"Sayonara Tsukiyama-san."
Suara yang terdengar lembut ditelinga itu lansung menyayat hati Tsukiyama yang mendengarnya.
Apakah Kaneki sudah mengingatnya?
Melihat tatapan dingin pria itu yang melemparnya di pinggir gedung membuatnya meneguk kepahitan.
"Shu-sama!!!!"
Tsukiyama memejamkan matanya perlahan.
Hari ini seperti mimpi buruk. Semuanya terjadi begitu cepat dan tidak terduga.
Langkahnya terseok-seok menyeret kakinya untuk berjalan.
Begitu banyak darah, suara pertarungan dan nyawa yang terbuang. Semua orang yang selalu disampingnya, mengorban nyawa mereka di gedung itu. Kenapa mereka semua begitu menginginkan ia hidup?
"Itu diaa!!!!" Teriakan manusia-manusia dengan jas putih itu membuatnya terkesiap.
Posisinya sudah ketahuan, ditambah lagi keadaanya yang seperti ini. Tsukiyama hanya bisa terdiam melihat orang-orang itu berlari kearahnya.
Sring sring sring sring
Hujan jarum-jarum ukaku disusul teriakan para investigator yang berusaha mendekatinya terdengar amat memilukan.
Manusia-manusia itu seketika tergeletak diatas aspal yang dingin.
Sosok dengan jubah hitam dan rambut perak yang terurai tiba-tiba muncul diahadapannya. Dengan kagune sayap besar berwarna ungu kemerahan.
Nampaknya sosok itu melompat turun dari ketinggian sambil melempar ukaku ke arah para investigator tadi.
Kagune itu.... Tsukiyama tidak pernah melihatnya.
Sosok itu lantas mendekat padanya.
"Tsukiyama-san kau baik-baik saja?" Tanyanya.
Seketika mata Tsukiyama membulat. Mereka ini....
****
Pria berjas ungu dengan kaki pincang itu menatap Reizi penuh keheranan. Penampilannya begitu buruk dengan perut berlubang. Apa benar dia jatuh dari atas gedung tinggi itu tadi? Reizi heran kenapa pria ini tidak langsung mati.
Padahal gedung itu sangat tinggi jika dilihat dari posisinya saat ini.
Touka dan Yomo langsung menyusul dibelakangnya.
"Kalian semua..."
"Kita tidak punya banyak waktu, ikut kami ke mobil." Ucap Touka. Yomo membantu Tsukiyama berjalan.
"Ayo masuk Tsukiyama-kun." Hori yang sudah menunggu dari tadi di mobil mengajak Tsukiyama masuk.
Mobil itu lalu melaju di jalanan sepi.
"Hai Shu-kun." Ucap Mirumo pada Tsukiyama sambil tersenyum tipis
"Bagaimana bisa papa? Kukira mereka sudah menangkapmu." Potong Tsukiyama.
"Teman-taman kalian menyelamatkanku. Terutama gadis berambut perak itu." Ucap Mirumo.
Reizi yang duduk disebelah Tsukiyama hanya menatapnya datar. Topeng giginya masih terpasang di wajahnya. Membuat Tsukiyama menatapnya dengan dahi berkerut.
Topeng itu... membuatnya teringat kembali.
"Hori. Kau minta bantuan pada Ghoul?" Tanya Tsukiyama pada gadis bertubuh kecil dengan rambut coklat pendek.
"Aku tidak punya kenalan kuat. Lalu aku tetingat dengan teman-temanmu di cafe. Untunglah mereka bersedia membantu." Jelas Hori.
Tsukiyama tersenyum getir. Untunglah...
KAMU SEDANG MEMBACA
Are You!??
Fanfiction(Update 1 chapter/ bulan) Apakah kau itu ghoul? Ghoul yang bisa hidup di dunia yang kejam ini adalah Ghoul yang kuat. Tidak ada tempat untukku yang lemah. Orang itu lama-lama semakin memudar. Akankah ia mengingat aku dan masa lalunya? Ingin sekali a...
