Lembaran 37
Rahang Dika semakin mengeras ketika tangannya meremas amplop coklat berisi gaji bulan ini. Setelah ia menerima telpon dari pihak sekolah tentang Tiana dan Ariel. Belum ia ingin menghubungi istrinya untuk memastikan keadaan Tiana, ia sudah di panggil oleh Anton, dan dimarahi habis-habisan oleh bosnya itu karena Meiyana mengalami keretakan di rahang dan sedang menuju Rumah Sakit.
Amarah dan rasa kecewa menumpuk di dadanya untuk Ariel. Ketika Anton memecatnya saat itu juga, dan jika keadaan Meiyana begitu parah, Anton tidak akan segan untuk menggugat Ariel.
"Anak itu dari kandungan sudah membawa sial." Gumamnya, membereskan meja kerjanya secepat mungkin bahkan ia segera berlari menuju parkiran ingin memastikan keadaan Tiana.
🍃🍃🍃
Kegan terus melirik Ariel yang berjalan disampingnya, cewek itu nampak tertekan dan begitu lelah. Sorot matanya benar-benar kosong, tidak ada gairah apapun yang terpancar di sana. Malahan, Kegan merasa tengah berjalan dengan Mayat hidup.
Genggaman tangannya tidak dibalas oleh cewek itu, mungkin keberadaannya pun sangsi disadari oleh Ariel. Sungguh, ia lebih baik melihat seribu ekspresi wajah Ariel daripada melihat raut tak beriak cewek itu.
Jiwanya entah melayang kemana, hanya kerangka berbalut daging dan kulit yang bersamanya saat ini.
Langkah Ariel terhenti, membuat Kegan melakukan hal yang sama.
"Ariel-"
"Apa... Aku bisa ngeliat kak Tiana setelah aku nyaris ngebunuh dia?" Lirihnya,
Kegan menghela napas.
"Dia kakak kamu, akan selalu maafin kamu dan... Kamu gak bermaksud buat nyelakain dia." Kata Kegan.
Ia tahu, untuk saat ini Ariel harus bisa menenangkan dirinya jangan sampai ia diambil alih pada waktu yang tidak tepat.
Ariel mendongkak, menatap Kegan.
"Kakak... Gak takut sama aku?"
Alis Kegan terangkat.
"Kenapa harus takut?"
Ariel terdiam sejenak sebelum kembali menatap Kegan.
"Aku bisa ngelukain kakak saat ini." Katanya pelan.
"Maksud kamu?" Tanya Kegan.
Ariel menelan ludahnya gusar.
"Sekarang... Dia-maksud aku yang lain, yang melakukan hal mengerikan di lapangan tadi, tengah mencoba menarik kesadaran aku, mencoba mengambil alih aku." Katanya tercekat tidak mampu menatap Kegan.
Kegan tersentak, ia memegang bahu Ariel.
"Ka-"
"Aku bisa ngerasainnya kak." Ia menatap Kegan, sorot matanya yang kosong kini terpancar ketakutan, cemas.
"Aku... Gak tahu bisa ngelawan dia atau enggak." Katanya, napasnya kini memburu. Kini ia meremas tangan Kegan yang menggenggam tangannya.
"Yang pasti... Kakak harus tinggalin aku sekarang, aku gak tahu apa yang akan dia lakuin ke kakak kalau dia keluar. Dia... Dia pasti nyari kakak yang tadi nahan dia buat ngelukain Meiyana." Kini suaranya bergetar, tangannya berkeringat dan bergetar.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]
Fiksi RemajaAriellea Mahardika yang memiliki gangguan Dissociative Identity Disorder atau kepribadian ganda hanya ingin menjalani kehidupannya dengan normal seperti remaja lainnya dan berusaha untuk tidak membuat ulah yang akan menyebabkan beberapa sosok asing...
![I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/154423995-64-k903089.jpg)