Baru kali Bintang berfikir keras untuk hal yang sepele, Bintang benar-benar bingung apa yang terjadi dengan nya. Bintang terus memandang mata kalung tersebut, sebenarnya Bintang sangat menyukai kalung tersebut. Tapi semua nya terasa sangat aneh, lalu Bintang menatap Shasa yang sedang menulis di papan tulis karena Shasa adalah sekertaris kelas. Sejak lama Shasa sudah tidak menjabat OSIS lagi, jadi Shasa hanya sibuk di kelas.
"Seharusnya buat Shasa kan ? Apa Karel sudah beri Shasa kenang-kenangan juga ? Kok lo jadi bodoh gini ? Yaiyalah Shasa pasti di beri." Batin Bintang.
"Tukk...Tukk..."
Bintang tersentak dengan kehadiran Shasa yang mengetuk pelan meja Bintang, mata Shasa mengarah ke kalung yang di pegang Shasa.
"Tulis soal nya Bintang, jangan melamun." Ucap Shasa.
"Iya, Sha." Jawab Bintang.
"Bagus ya kalung dari Karel." Celetuk Shasa.
"Bukan dari Karel." Jawab Bintang cepat.
"Kok bukan sih ? Karel udah lama punya kalung kayak gini." Ucap Shasa.
"Hah ?" Bintang benar-benar terkejut lagi dan lagi.
Pikiran Bintang kacau, dia benar-benar bingung dengan sepasang kekasih ini. Kenapa kalau Karel sudah lama punya kalung ini, tapi nggak di beri ke Shasa aja ? Dan juga Shasa nggak mau apa di beri kalung kayak gini.
"Lah ? Kenapa gue bingung ? Mungkin ini sebagai permintaan maaf kali ya." Batin Bintang.
***
Langit malam yang terang menyinari perjalanan Bintang, sekarang Bintang sedang menemani Raka untuk jalan-jalan. Sangat sulit berjalan-jalan dengan Raka disaat populeritas Raka sedang meningkat seperti ini, sebenarnya Bintang malas bertemu Raka. Tapi Raka terus merengek untuk bertemu/
"Nih..." Raka memberikan headphone untuk Bintang.
"Kenapa hari ini banyak banget yang beri gue barang-barang ? Kan gue nggak ulang tahun." Ucap Bintang.
"Di pakai ya, jangan di buang." Ucap Raka.
"Lo mau pergi jauh kayak Karel ?" Tanya Bintang.
"Karel mau kemana ?" Tanya Raka.
"Lo belum di kasi tahu ?" Tanya Bintang balik.
Raka hanya menggeleng dan mata nya menatap leher Bintang bingung.
"Kalung baru ?" Tanya Raka.
"Dari Karel." Jawab Bintang.
"Karel mau kemana sih ?" Tanya Raka.
"Tanya sendiri aja sana, lo kan sahabat nya." Jawab Bintang.
"Pelit lo." Gerutu Raka.
***
Mata Bulan terus fokus menatap setiap gerak-gerik Bintang yang baru kembali dari jalan-jalan bersama Raka. Bulan mengikuti Bintang sampai ke kamar nya dan duduk di ranjang Bintang. Melihat setiap gerak-gerik Bintang tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
"Balik badan lo, mau ganti baju." Ucap Bintang.
Bulan langsung membalik badannya dan menatap tirai yang menutup jendela kamar Bintang.
"Lo nggak apa-apa jalan-jalan sama Raka ?" Tanya Bulan.
"Hhhmm." Jawab Bintang.
"Kan banyak fans Raka sekarang, kalau ketemu wartawan gosip gimana ? Lo nggak apa-apa ?" Tanya Bulan.
"Hhhmm." Jawab Bintang.
"Kalau ketemu fans anarkis nya Raka, lo mungkin bakalan terluka. Lo nggak apa-apa ?" Tanya Bulan.
"Hhhmm." Jawab Bintang.
"Kalau dia ada jadwal gimana ? Lo nggak di marahin perusahaan nya Raka ?" Tanya Bulan.
"Hhhmm." Jawab Bintang.
"Kenapa harus berdua ? Kenapa nggak ajak gue ?" Tanya Bulan.
"Gue sudah selesai ganti baju." Jawab Bintang.
Bulan langsung berbalik dan menatap Bintang cemberut, Bintang langsung menepuk kening Bulan. Bulan semakin cemberut, Bintang langsung memberikan mainan robot dari dalam tas nya.
"Dari Raka, kata nya mainan lo rusak karena lo pukulin ke hidung Raka." Ucap Bintang.
"Wah benar-benar si Raka, masih dendam sama gue kayak nya." Ucap Bulan
"Lo kali yang dendam sama Raka ?" Tanya Bintang.
"Sudah baikan kali." Jawab Bulan.
"Terus kenapa lo masih overprotektif sama gue kalau dekat-dekat sama Raka ?" Tanya Bintang.
"Gue khawatir loh ya, gue takut kejadian lagi kayak dulu." Jawab Bulan.
"Jangan-jangan lo sister complex kayak yang di bilang sama Daren ?" Tanya Bintang.
" Ya nggak lah ! Lo tahu sendiri kan gue suka sama siapa, tapi sayang kalah start." Jawab Bulan.
"Sana, tidur." Ucap Bintang.
Bulan kembali cemberut tapi tetap menuruti apa yang di suruh Bintang, mata nya sekilas memandang kalung yang di pakai Bintang dan langsung berjalan ke arah pintu kamar Bintang.
"Kayak kenal kalung punya siapa." Batin Bulan.
[To Be Continue]
KAMU SEDANG MEMBACA
BINTANG & BULAN [COMPLETE]
Novela Juvenil"Bintang tidak selalu terang, Bintang juga bisa redup." -Bintang Putri Angkasa- "Bulan tidak selalu lingkaran sempurna, Bulan juga tidak semulus yang terlihat." -Bulan Putra Angkasa- ©2018 Cover by Pinterest + Edit by Storychic
![BINTANG & BULAN [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/137260461-64-k111250.jpg)