Masa kecil #5

7 3 0
                                    

"NOIR!!!"

__________________________

"LEPAS!!!" teriak Noir merajalela.

Tapi kedua pria yg menahannya mengikatnya disebuah ranjang dari kayu.
Kedua kaki dan tangan kecilnya diikat disetiap sudut ranjang itu dengan kuat.

"DASAR MANUSIA LAKNAT! LEPASKAN AKU!!!" teriak Noir yg meronta2 ingin melepaskan diri.

"Ucapkan saja kata2 terakhirmu bocah kucing..! Karena waktumu tidak banyak.." ujar pria gimbal tadi dengan menyeringai licik.

Ia mengambil sebuah pisau yg berukuran sedang dan menunjukannya pada Noir.
Noir menggerang marah.
Ingin sekali rasanya untuk segera menyembur rambut pria itu andai ia seekor naga.

"Bersiaplah anak kucing...!!" pria itu menekankan kalimatnya pada Noir.

Noir hanya terdiam.
Ia terus berharap ada yg menolongnya , bukan karena ia takut mati tapi karena ia khawatir dengan dunia jika pria gimbal atau dukun itu mendapatkan apa yg ia inginkan.

Dukun itu mengarahkan pisaunya diatas dada kiri Noir tanpa Noir ketahui karena ia menutup matanya sedari tadi.

Krriing... Kring...

Telepon rumah disana berdering.
Dengan terpaksa dukun tersebut mengurungkan niatnya untuk membunuh Noir.

Dan ini adalah kesempatan besar bagi kucing tersebut untuk menggunakan otak geniusnya.

"Halo?"

'Baiklah ini kesempatan bagiku! Aku akan kabur dari sini dengan memutuskan tali ini dulu.. Setelah itu aku akan kabur dan berlari zig zag jika orang2 didepan menembakiku!' pikir Noir menyusun rencana.

Ia pun menjalankan rencana pertama dengan memotong sedikit demi sedikit tali yg mengikat tangan kanannya dengan cakar2 tajamnya.

Setelah itu ia melepas tiga tali lain yg mengikatnya.

Sialnya , dukun itu sudah selesai menelpon.

"HEI MAU LARI KEMANA KAU!!!"

"Sial!" pekik Noir.

Ia ingin segera berlari tapi dukun itu melemparkan pisaunya dan menancap di paha kiri Noir.

"Aargh! Sial! Sekarang bagaimana caraku lari zig zag?!" gumam Noir kesal.

Ia memegangi paha kirinya sambil terus berlari keluar.

Tapi baginya yg diluar merupakan peluang baginya karena dua pria tadi tertidur.

"Hey kalian bangun!! Dasar bodoh!!!" bentak dukun itu.

Tapi kedua pria itu tak bangun juga karena sudah semalaman mereka mencari Noir.

Noir masih berlari entah kemana karena ia tidak tau arah jalan. Ia baru menyadari kalau dirinya ada di tengah hutan.

Darahnya tak berhenti mengalir keluar.
Ia mencabut pisau di paha kirinya lalu melemparnya kesegala arah.
Noir harus meminum darah makhluk lain untuk melakukan penyembuhan pada dirinya sendiri.

Real FriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang