33 : Life [M]

13.3K 1.1K 365
                                        

"Sudah bangun?"

"Kau dari mana saja?"

Taehyung memandangi Soojae yang berdiri rikuh menahan selimut di sekeliling tubuh. Rambut kusut, bibir ranum dan mata sayu. Soojae kelihatan sangat lezat di matanya, dan Taehyung ingin sekali menyerangnya lagi.

"Jihoon mengantarkan keranjang makanan."

Taehyung menoleh ke ruang santai di mana ia menyimpan keranjang makanan yang baru dikirim Jihoon. Ini sudah jam 9 pagi, dan ia sudah bangun 30 menit yang lalu. Meninggalkan Soojae dalam kehangatan sendirian.

"Kupikir ... kupikir kau meninggalkanku," kata Soojae pelan. Taehyung sudah berpakaian, hanya pakai jins saja dan bertelanjang dada. Ketika pria itu menghampiri Soojae, tangannya terulur untuk menyelipkan sehelai rambutnya ke belakang telinga.

"Mana mungkin aku meninggalkan istriku, sementara dia telanjang bulat di atas ranjang." Suara Taehyung terdengar serak dan dalam, dan Soojae tak bisa menyembunyikan detak jantungnya yang menggila.

Semalam adalah pengalaman yang sangat indah, ingatan itu masih basah. Sampai sekarang Soojae masih bisa merasakan sentuhan Taehyung di tubuhnya, bagaimana pria itu membelai, getar hentakan dari pinggulnya, serta tubuh gemetaran yang meledak bersama semen gairah. Soojae menggigit bibir tanpa sadar.

"Aku baru saja memasukan kentang ke dalam bara api, sementara itu kita bisa mandi."

"Kita ...?"

Taehyung memiringkan kepala. "Hm ... aku sudah menyiapkan air hangat. Bantu aku bercukur, ya."

Sebelum Soojae menjawab, Taehyung sudah meraih wanita itu dan mengangkatnya ke tubuh. Kamar mandinya bersih, luas dan hangat karena uap air. Soojae diturunkan perlahan, terpana saat Taehyung dengan ringan melepaskan celana jins dan melangkah masuk ke dalam air.

"Mau sampai kapan kau berdiri di sana?"

Soojae meremang, adrenalinnya meningkat. Meskipun ia sudah memberikan semua pada Taehyung, ketelanjangan di hadapan pria merupakan hal yang baru baginya.

"Aku masih merasa malu."

"Nanti juga terbiasa."

Sepasang mata Taehyung menatapnya lekat-lekat, senyumnya kecil saat Soojae ragu-ragu melepaskan selimut itu dan melemparkannya keluar dari pintu.

"Kau sangat cantik, Soojae."

Ketika Soojae berbalik untuk menemukan Taehyung, ia terpana oleh gairah dan cinta yang tujukan pria itu untuknya. Ia sangat lemah terhadap tatapan pria itu. Lengannya disilangkan di depan dada, melindungi payudaranya dari jilatan api sorot mata Taehyung.

"Lepaskan, biar aku melihatmu."

Soojae melakukannya. Ia melepaskan silangan tangan dan membiarkan tubuh telanjangnya dilahap habis oleh Taehyung. Soojae suka  setiap Taehyung melihatnya, mata pria itu menjadi sayu, seperti orang mabuk. Rasa percaya dirinya meningkat, yang membawa kaki melangkah dan bergabung bersama Taehyung.

"Tadinya aku ingin menyiapkan semuanya sebelum kau bangun."

Soojae memejamkan mata, merasakan jemari Taehyung mengusap pipinya. "Kau tahu, saat aku melihatmu berdiri di kamar tadi? Kau kelihatan seperti anak kecil yang tersesat. Mata besar yang cemas dan tubuh mungil terbungkus selimut."

[KTH] My Patron ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang