Perasaan yang terkoyak

3.8K 100 1
                                    

Yudi dan Ima berjalan saling bergenggaman tangan menuju balai desa. Sesampai nya disana Yudi di panggil oleh Pak Dosen. Dan di sampingnya terlihat kedua orang tua Yudi.

"Yudi...sini....ini kedua orang tua mu menyusul ke sini"

Tentu saja Yudi sangat terkejut melihat kedatangan kedua orang tua nya.

"Papi....Mami...kenapa kalian menyusul ku kesini...."
"Yudi...kamu ini gimana sih..jauh-jauh  kami susul ke tempat ini, malah begitu sambutanmu"
"Bukan...maksud Yudi, besok kan Yudi sudah pulang..kenapa kalian repot-repot kemari.."
"Nak..Papi dan mami datang kemari, bukan tanpa maksud tujuan apa-apa. Kami mengajak seseorang yang kata nya tak sabar ingin ketemu kamu"
"Siapa Pi..."

Dari mobil yang terparkir keluarlah seorang wanita yang seksi memakai rok mini, dengan rambut tergerai.

"Cindy...."
"Iya nak...Cindy baru pulang dari kuliahnya di pulau jawa..katannya ia tak sabar ingin ketemu kamu.."

Gadis yang bernama Cindy itu tersenyum genit, tangannya menggelendot manja pada Yudi. Ima pun seketika menjauhkan diri dari Yudi. Ada rasa sesak di dadanya.

"Yudi..papi sudah lama bersahabat dengan orang tua Cindy..oleh karena itu kami berniat menjodohkan kamu dengan Cindy...kami harap kamu bersedia...."
"Enggak...Pi..Yudi gak bisa..."
"Kenapa nak...Cindy ini anak yang baik"
"Enggak pi...papi gak bisa maksain perasaan Yudi"
"Kamu harus mau Yudi..Mami sudah mengatur semua nya...kalian secepatnya bertunangan dan menikah"

Jauh di belakang kerumunan itu tanpa Yudi sadari  ada hati seorang wanita yang terkoyak. Hati yang baru menyadari bahwa ia ternyata mencintai Yudi. Hati yang baru menyadari bahwa ia sebenarnya tak ingim kehilangan Yudi. Hati itu milik Ima.

"Yudi...kamu sekarang Ikut mami dan papi pulang..barang-barang kamu nanti dibawakan oleh temanmu"
"Gak bisa Mi...Yudi masih ada urusan di sini.."
"Pulang sekarang Yudi"

Ima pergi menjauh mendengar perdebatan itu. Apalah dirinya hanya pungguk yang merindukan bulan. Ia kembali ke tenda. Ditatapnya aliram sungai yang mengalir di depan tenda. Ia teringat peristiwa bercinta dengan Yudi. Ia berharap menemukan kebahagiaan. Namun apa yang ia dapat hanya kehancuran.

Terasa ada tangan yan menepuk bahunya.

"Sabar Ima...kalau jodoh tak akan kemana...kami sahabat-sahabatmu akan selalu ada untukmu"
Suara Andy menyadarkan ku dari lamunanku. Ya..aku harus berusaha menerima kenyataan hidup ini.

Tak mereka sadari ada senyum penuh kemenangan dari seseorang yang memperhatikannya
"Ini baru permainan awal.. Ima"

Kutemukan Cintaku di Kaki GunungTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang