Jungkook membungkuk di atas Soojae. Bibirnya menyentuh lekuk leher gadis itu dan sengaja meninggalkan bekas-bekas menyakitkan di sana. Soojae megap-megap seperti ikan kehabisan napas, tertindih dan kelelahan karena terus meronta. Matanya berkunang dan bibirnya perih karena ciuman kasar Jungkook padanya.
"Aku tidak berniat mengasarimu, Soojae." Jungkook mengusap air mata gadis itu, menyentuh pipinya.
"Aku tidak berniat melakukannya andai kau mau menurut."
"Tolong hentikan," isak Soojae.
"Kau harus jadi milikku." Pria itu mengecup kelopak mata Soojae yang menggeletar penuh pilu. Sikap tubuh Soojae begitu tegang dan ketakutan, kedua tangannya tertahan di dada Jungkook. Tubuh Jungkook berada di antara pahanya dan pria itu tidak ragu menunjukkan betapa bergairahnya dia.
"Jangan sentuh aku." Air mata Soojae jatuh lagi. Kemeja bagian depannya koyak karena ditarik paksa, tetapi Jungkook tidak berhasil melakukannya. Meskipun Soojae sudah memohon agar dilepaskan, Jungkook tidak mendengarnya. Pria itu mendesak tubuhnya semakin menempel dengan Soojae. Satu tangannya meraih lengan Soojae yang tertahan di dadanya. Gadis itu semakin ketakutan dan memberontak kesetanan, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Jungkook semakin menginginkan Soojae saat dadanya yang penuh naik-turun menarik napas.
"Taehyung tidak akan menghargaimu, Soojae."
"Dia pria paling jujur yang pernah kukenal."
"Dia menyakitimu."
"Kau juga menyakitiku, Jung."
"Aku tidak akan ragu untuk menyakitimu. Kecuali kalau kau diam dan berhenti menangis."
"Jangan bunuh aku."
Soojae menangis keras ketika Jungkook menempelkan ujung benda tajam ke lehernya. "Maka dari itu diam dan turuti keinginanku."
"Tidak mau."
"Kalau kau mati, tidak akan ada yang tahu di mana aku akan meletakkan mayatmu."
"Taehyung pasti datang untuk menyelamatkanku." Soojae katakan dengan lemah, ia tahu Jungkook sama tidak yakin dengan dirinya.
"Aku mengambil arah yang berbeda dari arah sebenarnya, kalau beruntung dia mungkin bisa menemukan kita, tetapi mungkin semuanya sudah terlambat."
"Kumohon jangan lakukan itu."
Soojae menangis tersedu-sedu, ia sangat takut. Benar-benar takut Jungkook akan membunuh atau merusaknya, Soojae benar-benar tidak menduga Jungkook akan memaksanya seperti ini. Ia benar-benar menyesal karena telah membuat keputusan yang salah, padahal Taehyung sudah memperingatkannya. Taehyung...
Tangis Soojae semakin keras. Ia semakin mengerti mengapa Taehyung begitu marah karena ia berdekatan dengan Jungkook, tetapi ia terlalu egois dan bodoh. Jungkook begitu baik dan lembut, berbeda dengan Taehyung yang sangat pemarah. Soojae telah salah menilai. Ia menyesal karena tidak menuruti perkataan Taehyung.
"Sekarang diam dan berhenti menangis."
Soojae membelalak karena marah, tetapi akhirnya ia menarik napas dan menghembuskannya dengan gemetar. Jungkook membungkuk dan menciumnya lagi, tetapi Soojae sudah terlalu lelah untuk memberontak. Gadis itu memejamkan mata, sekuat tenaga untuk tidak menangis keras-keras saat Jungkook menurunkan tali tanktop di bahunya. Ia diam dan ketakutan, membiarkan Jungkook melecehkannya. Membiarkan tangan pria itu menyentuh payudaranya. Soojae ingin berteriak, memberontak, tetapi ia diam di sana seperti orang bodoh. Ia hanya berharap Jungkook tidak benar-benar berniat untuk membunuhnya.
"Kau cantik sekali, Soojae." Jungkook memuji setelah ia menarik tanktop gadis itu sampai tersibak ke atas. Payudaranya nampak penuh di dalam selimut bra yang lembut dan nyaman. Jungkook menghembuskan napasnya di antara dada Soojae dan mencumbunya di sana. Soojae tersengal, jijik. Setelah itu, Jungkook nampak terdiam lama sambil menatapnya. Soojae pikir, Jungkook berniat untuk melepaskannya, tetapi pria itu rupanya memiliki rencana lain.
