"Raph?" panggil Viko.
Suara itu seolah menembus pikiran Raphael dan menyadarkannya.
Perlahan cengkeramannya melemah dan akhirnya menjatuhkan target.
Kedua matanya membulat dengan mulutnya yg sedikit terbuka.
Ia menangis. Raphael menangis.
Ia sembunyikan cakar2 itu lagi , lalu menjambak rambutnya sendiri frustasi."Raph... Gue tau lo Raphael.. Lo gak mungkin udah mati.. Plis jangan jadi monster Raph..." lirih Viko yg turut prihatin.
"Monster...? Gue monster?..."
Dor!
Bruk..
"Raphael?!!" kaget Viko ketika Raphael roboh ketanah.
"Jangan ada yg bergerak!! Monster ini akan segera di evakuasi!" ucap seorang dewasa yg memegang senapan.
"Gue... Bukan monster..." gumam Raphael yg tak ingin kehilangan kesadarannya karena tembakan tadi.
Ia mencoba sekuat tenaga untuk bangkit tetapi tembakan beruntun menyusul tembakan pertama dan membuat Raphael tumbang.
Tembakan itu masih berlangsung."DASAR POLISI BAJ*NG*N!!!!!" Viko yg tak tega melihat saudaranya disiksa langsung mengeluarkan pistol berukuran besar dari saku celananya dan menembakannya dengan cara berputar.
Semua anggota polisi itu roboh tak menyisakan seorang pun , termasuk orang2 yg melihat kejadian tersebut."Raph!" Viko memasukkan pistolnya kedalam saku celananya lagi dan langsung menghampiri Raphael yg telah kehilangan kesadarannya.
"Raph.. Buka mata lo! Raphael!" bentak Viko sambil menggoyangkan tubuh Raphael yg sudah ada dipelukannya.
Tapi sayangnya saudaranya itu sudah tak bisa menangkap suaranya lagi.Bulan yg berbentuk bulat sempurna itu mulai tertutup awan. Sinarnya pun mulai hilang. Bersamaan dengan sepasang sayap kelelawar , telinga kucing , dan ekor serigalanya yg menghilang. Begitu juga gigi2nya yg kembali datar dan tersusun rapi dengan kedua gigi taring yg normal.
Akan tetapi rambutnya yg berwarna abu2 masih jelas terlihat.Viko menggendong Raphael dan berlari ke rumah sakit terdekat , tepatnya di Medical Center yg merupakan rumah sakit pusat kota besar itu.
***
*Noir.. Noir dimana kau...??*
*Meuuw!*
*Oh ternyata kau disini ya.. Pantas saja ada makanan berceceran..*
***
*DOORR!!!*
*Gak kaget!*
*Kyaaa!! Kucing!!!*
*Kenapa? Kau takut?*
*Engga! Aku jijik ama kucing!!*
*'Jijik kau bilang?!!'*
*Huh! Dasar!*
***
*Tetaplah tersenyum... Aku suka itu.*
***
*Kamu..siapa?*
*Aku Raphael perwakilan dari kelas sebelah.. Salam kenal Vik.*
*Eh? Aku tidak pernah melihatmu? Dan bagaimana kau bisa tau namaku?*
***
*Aira harus menjauhi apapun yg berhubungan dengan masa lalunya , dan solusi yg tepat adalah , kalian harus memindahkan Aira.*
Degg
*A-apa?... Tidak.. Aira tidak boleh pergi...*
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Real Friend
AdventurePerbedaan , akankah memisahkan mereka? Demi sahabat , ia mengorbankan cintanya. Demi gadis yg dicintainya , ia mengorbankan segalanya. Akankah Raphael mencapai tujuan hidupnya? ~π~π~π~π~π~π~π~ Genre : fantasy , action , supernatural , vampire , dan...