Zaid hanya bisa terpana saat melihat Risa hari ini. Kali ini dia dan Nira ikut bergabung dalam acara bermain yang diadakan Gani dan Hana. Kakak Risa itu mengajak Rasyid ke Pulau Pari dan dengan demikian mengajak Nira juga. Dengan diajaknya Nira, otomatis Zaid dan Risa pun ikut.
Apa yang membuat Zaid tertegun adalah selama perjalanan mereka dari Jakarta (Zaid bergabung di pelabuhan) hingga sampai ke resort, Risa tidak berhenti tersenyum. Risa menyapa Zaid, Risa tertawa-tawa bersama Nira, berlarian bersama Nira dan Rasyid.
"Kalian sudah baikan?" tanya Gani saat membawa barang-barang ke bagian resepsionis.
Zaid menggeleng. "Seinget saya, terakhir kami ketemu, Risa masih jutek. Kami juga gak ada interaksi istimewa apa pun."
"Jadi dia begini bukan karena kamu?" tanya Gani dengan santai.
Zaid langsung merasa tertohok. "Hmm, entah," Zaid memilih menggeleng saja. Perasaannya sedikit kesal jika rupanya ada hal lain yang membuat Risanya jadi super bahagia seperti ini.
"Ris, simpan barang dulu," panggil Gani kepada Risa yang sedang berlarian di pantai dengan Nira dan Rasyid.
"Iya!" sahut Risa. Dia menghentikan Nira dan Rasyid lalu menuntun kedua anak itu untuk menghampiri Gani.
Selama Risa berjalan menghampirinya, Zaid tidak melepaskan tatapan dari sang istri. Wajah Risa tidak ubahnya seperti sebelum kecelakaan. Namun saat ini, ketika dia sudah kembali tersenyum, Risanya menjadi lebih cantik. Aura kecantikan dan keanggunan kembali menguar dari dirinya. Bukan lagi aura permusuhan yang selama ini Zaid rasakan. Meskipun Risa terlihat bahagia bukan karena dirinya, mau tidak mau Zaid bersyukur juga karena apa pun alasannya, telah membuat Risa ceria.
"Kalian sekamar ya," kata Hana dan mengulurkan kunci kamar kepada Zaid dan Risa.
Zaid sudah berpikir Risa akan mengomel. Rupanya Risa tetap terlihat biasa. Kepalanya melongok ke arah resepsionis. "Double bed kah?"
"Iya, Bu," kata si resepsionis dengan ragu. Bingung apakah dia akan dimarahi atau tidak. Resepsionis ini khawatir jika sebenarnya pasangan yang copy Kartu Keluarganya dia pegang ini sebenarnya ingin kamar dengan single bed.
"Oke, gak masalah," kata Risa dengan tenang.
Jawabannya membuat resepsionis dan Zaid tertegun. Resepsionis kaget karena si istri tidak menunjukkan keberatan sedikit pun. Zaid tertegun karena Risa menerima dengan mudahnya.
"Ke kamar yuk," ajak Risa pada Nira. "Aku ke kamar duluan ya, A. Nanti acaranya apa?"
"Makan siang dulu, nanti jalan-jalan keliling pulau," jawab Gani.
"Oke. Ayo, Nira," ajak Risa pada Nira. Dengan girang, Nira meraih tangan ibunya dan berjalan sambil melompat-lompat. Di belakang, Zaid yang kebingungan, mengikuti.
"Good luck," Gani menepuk pundak Zaid. Zaid menatap kakak iparnya sebentar lalu mengangguk.
Petugas selesai mengantarkan Risa, Zaid, dan Nira ke kamar resor mereka. Nira langsung berlari menghampiri salah satu kasur dan memeluk kasur.
"Hoeeee," ujar Nira.
"Tadi kamu abis main di pasir, jangan langsung naik ke kasur," kata Risa lembut lalu menarik Nira turun dan menepuk-nepuk kakinya. Nira menurut saat Risa membersihkan pasir yang menempel. Kemudian anak kecil itu naik ke atas kasur dan melompat-lompat.
Risa membiarkan Nira melakukan apa yang dia suka. "Hati-hati jatuh," pesan Risa. Dia berbalik menghadap Zaid untuk mengambil barang yang sedari tadi dibawakan oleh Zaid.
Zaid mengulurkan tas milik Risa tanpa mengatakan apa-apa.
"Terima kasih," Risa menerima tas tersebut lalu duduk di salah satu sisi tempat tidur. Sembari memperhatikan Nira yang melompat-lompat di kasur lalu mengelilingi kamar, Risa membongkar barang bawaannya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Fools - Trilogi Zaid Risa 3 - END (WATTPAD)
RomanceCERITA SUPER DEWASA! 21+ ataupun yang sudah menikah. Percayalah bahwa seri ketiga Zaid dan Risa ini akan lebih dewasa, lebih gelap, lebih pelik, lebih menyebalkan, dan pastinya lebih vulgar. Cerita tentang rumah tangga mereka yang diawali dengan ber...