Sudah siap untuk part akhirnya, Hades? 😁😄
10k words.
Semoga kalian gk kecewa ya, dan bisa menikmati part panjang ini.
***
Tak ada air mata, tak juga ada kilauan kesedihan. Yang bisa di temukan dalam binar matanya adalah rasa tulus dan kesabaran yang begitu tinggi.
Awalnya, semua terasa jatuh, terasa berguncang dan tak bernilai. Warna-warna di setiap harinya kelabu dan penuh ketakutan. Tetapi hey! Semua sudah terlalui dengan begitu baik. Sampai saat ini. Ia bahkan lupa caranya menangis dan atau lupa caranya marah pada sosok itu.
Ia tak berhak memberikan batasan yang begitu keras pada manusia lain. Hidup itu bebas. Terlalu bebas sampai sulit di kendalikan.
Soojae tidak bisa menjaga Taehyung, maksudnya, Soojae tidak bisa menghentikan pria itu jika hanya dengan pagar besi yang ujungnya lancip-lancip. Soojae tidak bisa menghentikan Taehyung kendati pria itu telah mengikatnya dengan tali pernikahan.
Taehyung adalah pria matang. Dia adalah definisi dari cerahnya mentari, dan mendungnya langit; pria itu tahu apa yang menurutnya baik. Taehyung adalah si kuat yang rapuh, sama seperti dirinya.
Orang hanya menilai dari apa yang mereka lihat. Begitu pun pada keadaan Soojae.
Awalnya Soojae membenci dirinya yang lemah, benci saat ia tahu kalau Taehyung sudah tidak berada di sampingnya. Setiap detik di harinya, Soojae menggumamkan nama Taehyung di lubuk. Memberikan ribuan pertanyaan yang masih belum bisa ia jawab sendiri. Pun saat ia menangis sambil peluk lututnya erat-erat. Soojae tak banyak mengerti kenapa ia mesti menangis sebegitu kerasnya saat Taehyung saja tidak bisa mendengar tangisnya lagi.
Taehyung..... pria itu pergi karena sesuatu yang lain. Yang pelik urusannya, namun tetap berefek besar. Pria itu telah lama termakan rasa sesal. Dan entahlah, Soojae tidak begitu pintar menebak-nebak isi otak si anak Kim tersebut. Yang ia tahu. Taehyung pergi, dan akan kembali entah kapan itu.
Selama hampir delapan bulan menunggu dengan penuh sabar. Soojae di titipkan seseorang; yang selama ini menjadi alasannya bertahan, yang selama ini menjadi kekuatan baru untuknya menerima kenyataan.
Tuhan itu maha adil. Membiarkan yang satu pergi dan mendatangkan yang lain. Bukan, ini bukan tentang Soojae yang kepincut lelaki. Tetapi bagaimana benih yang Taehyung tanamkan di rahimnya tumbuh dengan begitu baik. Menjadi gumpalan darah dan menjadi daging di hari-hari berikutnya. Sampai buntalan itu mengikutinya di setiap pergerakan. Membuat Soojae gemas dan ingin segera menatap wajahnya yang mungil dan lucu.
Soojae berpikir, apakah Taehyung akan sangat senang saat tahu dirinya tengah mengandung benih yang pria itu tanamkan? Apakah pria itu akan senang, dan apa yang akan pria itu katakan saat pulang nanti?
Begitulah hidup. Ini adil, sangat malah. Soojae hanya perlu bersabar, sebab, inilah rintangan dalam hubungan percintaannya bersama Taehyung. Soojae tersenyum. Selama apapun Taehyung pergi meninggalkannya, ia tetap akan menunggu pria itu dengan penuh pengertian. Meskipun, mungkin, saat bertemu nanti. Mereka sudah tidak muda lagi, tidak sama lagi.
"Soojae...."
"Ya?"
Soojae hanya tersenyum saat ibu mertua menyembul dari balik pintu. Membawa segelas susu di nampan. Dan menaruhnya di nakas.
KAMU SEDANG MEMBACA
[KTH] My Patron ✔
Fiksi PenggemarChoi Soojae tumbuh dan besar dalam dunia gemerlap kota Seoul. Saat mengalami kecelakaan tragis itu, ia diharuskan bertahan hidup di hutan yang tak pernah terjamah oleh manusia. Dalam keadaan yang tidak berdaya, Kim Taehyung datang menyelamatkannya...
![[KTH] My Patron ✔](https://img.wattpad.com/cover/177055408-64-k508428.jpg)