Home Alone

3 3 0
                                    

20:00

Ting tung...

Ting tung...

Ckleek.

"Permisi.. Apa benar ini rumah Raphael?" tanya Mei , baru datang , kehujanan lagi.

"Eh silakan masuk.. Duh.. Jadi ngerepotin , ayo ganti pakaian dulu biar kakak buatin teh anget.." kata Rika dengan ramah.

"Eh ngga usah ka.. Lagian saya juga mau langsung pulang.." tolak Mei dengan lembut.

"Hala gapapa.. Kasian tuh kamu kehujanan.. Nanti kalo sa--"

"Hatsyi!!"

"Tuh kan.. Bilangin juga."

Terpaksa Mei menuruti Rika karena Rika orangnya memang suka memaksa.

Sementara Mei mengganti pakaiannya dikamar Rika..
Terdengarlah langkah kaki seseorang yg mendekati ruangan tersebut.
Semakin dekat dan semakin dekat.
Hingga akhirnya orang itu masuk kekamar Rika.
//untung Mei ganti bajunya di KM (゜-゜)//

"Rika..?" panggil pria yg memasuki kamar Rika yg tak lain adalah Raihan.

"Hah?! Suara cowo?!" pekik Mei kaget setengah idup mendengar suara yg begitu jelasnya adalah suara laki2.

"Oh kamu didalam ya say.. Aku mau ngomong penting nih jadi cepetan ya say.." ucap Raihan dari luar pintu KM.

'Haduh gimana nih...?!' batin Mei kebingungan.

Karena Mei sudah selesai dari tadi jadi ia keluar dengan cepat.

Raihan merebahkan dirinya di kasur , sedang memikirkan sesuatu. Mei kira pria itu tidur jadi ia keluar dari kamar dengan mengendap2.

"Sayang kamu ngapain..??"

"Ups!" pekik Mei , kaget.

"Kamu pake pewarna rambut ya? Perasaan tadi sore masih cokelat?" tanya Raihan yg hanya bisa melihat Mei dari belakang , dengan surai hitamnya yg basah.

'Haduh... Gimana nihh?!!!' batin Mei semakin berteriak.

Raihan menghampirinya dan kini mereka saling berhadapan dengan raut wajah Raihan yg serius.

Sementara dilain tempat...

"Assalamu'alaikum...?" dua orang manusia dengan wajah lesu membuka pintu rumah yg mereka tinggal seharian.

"Ai--" ucapan wanita paruh baya itu terpotong dengan sendirinya melihat sang anak tertidur di sova ruang tamu , menunggu kedatangan mereka berdua.

"Udah jangan dibangunin.. Ingat kan kalo Aira ngidap insomnia?" bisik papa Aira , Rudy.

"Ups.. Hampir aja.." ucap Yuki merasa bersalah karena berniat membangunkan putrinya tersebut.

"Ngh?... Eh mama papa udah pulang...?" tanya Aira yg terbangun karena merasakan pergerakan disekitarnya.

"Ah iya sayang.. Sebenernya mama mau ngomongin sesuatu sama kamu.." ucap Yuki.

"Apa ma? Pa?" kini Aira sudah berfirasat buruk.

"Jelasin pa." suruh Yuki.

"Lhah? Kenapa jadi papa? Ya mama lah kan mama sama2 perempuan.." tolak Rudy.

'Ini sebenernya ada apa sih??' Aira membatin.

"Ai.. Maaf...banget. Soalnya habis ini mama papa langsung ke Paris.. Aira jaga diri dirumah ya? Papa transferin uang selama kami disana ke rekening Aira buat uang jajan.. Gapapa kan?"

Real FriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang