Sherly yang sedang asyik bermain dengan sosmednya, tiba tiba ada yang mengganggu aktivitasnya, Fahri tiba tiba menelfon yang membuat Sherly kesal.
"kenapa gak diangkat telfonnya?" Tanya Rayhan yang mulai tadi mendengar HP Sherly berbunyi terus karena ada telfon tapi tak kunjung diangkat oleh Sherly.
"Fahri yang nelfon, malas gue mau bicara sama dia." Jawab Sherly mengabaikan HPnya yang masih berbunyi.
"Oh biar sini gue aja yang bicara."
Sherly terpakasa menerima telfon dari Fahri dan membantu menempelkan hpnya di telinga Rayhan.
"Hey, ngapain nyari Sherly? Udah gak usah khawatir, gue akan jagain Sherly buat selamanya." Sherly yang mendengarnya senang tapi jijik.
"Kok lo sih? Mana Sherly." Tanya Fahri kesal.
"Apa?" Sapa Sherly sengaja membuat Fahri panas.
"Lo dimana?" Tanya Fahri, tapi sebelum Sherly menjawabnya Rayhan langsung menutup telfonnya.
"Sherly sedang sama Rayhan." Lapor Fahri kepada Keisha.
"What? Sekarang lo harus cari mereka berdua." Perinta Keisha.
"Ya."Fahri langsung mencari Sherly dan Rayhan secepat mungkin.
"Dasar, mau aja ya lo nurutin perintah gue." Keisha menahan tawanya ketika melihat Fahri yang selalu siap dengan perintanya.
"Sher gue kesini nyari kado buat adek gue." Rayhan dan Sherly mulai masuk ke dalam toko mainan dan baju.
"Adek lo cewek atau cowok?" Tanya Sherly.
"Cewek."
"Baju ini aja bagus." Saran Sherly memberikan baju berwarna pink kepada Rayhan.
"Jelek ah, yang ini bagus." Ucap Rayhan memperlihatkan baju pilihannya yang ukurannya setara dengan badan Sherly.
"Yang itu terlalu besar Ray."
"Ini buat lo, coba gih." Rayhan memberikan baju yang dipegangnya kepada Sherly.
"Ya, gue ganti dulu, tunggu jangan kemana mana." Sherly membawa baju tersebut ke fitting room untuk mencoba baju pilihan Rayhan.
"Siap." Rayhan duduk pada kursi di belakangnya.
"Duh lama banget sih, masih mandi mungkin ya." Gumam Rayhan yang mulai menidurkan badannya dengan tak sengaja matanya tertutup.
"Eh ternyata lo nunggu gue sampai tidur, segitu lamanya ya, gue kerjain deh." Sherly menghampiri Rayhan dengan baju baru yang sedang dipakainya.
"Pak jangan tidur disini, kalau gak ada yang diperluin silahkan keluar." Usir satpam, yang udah diatur oleh Sherly.
"Jangan pak saya sedang nyari kado." Rayhan terkejut dan langsung bangun.
"Bawa aja pak, dia hanya ganggu aja." Perintah Sherly sambil menahan tawanya.
"Wow ada bidadari, gue udah di surga ya? Dan lo pasti malaikat yang mau antar gue ke surga." Ucap Rayhan menunjuk satpam tersebut yang masih setengah sadar.
"Gue Sherly Ray, saking cantiknya gue sampai gak kenal ya lo, dia teman saya pak, kita masih mau nyari barang disini, maaf ya pak." Satpam itu mengangguk dan segera pergi.
"Udah nemu belum kado buat adek gue?" Rayhan mengusap matanya yang masih sedikit mengantuk.
"Udah, tadi gue sebelum kesini, nemu baju ini, gimana menurut kamu?"
"Hm bagus, yaudah yuk bayar."
"Beli mainan yuk, adek lo pasti suka." Sherly langsung pergi ke tempat yang penuh mainan tersebut.
"Gak usah, pulang yuk." Sherly menggeleng, terpaksa Rayhan mengikuti keinginan Sherly demi adiknya.
"Gak sayang banget sih lo sama adeknya, btw nama adikmu siapa?" Tanya Sherly sambil mencari mainan yang cocok buat adiknya Rayhan.
"Khansa."
"Oh, ini aja gimana?" Sherly memperlihatkan boneka Barbie yang sangat cantik.
KAMU SEDANG MEMBACA
ESPERANZA [Completed]
Teen Fiction[ Completed ] Belum di Revisi. Esperanza. Harapan. "Andai dia tau, berharap itu melelahkan dan membosankan." -Siska "~Janganlah kamu memberi harapan, jika ujung ujungnya hanya nyakitin~" -(Part 1 cerita Esperanza) Sinopsis cerita Esperanza : - Cint...
![ESPERANZA [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/147999440-64-k146162.jpg)