Lembaran 35
Suara-suara sepatu berdecit ketika bergesekan dengan lantai. Keringat merembes basah di jersey mereka, semangat mereka terus mengejar sebuah bola orange yang memantul dari satu tangan ke tangan lain lalu di lempar hingga memasuki ring.
Suara peluit panjang menandangan permainan mereka usai. Mereka semua berjalan di pinggir lapangan, menuju guru olahraga yang kini mengarahkan teknik yang mereka pakai untuk pertandingan persahabatan yang semakin dekat.
Kegan mengusap wajahnya dengan handuk ketika Karel mencuci wajahnya dengan air mineral.
"Rel."
"Hm?"
"Gue suka adek lo."
Karel terpaku, lalu mendengus.
"Gue tahu."
Kegan menatapnya.
"Adek bungsu lo-"
Bug!
Kegan terduduk, meringis merasakan sudut bibirnya berdarah.
Karel berdiri di depannya, menarik kerah jersey yang di pakainya membuat Kegan berdiri menghadap cowok itu.
"Maksud lo apa, hah?!" Teriak Karel.
"Gue suka Ariel."
Bug!
"Kalo lo suka Ariel, terus Tiana gimana?!" Teriaknya tidak habis pikir.
Semua anak basket bingung antara melerai atau membiarkan mereka. Tentu saja persoalan yang menyebabkan kedua cowok itu berkelahi tidak bisa membuat mereka ikut campur. Terutama keduanya merupakan senior mereka yang masih di pertahankan oleh pihak sekolah untuk berkesempatan ikut berpartisipasi.
Guru olahraga sudah keluar lima menit yang lalu, jika guru olahraga masih ada, mungkin urusan mereka akan lebih berat lagi.
Kegan diam.
"Brengsek lo! Tiana gimana perasaannya, hah?!" Raung Karel.
"Gue udah bilang." Katanya membuat Karel menatapnya tidak percaya.
"Lo-"
"Selama ini Tiana nyembunyiin sesuatu dari gue!" Seru Kegan, ia mulai melepaskan diri.
"Ariel sebenarnya yang gue cari selama ini." Katanya membuat Karel menatapnya tidak mengerti.
"Dia penyelamat gue yang sebenarnya. Bukan Tiana."
Rahang Karel mengeras, kembali melayangkan pukulannya.
"Maksud lo setelah lo tahu kalo Tiana bukan orangnya, lo langsung lari ke Ariel?! Terus gimana kalo nanti ternyata ada orang asing yang ngaku penyelamat lo dan lo bakal lari dari Ariel juga?! Iya, hah?!" Teriaknya murka.
Bug!
Kegan kini membalas memukul Karel.
"Bego! Lo juga sadar kalo selama ini gue suka sama Ariel?! Kenapa lo jadiin hal itu alasan buat gue gak bisa merjuangin Ariel?!" Teriaknya.
Karel mengusap wajahnya. Kini wajahnya tampak putus asa. Matanya yang nyalang meredup.
"Lo gak bisa sama dia-"
"Kenapa? Kenapa gue gak bisa sama dia?" Tantang Kegan.
Karel mendengus, melempar handuknya kearah Kegan.
"Lo gak tahu dia itu... Dia..." Karel tidak bisa mengucapkannya.
"Dia kenapa?" Tantang Kegan semakin menyudutkan Karel.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]
Teen FictionAriellea Mahardika yang memiliki gangguan Dissociative Identity Disorder atau kepribadian ganda hanya ingin menjalani kehidupannya dengan normal seperti remaja lainnya dan berusaha untuk tidak membuat ulah yang akan menyebabkan beberapa sosok asing...
![I Borrow Your Boyfriend [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/154423995-64-k903089.jpg)