Bab 17

2.9K 373 111
                                        

Ada peristiwa penting dalam hidup yang menandakan bahwa perubahan akan segera terjadi; menerima ijazah kelulusan, menghadiri pemakaman orang yang dicintai, menyaksikan sahabat berjalan menuju altar, menderita karena perceraian. Dan kemudian ada juga peristiwa-peristiwa kecil yang terjadi secara bertahap yang mampu mengubah kita, bisa jadi lebih baik atau lebih buruk. Hal-hal seperti itu membuat persepsi yang kita miliki bergeser.

Sepertinya peristiwa kecil hari ini mengubahku. Untuk pertama kalinya, aku minum kopi hitam tanpa gula ... dan aku sama sekali tidak meringis. Aku butuh asupan kafein untuk dapat mengikuti jadwal pernikahan Izumi yang padat.

Ketika aku masuk ke dalam pekarangan kediaman Uchiha Jumat pagi, para pekerja yang disewa Itachi sudah berkeliaran di sekitaran rumah dan taman seperti lebah pekerja, mereka sibuk memangkas rumput dan tanaman, membersihkan dinding, membuat jalan bagi vendor dan tamu resepsi. Kulewati mereka dengan sangat hati-hati agar tidak tersandung dan bertabrakan dengan seorang pun karena kurang tidur. Izumi akan membunuhku jika aku bertingkah seperti zombie selama spa pengiring pengantin hari ini diadakan alias mengunjungi salon kecantikan di Jalan Utama Konohagakure. Aku harus tidur sebentar sebelum Sasori menjemputku sore nanti untuk menghadiri geladi resik pernikahan.

Tapi sekarang aku perlu bicara dengan Sasuke sebelum hari makin sibuk.

Aku tertidur semalam setelah selesai menyortir sejarah hubungan kami:

Sasuke meninggalkanku akhir Agustus 2011, tepat sebelum semester musim gugur dimulai. Aku pergi ke Tsurui pada bulan September, lalu mengajukan gugatan cerai. Menurut dokumen Temari, nilai kuliah Sasuke semester itu benar-benar hancur, walaupun Ayah Obito dan Ibu Rin ada di sana. Aku mengerti, hal itu pasti dipengaruhi oleh obat-obatan yang pernah dikonsumsinya.

Juga, di suatu waktu dalam semester itu, Sasuke bertemu dengan Kanako Karin - seorang asisten editor di Penerbit Gamaken.

Sasuke terus-terusan mengabaikan telepon, surat, dan email Temari untuk mendiskusikan proses perceraian. Akhirnya, Sasuke menghubungi Temari setelah Tahun Baru dan bilang dia ingin menandatangani seluruh dokumen secara langsung.

Kami bercerai pada akhir Januari 2012. Sasuke ditangkap di Yamanashi atas tuduhan kepemilikan obat terlarang pada pertengahan Februari.

Kenapa dia berada di Yamanashi ketika semester musim semi sudah dimulai? Satu-satunya alasan yang bisa kupikirkan adalah asisten editor itu juga berasal dari Yamanashi.

Pertanyaan logis berikutnya: Kenapa meninggalkan kelas hanya untuk mengunjungi asisten editor, dan itu tepat setelah perceraian yang menyakitkan?

Mungkin jawabannya adalah karena asisten editor itu lebih dari sekedar seorang asisten editor ...

Kutendang batu yang keluar dari petak bunga, batu itu mendarat di jalan masuk. Menendang batu lebih baik daripada menyerang seekor rubah yang hobi menggoda suami orang. Sisi rasional di diriku berpikir bahwa Sasuke juga butuh teman. Tapi sialnya, kenapa harus wanita itu? Apa Sasuke sudah tertarik padanya sejak mereka pertama kali bertemu, sampai-sampai dia langsung lari ke dalam pelukannya ketika status pernikahan kami berakhir? Tidak bisa kubayangkan Sasuke bertindak seperti itu. Tapi aku juga tidak percaya Sasuke dulunya pecandu kokain.

Kulihat Ratu Lebah sedang membungkuk di pekarangan. Bunga azalea merah jambu dan bunga lonceng biru mengelilingi Ibu Rin, dia dorong topi jeraminya, lalu melambai padaku dengan menggunakan sarung tangan dan sekop. Rambut Ibu Rin yang cokelat lurus dikepang longgar.

"Kau bangun pagi-pagi sekali, Sakura," kata Ibu Rin sambil tersenyum. "Kupikir kalian akan ke salon nanti pukul sepuluh."

"Selamat pagi, Ibu Rin. Maaf aku mengganggu di hari yang sibuk ini, tapi aku harus bicara dengan putra Ibu Rin." Kumasukkan tangan ke dalam saku agar tidak terlihat gemetar. Aku butuh jawabannya sekarang - lupakan aturan satu pertanyaan per minggu.

The Pirouette of WhitewaterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang