Kesedihan yang berlarut tak akan membawa arti apa-apa
____________
Aisyah masih terduduk di depan ruang UGD menunggu putrinya yang sedang mendapat penanganan intensif dari pihak medis, sedari tadi ia tak hentinya menangis menunggu kabar dari dokter tentang keadaan putrinya.
"Udah dong Bun jangan nangis terus, Adel pasti bisa melewati ini semua, dia kan anak yang kuat, masak gini aja gak bisa dia lawan sih".
Ucap Daffi menyeka air matanya yang berlinang tak kuasa melihat Bunda nya yang terlihat hancur.
Sudah berkali-kali ia mencoba menguatkan Bunda nya juga diri nya sendiri namun ia selalu tak kuasa menahan kesedihannya.
"Bunda gak tau harus gimana lagi Daffi, yang bunda cuma kalian berdua". Ucap Aisyah dalam tangisnya.
Air mata Daffi kembali meluncur mendengar kata-kata bundanya.
"Bunda gak boleh ngomong kayak gitu, Adel pasti bisa kok, kita bakalan sama-sama kayak dulu lagi, Adel pasti bisa balik ceria lagi kayak dulu lagi". Ucap Daffi yang memeluk bunda nya.
Hendry tak berada di samping istrinya saat ini bukan karena ia tak mau menenangkan istrinya tapi ia tak mau terlihat lemah disaat seperti ini. Karena dia sendiri tak kuasa menahan kesedihannya melihat anaknya sedang terbaring tak berdaya diruang UGD.
Dia memutuskan untuk ke musholla rumah sakit untuk berdoa kepada Allah demi keselamatan putrinya.
Berkali-kali ia menangis saat ia berdoa tak menyangka kejadian seperti ini akan menimpa putri nya.
Namun pada saat ia sedang meratapi kesedihannya, handphonenya berdering menandakan ada sebuah panggilan disana.
"Halo Yah, ayah dimana".
"Ayah lagi di musholla Daff, ada apa? Adel udah sadar?". Ucap Hendry mencoba tenang.
"Belum yah, tapi Adel harus segera diterbangkan ke Australia untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif". ucap Daffi menahan tangisnya.
"Ya Allah,,,,". Hendry menjauhkan handphonenya tak ingin anaknya mendengar ia menangis.
"Ayah kesana sekarang". Ucap nya lagi setelah sedikit tenang.
Hendry pun dengan segera menemui Istri dan anaknya menuju UGD.
Ia melihat dokter sedang berbicara dengan anaknya saat ia datang.
"Bagaimana dok?".
"Begini Pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi ada satu hal yang harus didapat oleh anak bapak agar ia bisa kembali sadar dan kemungkinan untuk sembuh".
"Lalu?". Tanya Hendry memotong perkataan dokter tersebut.
"Tapi kami tidak mempunyai alat tersebut, dan jalan satu-satunya adalah anak bapak harus dilarikan ke luar negeri karena rumah sakit di Indonesia belum ada yang mempunyai alat itu".
"Jadi kemana saya harus membawa anak saya dok?". Tanya Hendry lagi.
"Kita harus membawa anak bapak ke Australia,karena rumah sakit terdekat yang mempunyai itu adalah rumah sakit disana, dan jika bapak berkenan kami akan menghubungi pihak sana untuk segera mempersiapkan nya".
Tutur dokter tersebut panjang lebar.
"Baiklah Dok, apapun itu demi keselamatan dan kesembuhan Putri saya". Ucap Hendry menyetujui.
"Baiklah kalo begitu mari Pak ikut saya guna mengisi data-data yang akan dibutuhkan". Ucap dokter itu berlalu.
Hendry lalu duduk dan memeluk Istrinya yang sedang kacau bersama Daffi disamping nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married With Me (TAMAT)
Teen FictionMarried with me sudah terbit ya,, yang mau po cek di ig aku yaa @rizz_ki18 Adelia, remaja yang tidak percaya dengan adanya cinta sejati hingga akhirnya dia terjebak dalam ketidakpercayaan nya itu dan merasakan bahwa cinta itu indah tak seperti yang...
