"Orang bilang mengetahui sahabat baik itu gampang, liat aja ketika lo lagi terjatuh, siapa orang yang setia berada disisilo saat itu."
"Dan kini gue sadar, siapa orang yang setia nemani gue disaat gue sakit."
-Gilang
Hari ke hari telah berlalu, Gilang benar-benar tak mendapatkan kabar apapun tentang Belva. Hari minggu kemarin yang seharusnya menjadi hari pertemuannya, sirna begitu saja. Kini Gilang hanya bisa pasrah menatap sendu keluar jendela.
Mendung yang begitu pekat telah menyelimuti kota metropolitan itu. Hujan pun berangsur-angsur turun mengantarkan lamunannya hanyut ke masa-masa itu.
Gilang merindukan semuanya. Rindu saat-saat mereka bersama, Rindu melihat wajah kesal Belva akibat ulahnya. Namun kini hanya angan yang tersisa. Bertemu dengannya seolah hal yang tersulit untuk ia lakukan sekarang. Meski lukanya telah berangsur-angsur membaik namun luka dibagian punggung seolah makin terasa nyeri. Dokter pun tak memberitahu tentang sakit yang diderita bagian punggungnya itu.Gilang benar-benar terasa terpukul atas kejadian itu, mengapa rasanya sulit sekali bertemu Belva? Meski hanya lewat pesan chat saja yang menyemangatinya untuk segera sembuh itupun cukup membuat hatinya tenang dan bahagia. Namun sekarang yang ada, ia hanya membaca ulang riwayat chatnya bersama Belva yang nampak baik-baik saja.
Otak dan hatinya pun semakin bergelut antara pikiran negatif dan positif, apakah Belva tak menghubunginya karna ia mengalami kecelakaan sepertinya? Ataukah Belva sengaja tak mau menghubunginya lagi?
Ataukah seperti yang Mahendra katakan jika mungkin saja hpnya rusak?
Atau mungkin Belva sudah menemukan pengganti Gilang disana?
Gilang pun menerka-nerka sendiri tanpa menemukan hasil akhir yang pasti. Semua sosial media yang berkaitan dengan Belva sudah ia hubungi. Namun semuanya nihil begitu saja.Gilang kini mengubek-ubek isi handphone nya efek kegabutan yang ia derita.
Tanpa sengaja Gilang menemukan video Belva yang sedang menyanyikan lagu 'stay with me' di acara bulan bahasa kemarin.Belva begitu cantik mengenakan dress selutut berwarna merah yang sukses membuat Gilang terpana pada saat itu, Gilang tau hatinya masih belum bisa lepas dari gadis yang ia cintainya itu.
"Stay with me? Lo sekarang ngilang tapi nyuruh gue stay with me." Dumel Gilang dalam batinnya menanggapi nyanyian Belva.
Melihat senyum yang mengambang divideo tersebut antara membuatnya kesal dan cinta, sebab pada video itu Gilang rasa senyum itu ia tunjukan pada Mahendra?
Apalagi langkah Belva seolah semangat saat menghampiri Mahendra untuk bernyanyi berdampingan.Ahh! Kenapa Gilang baru menyadari itu.
Apakah Belva sengaja melakukan itu?
Yaa sekilas itu hanyalah senyum biasa,
Namun bagi Gilang hal itu cukup membuatnya berapi karna tatapan mereka begitu menyatu dan menciptakan chemistry. Gilang pun masih teringat ketika ia benar-benar kesal akan hal tersebut, yang membuatnya gemas untuk meremas botol air mineral. Sampai pada puncaknya ia mencoba membisu tak menghubungi Belva lagi."Siang Ketosss." Ara memasuki ruangan inap Gilang. Buru-buru Gilang mematikan ponselnya lagi.
"Lah kenapa yang muncul mesti Ara? Bukan Belva saja?"
"Gak sekolah?" Tanya Ketos.
"Udah pulang."
"Oo.."

KAMU SEDANG MEMBACA
ULAH KETOS
Teen Fiction[TAMAT] Ini cerita aneh dimana yang nembak bukan yang suka tapi yang ditembak malah yang suka tapi ga pake jaran goyang loh :v lah kok bisa sih yang nembak biasa aja ga ada rasa cinta malah yang ditembak yang punya rasa cinta? Dan gimana perasaan k...