Noted ; hai manteman! Maaf baru updte. Janji up jam 9, malah mau jam 10 baru aku updte. Tadi harus ngurusin adekku dulu, lagi sakit. Jadi baru bisa diupdte xixixix enjoy.
Area 21+ ya kakak, bijak-bijak 😙
***
Karena hujan yang tak berhenti sejak semalam. Jalanan di pinggir kota becek dan kubangan-kubangan besar digenangi air berwarna cokelat pekat.
Ini lebih buruk dari pada jalanan yang ada di desa. Aspalnya tercabut dan bebatuannya bergulir di antara sisi lubang yang tergenang air hujan. Langit masih mendung, dan air hujan jatuh rintik-rintik di atas kepalanya.
Menubruk jas hujannya yang berwarna kelabu. Ujung sepatunya basah dan kotor, beberapa pasir hinggap di sisi-sisinya lantaran aspal sialan itu. Berdecih untuk menertralkan dingin yang menusuk tulang, ia melangkah menyelidik ke arah sebuah rumah mungil menjorok panjang ke belakang yang terletak di paling ujung tempat.
Min Yoongi melompati pagar kayu bobrok setinggi paha, ketika mendarat di atas rerumputan, air hujan memercik membasahi ujung celananya.
Setelah melongok pada jendela, Yoongi mencari celah untuk masuk ke dalam rumah tersebut. Mencungkilkan jendela dengan pisau lipat andalannya, dan wow! Satu langkah berhasil.
Yoongi melepas jas hujannya, masuk tanpa membuat kegaduhan.
Ini ruangan sebelah kanan yang cukup sempit dari keseluruhan ruangan di rumah ini.
Yeah! Karena memang jendela yang ada di sinilah yang paling mudah disusupi. Bisa dibilang ini sebuah gudang. Ada beberapa barang bekas yang ditutupi kain putih kusam. Bau pengap menyentuh indra penciumannya dan Yoongi merutuk ketika sepatunya menginjak sesuatu. Ia menyumpah dalam hati.
Semoga saja pergerakannya tersebut dianggap sebagai suara tikus nakal.
Beberapa detik Yoongi mengawasi, termenung sesaat di antara kegelapan, sambil memikirkan bagaimana caranya supaya ia tidak salah memasuki kamar.
Yoongi memotek knop pintu, dan tidak terkunci. Itu menguntungkannya, setidaknya untuk sekarang.
Melirik ke sudut kanan dan kiri, tidak ada siapa pun selain gelap yang memakan sebagian ruangan. Yoongi mengambil langkah ke arah depan, mendorong pintu-pintu kamar yang tak terkunci dengan perlahan. Ia tidak menemukan apa pun selain botol anggun di atas meja. Piring-piring bersih disusun sedemikian rapih di tempatnya, dapur bersih dan terawat.
Ia sudah memeriksa seluruh ruangan, tidak ada Jungkook yang ia cari. Hanya tersisa satu kamar tidur yang belum ia periksa. Letaknya di sebelah kiri darinya berdiri, lantas berakhir menyusuri lorong sebentar untuk melihat-lihat, dan mendorong pintu itu dengan tangannya.
Ia termenung beberapa detik, menyumpah dalam hati, lalu mendengkus marah, sialan! Ia gagal mendapatkan si Jungkook itu, dan apa ini? Ia menemukan seorang gadis tengah meringkuk tak berdaya di atas ranjang dengan tangan terikat.
Sebuah keputusan benar yang telah Yoongi ambil adalah dengan mengikuti jejak Jungkook yang semakin sulit untuk dilacak. Pria itu bersembunyi dan mangkir dari panggilannya untuk ditanyai mengenai Taehyung.
"Apa yang sudah Jungkook lakukan padamu?"
Yoongi membungku. Dengan hati-hati melepas ikatan di tangan rapuh gadis itu. Jira mengerjakan matanya yang basah.
"Jungkook yang melakukannya?" Jira tak menjawab, ia menangis sedih. Kelihatan putus asa dan terluka. Yoongi tidak tahu apa yang sudah menimpa gadis ini. Pasti ia yakin itu sesuatu yang buruk.
KAMU SEDANG MEMBACA
[KTH] My Patron ✔
FanficChoi Soojae tumbuh dan besar dalam dunia gemerlap kota Seoul. Saat mengalami kecelakaan tragis itu, ia diharuskan bertahan hidup di hutan yang tak pernah terjamah oleh manusia. Dalam keadaan yang tidak berdaya, Kim Taehyung datang menyelamatkannya...
![[KTH] My Patron ✔](https://img.wattpad.com/cover/177055408-64-k508428.jpg)