"Astaga, Sakura, anak itu seperti monyet!" seru Sasori mengalahkan suara ombak. "Dia lebih cepat dari kita semua. "
"Sepertinya dia bisa jadi pemimpin tambat di pendakian Tonegawa kita nanti," timpalku, menyemangati sang pendaki muda.
Gaara tersenyum bangga melihat kami dari tempatnya di tebing terjal, tubuhnya terbalut sabuk pengaman dan ascender. Kemudian dia kembali menoleh ke dinding batu dan memasang perangkat keamanan lainnya.
Seluruh tim kami - aku, Sasori, Ino, Sai, dan Gaara - sedang latihan teknik belay dengan memanfaatkan tebing-tebing yang menjulang tinggi dan penuh dengan garam di Pantai Ishikari. Hamparan pantai yang sempit di bawahnya memungkinkan kami untuk panjat tebing dengan mitra tambat yang mengarahkan jalur dari tanah. Sabtu sore ini begitu cerah. Terkadang ombak menghantam batu karang cukup keras dan menyemprot kami semua dengan air asin. Ini tempat yang sempurna untuk latihan panjat tebing - jauh lebih baik daripada latihan di dalam ruangan.
Izumi bergabung dengan kami, sementara Itachi melatih tim sepak bola SMA. Dia berbaring di atas batu karang besar sambil mengenakan bikini, meskipun suhu 19 derajat celsius. (Rupanya, dia mengira masih sedang berbulan madu di pantai eksotik Moyagakure.) Dahinya berkerut sambil baca buku. Di sebelahnya, anak anjing baru Ino sedang terengah-engah menggigit-gigiti kulit kayu.
Ya, benar, anak anjing. Terbukti Akasuna Temari memang serius saat bilang pada Ino satu-satunya cara agar dia mau bergabung dengan malam para gadis adalah jika Ino mau beli anak anjing Labrador miliknya.
Ketika Ino memperkenalkan anggota baru keluarganya, dia menatap sedih hewan lucu yang meneteskan air liur itu. "Namanya Heli," desah Ino. "Dia tidak menyukaiku, dia menggigitku sepanjang waktu."
Izumi memutar bola mata. "Oh, Tuhan, Ino, dia anak anjing. Tentu saja dia menggigitmu! Jangan biarkan hal itu melukai egomu."
"Aku tidak tahu kau boleh bawa hewan peliharaan di apartemenmu," komentarku.
"Dia tinggal di rumah Sai. Sai punya halaman belakang yang luas ... Aku bahkan tidak bisa memberi anjing kecilku yang lucu ini rumah yang tepat! Tidak heran dia membenciku." Sahabatku yang biasanya penuh semangat ini bersedih menatap hewan peliharaannya. "Semua hewan peliharaan suka padaku. Semuanya. Kecuali Heli."
Akasuna Gaara menahan dengusan dengan tangan ...
"Bagus, Gaara," Sasori menginstruksikan dengan tenang sambil mengencangkan tali. "Sekarang taruh tangga dan karabiner di jumar ... uji kekuatannya ... jangan terlalu cepat ..."
Gaara menginjak titik tumpu yang dia ciptakan, memastikan tempat itu cukup kuat untuk menopang berat badannya. Dia benar. Gaara kembali menyeringai ketika kami bersorak-sorai untuknya, dia sungguh siap untuk mendaki Gunung Tonegawa bersama kami dua bulan lagi. Jelas dia sudah berlatih ekstra keras untuk mengejar ketinggalan, dan tingkat keterampilannya meningkat drastis. Sekarang yang perlu kami lakukan adalah berlatih di medan musim dingin. Mengingat pendakian kami di pertengahan Oktober, suhu akan turun saat itu dan kami akan bertemu dengan es dan salju ketika sampai di area pertengahan gunung. Itu bukan hal baru bagiku, Sasori, dan Sai, tapi itu akan jadi pendakian cuaca dingin pertama Ino dan Gaara. Sasori punya teman di Yumegakure yang membuka kelas pendakian di medan es, dan bulan depan kami akan ikut kursus selama dua hari.
"Siap untuk turun, Sai," seru Ino, jarak mereka dua puluh meter dari kami. Sai sudah berada di puncak tebing, rambutnya heboh ditiup angin.
"Beri sedikit tekanan lagi, Sayang," suara Sai bergema. Ino melompat dan mengencangkan tali, lalu menahannya sementara Sai perlahan turun dari tebing. Namun, Heli tiba-tiba berlari dan menarik tali dari Ino. Dia kunyah ujung tali itu sambil menggeram, lalu bergegas menuju lautan. Ino juga ikut tertarik, begitu pula dengan Sai.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Pirouette of Whitewater
Fanfiction-- SasuSaku Fanfiksi -- 🍃 [SELESAI] • Naruto © Masashi Kishimoto • Bagi masyarakat luas, Uchiha Sasuke adalah seorang penulis ternama, namun bagi Haruno Sakura, dia pria yang tega menghancurkan hatinya demi mengejar karir. Di sisi lain, Sakura sang...
