Kami tidak gila, hanya saja kami yang seharusnya menyatu, terpisah dan saling tidak mengenal.
🌸Ariellea Mahardika🌸
Lembaran 12
"Kali aja lo kek anak kuliahan bawa binder doang." Celetuk Karel.
Ariel-Dona menggeram, ia lalu menarik binder itu dan membukanya. Dahinya berlipat melihat isi binder itu.
What!?
Matanya terus memicing membaca setiap kalimat dalam tulisan yang berbeda di binder tersebut. Ia menggeleng perlahan, sebelum kembali membuka halaman secara acak dan membaca, hingga pada halaman terakhir percakapan dalam tulisan itu berakhir.
Hey, Jessy.
Sepertinya aku baru tau yang ada didalam diriku bukan hanya aku dan kamu saja, tapi ada lagi, dia menamainya Riella. Kata kakakku dia cengeng. Mungkin menjadi alasan dia gak sadar kalo kita bikin ini.
Ariellea Mahardika
Ada yang selain gue ya? Namanya Riella dan lo baru sadar? Dia sering gak ngambil alih tubuh lo? Mungkin juga bukan cuma gue sama Riella, mungkin ada yang lain. Ah iya, sorry soal masalah yang gue buat dan gue lupa cerita sama lo soal taruhan gue sama Ivanka keburu lo ngambil alih. Btw, gue rada rada gimana gitu sama Tiana dan dia ngambil uang jajan lo hari ini sebagai permintaan maaf kelakuan gue. Tulisan gue jelek kali ini gara gara nulisnya sambil jalan. Takut kek kemarin lagi gak sempet jelasin. Udah, have nice day buat lo deh.
Jessy.
Well, seenggaknya aku berharap Riella bisa diajak kerja sama kek kamu. Oh iya, jadi sekarang kak Kegan resmi jadi pacar pinjaman aku ya? Pokoknya lain kali kamu jangan bikin ulah, yang repot itu aku bukan kamu, belum lagi kita gak tau Riella itu seperti apa.
Oh iya, tadi aku ketemu cowok cakep, pemain basket juga tapi dari sekolah lain. Tahu gak, dia suka baca novel jadul juga loh. Seneng banget, dia muji juga terus dia ngajak kalo kita ketemu lagi mau tukeran koleksi buku novel, dan kalo nanti yang ketemu dia itu kamu, kamu harus nyambung bicara sama dia. Tenang aku udah tulis review dan sinopsis novel yang udah aku baca dibelakang binder ini. Aku tau kamu gak suka baca buku. Ah iya, namanya Vigo.
Ariellea Mahardika
Tangannya bergetar, ingatannya terlempar ketika bertemu dengan cowok bernama Vigo Aksara yang mengaku sudah bertemu dengannya sebelumnya. Benarkah, lalu... Dia sendiri siapa? Ariel kah? Atau... Dona yang selama ini ia tahu.
Ia kembali membuka tasnya, mencari cari bolpoin dengan tangan bergetar ia menuliskan sesuatu dibawah tulisan Ariel.
Lo siapa Ariel? Kalian siapa? Gak mungkin kan gue punya kepribadian ganda? Ini diri gue, gak mungkin kalian ada.
Ia lalu menutup buku itu dengan tangan bergetar. Mengusap wajahnya dengan gusar.
Karel yang memperhatikan gelagat Ariel-Dona gatal untuk tidak bertanya.
"Lo kenapa dek-maksud gue Don?" Tanya Karel hati-hati.
Cewek itu meliriknya sejenak.
"Ariel, Jessy, dan... Riella. Lo tahu siapa mereka?" Tanya Ariel-Dona ragu.
Karel mengerem mobilnya mendadak, menoleh menatapnya.
"Lo udah tahu mereka?" Tanya Karel.
Ariel-Dona membuang nafasnya kasar,
KAMU SEDANG MEMBACA
I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]
Teen FictionAriellea Mahardika yang memiliki gangguan Dissociative Identity Disorder atau kepribadian ganda hanya ingin menjalani kehidupannya dengan normal seperti remaja lainnya dan berusaha untuk tidak membuat ulah yang akan menyebabkan beberapa sosok asing...
![I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/154423995-64-k903089.jpg)