Sudah dua hari Adelia masih saja sakit. Setelah dibawa pulang dari rumah sakit kemarin tubuh Adel kembali drop. Bundanya membuatkan ingin membawanya kembali ke rumah sakit tapi karena Adelia yang keras kepala ia tak mau lagi datang kesana.
Seperti saat ini, dia sedang duduk di sebuah taman bersama sahabatnya Vino menikmati sejuknya hembusan angin sore kala itu.
"Aaa..." Vino kembali menyodorkan suapan bubur ayam kepada Adelia.
"Uda ah gue gak mau" tolak Adel.
"Ayo sekali lagi biar kamu cepat sembuh"
"Gue udah kenyang"
"Darimana kenyang, kamu baru makan dua sendok, ayo makan lagi" Vino terus memaksa Adel untuk makan, tapi Adelia menolaknya karena ia memang tak mau makan.
"Ayo dong Del,buka mulut kamu"
"Jangan dipaksa kalo gak mau!" Ucap seseorang dibelakang Vino.
Vino lantas menoleh kebelakang dan Adelia juga kaget dengan kehadiran orang tersebut.
"Ghibran??!" Ucap Adel sedikit kaget.
Ghibran tersenyum menanggapi Adelia.
"Lo kok bisa tau gue disini?" Tanya Adel.
"Tadi gue kerumah lo, dan Bunda bilang lo ada ditaman, yaudah gue kesini".
"Lo diapain Del, sama ni orang? " Tanya Ghibran.
"Ini nih Vino, gue gak mau makan tapi dipaksa aja sama dia"
"Lo cowo bukan sih? Bisanya kasarin cewek" ucap Ghibran tersenyum miring.
"Ini bukan urusan lo, lebih baik lo pergi aja deh biar gue yang jagain Adel" ucap Vino mengusir Ghibran.
"Jelas ini urusan gue, dan gue gak yakin elo bakal ngejaga Adel dengan baik, buktinya lo kasih makan dia aja pake lo paksa segala. Yang ada Adel bukannya sembuh tapi malah tambah stres karena ada elo" ucap Ghibran penuh penekanan.
Mata Vino langsung memerah dan wajahnya memanas.
"Kurang ajar!" Desis Vino.
Dia lalu bangkit dari duduknya dan.
"Bugh!!!". Satu bogem mentah mendarat dibibir Ghibran.
"Ghibran!!!" Teriak Adel yang melihat Ghibran terjatuh ketanah karena tindakan Vino.
Ghibran tersenyum miring. Dia memegangi bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah .
"Shhh..." Ghibran meringis merasakan perih dibibirnya.
"Ternyata begini kelakuan yang katanya sahabat Adel, gue heran sama Adel kenapa dia bisa tahan punya sahabat yang tempramen gini" ucap Ghibran merendahkan.
Vino terbakar emosinya dia hendak melayangkan lagi pukulan nya. Tapi dengan cepat Adelia menghentikan aksinya.
"Ghibran!!!" Adel mendekap tubuh Ghibran menutupi dari Vino. Melihat itu, Vino lantas mengurungkan niatnya hendak memukul Ghibran.
"Del, kamu apa-apaan sih! Kalo kamu yang kena gimana?" Ucap Vino.
"Cukup Vin!. Lo uda kelewatan. Mendingan sekarang lo pergi dari sini!" Ucap Adel marah.
"Tapi Del,,,!"
"Gue bilangin pergi Vin".
"Aku gak bermaksud.."
"Pergi!!!"
" Oke oke... tapi kamu hati-hati ya, aku pergi" ucap Vino yang berlalu dari hadapan Ghibran dan Adel.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Me (TAMAT)
Dla nastolatkówMarried with me sudah terbit ya,, yang mau po cek di ig aku yaa @rizz_ki18 Adelia, remaja yang tidak percaya dengan adanya cinta sejati hingga akhirnya dia terjebak dalam ketidakpercayaan nya itu dan merasakan bahwa cinta itu indah tak seperti yang...
