4

3.6K 377 16
                                    






























" OMAYGAD JASMIIN "

" Napa sih bambang " omel Wonwoo setelah menampol wajah Seungkwan dengan sumpit yang hendak ia gunakan.

" Sumpah kak Soonyoung gak pernah masak seenak ini~...." oke dia berlebihan. Tapi ada benarnya. Soonyoung yang mereka kenal itu AMAT SANGAT JARANG menunjukkan kemampuan memasaknya. Ya walau ini hanya sarden kalengan yang ia masak, tentu saja ini sudah termasuk adegan langka yang pernah Soonyoung lakukan.

" Udah lumayan sih daripada yang terakhir kali kita cicipi " ujar Mingyu yang memang sudah lebih ahli dari teman-temannya.

Semua bergidik ngeri setelah Mingyu berucap demikian. Mengingat kejadian pasta tempo hari yang telah mereka masukkan ke dalam perut mereka. Bukannya apa-apa, tapi kalian semua juga pasti merasa tidak selera jika melihat mi yang sudah  membengkak. Terlebih kemarin bumbu yang Soonyoung tuangkan lewat dari yang dianjurkan. Rasa eneg pasti akan semakin bertambah dengan hanya melihatnya.

" Hey "
























































" Tenang aja, gue ga bakal nyanyi lagunya tayo " demikian lalu mereka mau menoleh.

Dengan cengiran yang terkesan bodoh, Soonyoung berdiri diambang pintuㅡ

" Jangan berdiri disana, ntar jodohmu jauh " ㅡmendengarnya membuat Soonyoung bergegas maju dan berdiri di dekat kulkas.

Rasa-rasanya mereka ingin mencari karung atau apapun yang bisa mereka gunakan untuk menangkap dan membawa pulang makhluk yang kini berdiri di tempat Soonyoung sebelumnya dengan gelagapan dan tangan yang mengambang diudara. Mungkin sebelumnya dia memegangi baju belakang Soonyoung.

" Ukhuk ukhuk! " batuk Seokmin merusak suasana, namun dengan sigap Mingyu memberinya segelas air putih. Karena Seungkwan tak bisa mengalihkan fokus dari seekor kucing(?) yang berdiri disana.

" Soon? Lo sembunyiin apa lagi dari kita? " Wonwoo itu kebiasaan. To the point tanpa peduli gerutuan kecil yang Sonyoung ciptakan.

Soonyoung menarik tangan Jihoon untuk duduk di salah satu kursi kosong di ruang makannya. Mengambil sepiring ikan yang sudah ia potong-potong sebelumnya. Niat hati membuatkan sashimi, tapi takut Jihoon tak menyukai bumbu pelengkapnya. Maka tak ia lakukan.

Setelahnya barulah Soonyoung duduk di hadapan Jihoon yang sudah mulai makan. Dengan gemas Soonyoung mengelus puncak kepala Jihoon dan mengalihkan pandangannya menuju para sahabatnya.

" Jadi yang gue sembunyiin itu ini. Tapi gue gak ada niat buat nyembunyiin juga sih.. Gue cuma tunggu timing aja " Soonyoung diam sejenak, " Gue sebenernya kurang tau dia ini spesies apaan.. Mau bilang kucing, tapi bukan kucing.. Mau bilang manusia juga bukan manusia. Dia pernah bilang kalau dia itu hai... Hai.. Haib.. Haib apa gitulah pokoknya! " ucap Soonyoung.

Seungkwan dan Seokmin ingin menampar Soonyoung saja rasanya. Mingyu sedikit tidak peduli dan melanjutkan makannya. Mengagumi kemampuan memasak si lebih tua yang sudah berkembang. Beda dengan Wonwoo yang nampak berpikir.

" Hybrid? "

" NAH ITUㅡ eh lo tau darimana tapi? " tanya Soonyoung kemudian.

" Gue pernah baca artikel yang bawa-bawa hybrid gitu sih.. Tapi ga jadi karena loadingnya lama " balas Wonwoo santai kemudian lanjut menyantap masakan Soonyoung.

You Belong To Me.[✅]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang