduk dan memegang tangan Karel lalu menatap mata Karel lalu Shasa hanya menghela nafas nya.”

“Kali ini biarin aja ya ? hmm ?” Tawar Shasa.

Karel menghela nafas dan mengangguk tanda setuju.

[To Be Continue 💕]

BINTANG & BULAN [COMPLETE]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang