Pusing karena memikirkan hubungan Taehyung dengan pria asing itu, Soojae memilih untuk tidur digendongan Taehyung, sementara pria itu diam-diam memperhatikan Soojae yang nampak nyaman dan damai dalam rengkuhannya.
Tubuh gadis itu ringan, seperti sekarung jerami. Benar-benar menggemaskan seperti bayi, begitu menatap wajah Soojae terlalu lama, Taehyung merasa dadanya bergemuruh tidak normal. Taehyung ingin membungkuk ke wajah Soojae, menciumnya sekali lagi, tapk diurungkannya niat tersebut. Ya ampun, barusan mereka sudah berciuman, tapi ia merasa tidak puas hanya dengan hal itu. Sungguh kurang ajar jika ia bersikap lebih jauh lagi.
Soojae, Soojae!
Taehyung benci Soojae, tetapi tubuh pria itu mengatakan hal yang berlawanan dengan apa yang otaknya katakan, malah semakin merengkuh tubuh mungil gadis itu. Dasar Taehyung, selu saja dikalahkan oleh gairahnya sendiri.
Dasar payah!
Taehyung berpikir bahwa ia memanglah harus melindungi Soojae sampai gadis itu pulang dengan selamat. Itu mungkin akan berisiko besar bagi Taehyung, tapi demi gadis yang entah karena apa alasannya, Taehyung mau mengantarkan Soojae sampai ke desa terdekat, lokasinya cukup jauh dari sini. Mungkin butuh beberapa hari perjalanan jika mereka pergi dalam cuaca tidak menentu seperti ini.
Saat mereka telah sampai di halam rumah, Taehyung melihat seekor kuda hitam telah tetambat di sana.
Atmosfer bumi terasa panas kendati awan mendung di atas langit bergerumul hitam hendak menurunkan ribuan anak-anak air ke tanah, tetapi semua kebakaran dan kegersangan yang Taehyung alami di dalam hatinya tak kunjung padam, apalagi harus melihat sosok yang sangat tidak ingin ia lihat atau temui, tengah berdiri di depan pondoknya, sambil tersenyum penuh arti.
Taehyung ingin sekali menyerobot datang, setidaknya meninju wajahnya sampai babak belur. Taehyung tidak tahan, sungguh. Jika saja pria itu berani mengusik hidupnya lagi, Taehyung bersumpah akan membunuhnya dengan tangan sendiri.
Ketika langit mulai memuntahkan air, Taehyung melangkah gagah, sedikit merunduk untuk melindungi wajah Soojae agar tidak terkena rintikan air hujan. Masuk ke dalam rumahnya, dengan pria keparat yang tidak tahu sopan santun ikut membuntutinya.
Setelah membaringkan Soojae di atas kasur tipis miliknya, namun cukup hangat untuk tubuh Soojae yang kedinginan.
Taehyung lupa kalau pakaian Soojae basah, sampai pakaiannya pun ikutan basah juga. Dengan enggan Taehyung melepaskan pakaiannya, cuek saja dengan sepasang mata tajam milik satu orang lain yang mengawasi gerak-geriknya.
"Kau membentuk tubuhmu dengan bagus." kata si pria asing.
Taehyung tidak tanggapi.
"Kau masih saja sama seperti dulu, begitu sexy haha... Taehyung? Bagaimana dengan gadis itu? Kau tidak berniat melepas pakaiannya?"
Banyak bicara sekali.
Kini giliran Taehyung yang menatap pria itu dengan nyalang, urat-urat di tubuhnya menegang dan kepalan tangan Taehyung ingin segera meremukan sesuatu, tapi begitu Taehyung sadar kalau si brengsek itu sedang memancingnya, Taehyung lekas mendecih sebagai jawaban.
"Jangan ikut campur urusanku, Jungkook."
Pria yang di sebut-sebut Jungkook tersenyum senang.
Sudah lama sekali ya tidak mendengar Taehyung memanggil namanya.
"Aku hanya bertanya, apa salah? Oh aku tahu, kau tidak ingin berbagi denganku? Ya silahkan, aku bisa cari sendiri nanti," kata Jungkook lalu duduk di dekat perapian.
