aku juga kerja keras buat dapetin itu, dari awal, dari aku gak bisa, dari aku cuman iri, dari banyaknya kegagalan yang aku dapat
🌸 Ariellea Mahardika 🌸
Lembaran 16
"Lo kek cinderella aja buru-buru mau balik." Cibir kak Kegan ketika aku duduk gelisah.
Taksi online yang kami tumpangi berhenti di depan gerbang rumahku. Entah apa alasan Jessy yang membuat kak Kegan pergi ke mall tanpa membawa motornya hingga kami pulangpun dengan taksi online yang dipesannya. Aku sih senang-senang saja tidak dibawa ngebut dan naik turun susah. Tapi melihat wajah kak Kegan yang terlihat bete membuatku merasa tidak enak.
"Kakak ke sekolah lagi atau langsung pulang?" Tanyaku ketika aku sudah membuka pintu.
"Terus motor gue nginep di sekolah gitu?"
Aku meringis mendengarnya, lebih baik aku buru-buru pamit.
"Kak makasih banyak ya, buat hari ini." Kataku cepat-cepat keluar dan berlari kecil memasuki rumah.
Kak Karel dan Kak Tiana duduk di sofa dengan pakaian mereka yang rapi bersiap untuk pergi keluar.
"Dek, akhirnya lo pulang." Kata kak Karel dengan lega, ia berjalan menghampiriku.
Membuatku teringat dengan semua perkataan kak Kegan sebelum aku diambil alih oleh Jessy.
"Dek, kamu mending mandi terus siap-si-"
"Kak, apa kakak ngerasa aku ngerendahin kakak?"
Dahi kak Karel mengerut tidak mengerti dengan pertanyaanku yang tiba-tiba.
"Maksud lo apa dek?"
Aku menghela napas.
"Aku tahu kak Karel sama kak Tiana bener-bener kerja keras buat dapetin prestasi di bidang kalian masing-masing dan kalian bilang dari awal langkah kalian pada papa dan mama. Lalu aku... Aku seakan tiba-tiba hadir dan berada dipuncak tanpa melihat-"
"Dek maksud lo apa?" Kini kak Tiana bangkit dari duduknya.
Aku memejamkan mataku
"Maksud aku tuh, aku juga dapetin prestasi ini, juga karena aku berusaha keras sama seperti kalian. Bukan karena aku gak bilang dari awal bukan berarti yang aku dapat selama ini gak penting dan mudah aku raih. Nggak kak, aku juga kerja keras buat dapetin itu, dari awal, dari aku gak bisa, dari aku cuman iri, dari banyaknya kegagalan yang aku dapat. Aku marah sama kalian sampai hati kalian berpikir kek gitu sama aku!"
"Gue yang harusnya marah sama lo, Riel!" Seru kak Tiana. "Gue tahu lo pinter dari dulu, sampe temen-temen gue waktu SMP suka sama lo. Mudah buat lo pengen ikut apapun biar lo punya prestasi, punya sertifikat, bikin orangtua bangga. Gak kayak gue sama Karel yang cuman bisa bikin prestasi dibidang non akademik gak bisa keduanya gak kayak lo! Tapi, itu berharga bagi gue sama kak Karel. Makanya gue gak suka denger lo yang tiba-tiba udah ditingkat nasional, ninggalin kita yang dari kelas sepuluh dan baru kesampaian ketika kita udah naik kelas. Lo diem, lo gak bilang, itu yang bikin kita marah!" Seru kak Tiana.
Aku mengatur napasku agar hal yang tidak diinginan tidak terjadi. Aku harus bisa menghadapinya.
"Kalian ini kenapa?" Seru mama berjalan tergopoh-gopoh menghampiri disusul papa. Penampilan mereka juga rapi.
"Ariel tuh ma, gak tahu kenapa dia pulang marah-marah gara-gara kita gak suka dia gak bilang kalo dia lolos debat tingkat nasional." Adu kak Tiana. "Aku sama kak Karel mati-matian biar masuk tim cheerleader dan basket inti biar kami bisa membanggakam mama dan papa, Ariel malah diem-diem seakan ngejek jerih payah kak Karel sama aku!"
KAMU SEDANG MEMBACA
I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]
Teen FictionAriellea Mahardika yang memiliki gangguan Dissociative Identity Disorder atau kepribadian ganda hanya ingin menjalani kehidupannya dengan normal seperti remaja lainnya dan berusaha untuk tidak membuat ulah yang akan menyebabkan beberapa sosok asing...
![I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/154423995-64-k903089.jpg)