Jungkook tidak ingin bermain-main lagi, ia sudah merasa cukup. Maka dari itu jari-jarinya turun menelusuri kancing celana jins Soojae dan bersusah payah melepaskannya. Saat Jungkook sedang membungkuk dan lengah, Soojae meraba-raba dedaunan untuk mencari apa saja yang bisa ia gunakan. Tepat ketika Jungkook mengangkat wajah dan bergumam, "Sialan! Kenapa kau mesti memakai celana jins?" Soojae menusukkan cabang pohon kering ke lengan Jungkook yang terluka. Pria itu terkesiap kesakitan.
Soojae merasa ia akan kehabisan napas hanya karena berguling menjauh dari Jungkook. Ia bahkan tidak tahu mengapa tanah berubah menjadi tidak rata dan kakinya melangkah gontai. Sebelum benar-benar menyadari kehadiran Jungkook, Soojae yakin ia melihat kelebatan bayangan seseorang. Bibirnya terbuka, memangil lirih, tetapi ia sudah jatuh lebih dulu begitu Jungkook meraih tengkuk belakangnya. Pria itu mendorongnya jatuh ke tanah, ia terisak, tetapi tidak cukup tenaga untuk melawan lagi.
"Dasar gadis jalang!" Jungkook marah besar. Ia menggunakan pisau berburunya untuk melepas kancing celana Soojae dan memelorotinya. Soojae berteriak keras untuk yang terakhir kali sebelum Taehyung berdiri di belakang punggung Jungkook dan memukul kepala belakangnya dengan keras.
***
Soojae hampir tidak menyadari apa yang terjadi, tetapi ia melihat tubuh Jungkook jatuh ke tanah karena pingsan. Mata Soojae berembun oleh rasa bahagia sekaligus sedih ketika Taehyung membungkuk ke atasnya. Pria itu menyentuh pipinya, mencium keningnya dan membisikan kata-kata lembut. Soojae terisak lemah, tangannya yang kurus merambat memeluk leher Taehyung.
"Taehyung...."
"Maafkan aku, Sayang."
"Aku takut sekali."
"Aku juga, tapi aku sudah ada di sini."
"Syukurlah kau datang tepat waktu."
Taehyung menyapukan bibirnya ke bibir Soojae. Menatap mata rapuh itu dalam-dalam. Melihat keadaan Soojae seperti ini, membuat hati Taehyung tersayat, jantungnya seperti ditembus paku ketika isakan Soojae penuh dengan kesedihan. Ia menyesal telah menyakiti hati gadis ini. Ia sungguh menyesal.
"Maafkan aku, Taehyung."
"Aku telah menghinamu, Soojae."
"Kau hanya sedang marah waktu itu, aku tahu kau tidak berniat mengatakannya." Taehyung tidak mengerti mengapa Soojae bisa begitu baik, ia tidak mengerti mengapa hatinya menjadi sangat nyaman ketika Sooje bergelung ke dadanya.
"Aku sangat menyesal."
"Aku juga." Wajah Tehyung penuh rasa bersalah, ia membawa Soojae ke dalam gendongannya dan meninggalkan Jungkook yang pingsan.
"Saat aku mulai meningalkan tempat itu. Aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Aku ingin berbaikan denganmu sebelum aku pergi."
"Kau benar-benar gadis bodoh, Soojae." Soojae menengadah memandang Taehyung.
"Aku tahu, aku telah salah menilaimu."
"Begitu pun juga aku."
Taehyung tidak mengatakan apa-apa lagi, ia bersiul pelan untuk memanggil Jack. Tidak lama dari itu Jack muncul dari balik semak-semak. Saat Taehyung mengangkat Soojae ke atas punggung Jack, Soojae memandang ke arah Jungkook yang terbaring tak sadarkan diri. Alisnya mengerut cemas.
"Apakah dia hidup?"
"Kau berharap dia mati?" Soojae menunduk dan menatap Taehyung.
"Aku tidak ingin kau sampai membunuh adikmu hanya karena aku."
"Dia cuma pingsan, begitu sadar. Dia akan melarikan diri dari sini."
11-Juni-2019/Alim
Gitu doang baper 😭💋
KAMU SEDANG MEMBACA
[KTH] My Patron ✔
Hayran KurguChoi Soojae tumbuh dan besar dalam dunia gemerlap kota Seoul. Saat mengalami kecelakaan tragis itu, ia diharuskan bertahan hidup di hutan yang tak pernah terjamah oleh manusia. Dalam keadaan yang tidak berdaya, Kim Taehyung datang menyelamatkannya...
![[KTH] My Patron ✔](https://img.wattpad.com/cover/177055408-64-k508428.jpg)