Pria itu melemparkan kayu kering ke dalam tungku, mengorek-oreknya untuk membenarkan letak kayu.
Begitu api berkobar besar, Taehyung duduk menghadap Soojae. Pria itu menarik selimut untuk menutupi kaki gadis itu.
Kasurnya bisa basah jika Soojae tetap terlelap di sana.
"Soojae.... ganti pakaianmu, cepat!" Taehyung katakan itu setengah memerintah.
Tapi Soojae tak kunjung membuka mata, masih tertidur dengan hembusan napas teraturnya.
Taehyung gemas juga rupanya, sampai akhirnya Taehyung menarik hidung memerah Soojae beberapa kali, tapi Soojae tetap tertidur.
Kebo sekali...
Sedang hujan sudah turun 15 menit yang lalu dengan begitu derasnya. Jika saja ada petir dan guntur yang besar-besar, Taehyung yakin gadis itu akan terbangun dengan sendirinya.
Ya Tuhan! Apakah Taehyung harus melepaskan pakaiannya saja, dan hanya membiarkan gadis itu tidur telanjang dengan selimutnya?
Tapi, di sini ada Jungkook.
Taehyung tahu Jungkook seperti apa, pria itu lebih gila dan keparat dari Taehyung. Dan lagi pula, Taehyung tidak akan membiarkan Jungkook menatapi tubuh Soojae barang sedetik saja.
"Kau sibuk sendiri, sampai mendiamkanku."
Jungkook berujar sambil maniknya memperhatikan Taehyung yang sibuk dengan Soojae.
Di dalam benak Jungkook, ia berpikir kalau Taehyung dan Soojae adalah sepasang kekasih. Tapi.... lagi-lagi, Jungkook ingin tertawa melihat orang yang di panggilnya menatap bengis ke arahnya.
Santai saja Taehyung, santai.
"Ahh kalau begitu aku akan istirahat sebentar...." Jungkook terkekeh sebelum melepaskan mantelnya. Lekas menaruhnya di lantai untuk di jadikan bantalan kepala.
Taehyung lekas menatap Soojae.
Pria itu lalu melucuti pakaian Soojae yang basah.
Masa bodo!
Ini demi kesehatan gadis cerewet itu. Perihal hasratnya? Taehyung bisa memeluk Soojae atau melumati bibirnya ketika tidur nanti.
Enak sekali ya, Taehyung.
Dan perihal Jungkook?
Taehyung akan menjaga Soojae.
Kalau perlu tidak tidur sekalian.
****
Di antara suara hujan dan air yang bergemericik, Jungkook tersenyum cerah.
Akhirnya ia bisa datang dan melepaskan rasa rindu pada Taehyung lewat tatapan mata yang teramat bengis untuk ukuran orang yang punya hubungan darah.
Ya, Jungkook itu adik tirinya Taehyung.
Adik kandung yang umurnya hanya terpaut 3 tahun lebih muda dari Taehyung.
Jungkook senang.
Senang sekali.
Karena ia bisa membuat kakaknya itu jadi lebih menderita.
Gadis itu.
Gadis bernama Soojae itu.
Akan menjadi sasaran pertamanya.
Tapi....
Dengan cara apa?
Apakah memakai cara licik seperti dulu?
Atau cara baru? Yang lebih menyenangkan?
Jungkook akan pikirkan hal itu nanti, yang terpenting untuk sekarang, Jungkook butuh tidur. []
HaderKim
KAMU SEDANG MEMBACA
[KTH] My Patron ✔
FanfictionChoi Soojae tumbuh dan besar dalam dunia gemerlap kota Seoul. Saat mengalami kecelakaan tragis itu, ia diharuskan bertahan hidup di hutan yang tak pernah terjamah oleh manusia. Dalam keadaan yang tidak berdaya, Kim Taehyung datang menyelamatkannya...
![[KTH] My Patron ✔](https://img.wattpad.com/cover/177055408-64-k508428.jpg)