5

3.3K 341 1
                                    

Sudah lewat 4 bulan Jihoon tinggal bersama Soonyoung. Sudah biasa juga bagi Jihoon menerima perlakuan manis Soonyoung walau sering mencaci makinya.

Kini, Jihoon memperhatikan Soonyoung yang sudah rapi sedang berkaca di kamarnya.

Kamar mereka terpisah. Setelah berkutat dengan buku untuk ujian, seminggu setelahnya Soonyoung langsung membersihkan kamar kosong di samping kamar pribadinya. Jadi sekarang Jihoon yang menempati kamar pribadinya dan dirinya pindah di kamar satunya. Cukup dekat.

" Eoh, kau sudah siap? Ayo " kata Soonyoung.

Sore ini mereka berencana untuk berbelanja. Membeli beberapa pakaian dan makanan. Jihoon dengan kemeja merah kotak-kotak dan dalaman kaos hitam serta jeans hitam itu terlihat sangat manis saat ini. Tentu saja itu kemeja milik Soonyoung. Ia belum bisa membelikan Jihoon banyak barang karena uangnya di pakai untuk keperluan dirinya yang lain.

Berbeda dengan Jihoon, Soonyoung berpakaian lebih santai dengan hoodie putih dan celana jeans selutut juga topi putih yang bertengger di kepalanya.

Mereka pergi dengan motor satu-satunya Soonyoung. Ia dapatkan pun dari sebuah undian.

Soonyoung itu walaupun di biayai oleh paman dan bibinya, tetap saja masih ingin berusaha. Uang dari hasil dance ataupun kerja sampingannya sudah cukup untuk uang jajannya. Ia tak ingin di manja.

Setelah sampai, mereka berkeliling sambil mengambil barang yang ingin mereka beli. Soonyoung meninggalkan Jihoon yang sedang memilih daging untuk menjawab telfon dari pamannya.

" Soonyoung-ah.. Kau sedang apa? " tanya pamannya di seberang sana. Soonyoung tersenyum lembut, " Aku sedang berbelanja dengan temanku paman " balasnya.

" Eoh? Siapa dia? "

" Namanya Jihoon. Teman jauhku. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya paman. Em.. Apa tidakpapa kalau aku tinggal bersamanya? Aku sedikit bosan karena sendirian. Dan berhubung dia tak mempunyai tempat disini, aku membawanya untuk tinggal bersama. Tak apa kah? " tanya Soonyoung sedikit ragu.

" Begitukah? Ahh maafkan kami yang tak pernah berkunjung Soon-ah.. Tak apa, rumah itu sekarang milikmu. Terserah padamu saja.. Dan paman menelfon karena paman akan kesana nanti "

Soonyoung terkejut, bukankah jarak dari Indonesia ke Korea itu jauh? Belum lagi bibinya sedang di Mesir saat ini.

" Apa paman akan datang bersama bibi? Bukankah kalian sedang jauh sekali? " ucapnya. Paman Soonyoung terkekeh setelahnya.

" Tidak.. Ia baru kemari tadi siang. Santai saja. Kalaupun kami sudah tiba, kami akan langsung kesana. Kalian berbelanjalah dulu "

" B- bukan itu maksudku paman.. Aku hanya.. Takut kalian terkejut melihat temanku "

" Kenapa memangnya eoh? Apa dia anak nakal? "

" Tidak.. Bukan. Dia anak baik-baikㅡ

" Kalau begitu tidak masalah. Sampai jumpa keponakan "

ㅡtuutt..tutt..tutt..

Sial "

Soonyoung berjalan kembali menuju tempatnya meninggalkan Jihoon. Jihoon langsung menatap tajam Soonyoung saat ia tiba.

" Maaf lama " ucapnya sembari tersenyum kaku. " Sudah semua kan? Ayo ke kasir, lalu kita carikan beberapa baju untukmu. Aku mendapat gaji lebih kemarin " tegur Soonyoung lagi.

Jihoon mencebik kecil lalu membalas, " Dasar Sombong " dan tawa Soonyoung terdengar kemudian.

Setelah membayar keperluan dapur, Soonyoung dan Jihoon pergi ke tempat pakaian. Membeli beberapa potong kaos dan celana untuk Jihoon lalu pulang.

You Belong To Me.[✅]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang