Setiap lembarannya ingin aku sembunyikan, ini terlalu menyakitkan jika dirasa.
🌸Ariellea Mahardika🌸
Lembaran 8
Langkahku terhenti, melihat kak Kegan yang berjalan kearahku. Bukannya geer atau tingkat kepercayaan diriku menjadi naik beberapa level tapi dilihat dari tatapan matanya, memang tertuju kearahku dan aku malas berhadapan dengannya.Maka yang aku lakukan pura-pura tidak melihatnya dan berbalik arah.
"Ariel!" Panggilnya mengintrupsi membuatku meringis dan terpaksa berbalik.
"Kenapa manggil aku kak?" Tanyaku mencicit.
Ia berdiri menjulang dihadapanku membuatku mendongkak. Memang dasar anak basket, tingginya diatas rata-rata.
"Lo sekarang pacar gue, jadi lo pulang sama gue." Katanya lalu berbalik berjalan lebih dulu meninggalkanku.
Aku hanya bisa meringis dan pasrah mengikutinya dari belakang. Menatap punggung lebarnya yang tegap. Langkahnya lebar dan pasti. Bahkan sampai menarik perhatian beberapa siswi.
Ketika akan melewati kelas kak Tiana, dia sudah berdiri diambang pintu menyambut kedatangan kak Kegan. Namun cowok itu berjalan melewati kak Tiana begitu saja membuatku melongo. Dia pasti benar-benar marah.
"Kegan kok kamu gak nungguin aku?" Rengek kak Tiana menyusul langkah lebar kak Kegan.
"Ngapain nungguin kamu?"
"Loh, kan buat pulang bareng."
Kak Kegan menghentikan langkahnya.
"Kamu lupa ya? Aku ini pacarnya Ariel, dan bakal pulang sama dia." Katanya lalu menunjukku dengan dagu membuat kak Tiana mendengus.
"Tapi Kegan-"
"Jangan lupa hari ini kamu lakuin sesuai janji kamu." Katanya lalu melanjutkan langkahnya.
Aku maupun kak Tiana terpaku melihat sikapnya.
🍃IBYB🍃
"Turun!" Perintahnya ketika ia tengah membuka helm. Aku dengan susah payah turun dari motor besarnya dan melepaskan helm yang aku pakai.
Mendongkak untuk melihat nama kafe yang belum pernah aku masuki. Well, aku jarang keluar untuk sekedar hangout bersama kak Karel atau Ivanka. Selain karena aku lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca novel. Aku juga tidak ingin membuat onar tiba-tiba dengan peralihan kepribadianku yang lain.
Kak Kegan melangkahkan kakinya meninggalkanku diparkiran begitu saja. Membuatku mau tidak mau harus menyusulnya. Kami masuk dan mengambil meja yang tidak jauh dari tempat kak Tiana. Aku belum cerita ya, soal kak Kegan mengajakku sebelum pulang untuk menyaksikan kak Tiana memutuskan semua pacarnya.
Kak Kegan menyebutkan menu pada pelayan dan langsung dicatat.
"Lo mau pesen apa?" Tanyanya.
Aku hanya menggeleng.
Aku kan tidak bawa uang, tidak berani memesan dan juga kami hanya singgah sejenak. Tadi saja belum memakan satu menu pesanan kak Kegan sudah beranjak dari kafe setelah melihat kak Tiana keluar. Aku juga bahkan belum mencicipinya.
"Gue yang bayar." Katanya lagi seperti sebelumnya. Tapi aku tetap menggeleng. Mengingat hari ini Mama dan Papa pulang. Pasti asisten rumah tangga akan memasakkan banyak makanan untuk makan malam nanti dan aku akan berpuasa dari sekarang.
Kak Kegan mengendikkan bahu tidak peduli.
"Samain aja mbak semuanya." Putusnya yang diangguki oleh pelayan itu. Pelayan wanita itu kembali mengabsen pesanan kak Kegan untuk memastikan sebelum pergi meninggalkan kami.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]
Teen FictionAriellea Mahardika yang memiliki gangguan Dissociative Identity Disorder atau kepribadian ganda hanya ingin menjalani kehidupannya dengan normal seperti remaja lainnya dan berusaha untuk tidak membuat ulah yang akan menyebabkan beberapa sosok asing...
![I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/154423995-64-k903089.jpg)