24 : Then

8.1K 1.1K 251
                                        


Soojae tidak bisa tidur. Di atas ranjangnya, ia berbaring dengan resah. Air mata membasahi pipi, kedua tangannya terlipat di bawah dagu.

"Aku merasa kosong dan takut," bisiknya. Meringkuk di bawah selimut.

Setelah proses pemeriksaan singkat di kantor polisi, Soojae segera dipulangkan ke rumahnya. Ketika sampai, Soojae disambut oleh sang ayah yang langsung memeluknya.

Saat itu, Soojae sama sekali tidak merasakan kenyamanan dan kerinduan. Ia merasa begitu resah dan takut, takut ia tak bisa menjalani hidupnya seperti dulu lagi.

Setelah memeriksa keadaan fisiknya, dokter mengatakan kalau Soojae baik-baik saja. Namun, dokter menyarankan agar Soojae tidak segera kembali melakukan aktifitas. Sebab, mentalnya masih belum pulih dari trauma.

Jadi, Soojae akan beristirahat selama dua minggu dan fokus pada diri sendiri. Hoseok dengan senang hati bersedia menjaga gadis itu dan sekarang sedang ada di lantai bawah, di kamarnya.

Biasanya, Soojae senang sekali ketika mandi di bathup dengan balutan sabun yang tumpah ruah, namun sekarang semuanya terasa hampa. Soojae merasa, tidak ada yang spesial dalam hidupnya, itu-itu saja. Tidak ada yang menunjukan tantangan, tetapi bukankah hidupnya memang monoton seperti ini? Iya 'kan?

Jadi, apa masalahnya?

Hari sudah malam, tetapi rasa sedih dalam hati Soojae tak kunjung reda. Taehyung, Taehyung ....

Bagaimana caraku agar bisa melupakanmu? Bisiknya, membersit hidung dengan tissue. Ini bahkan sudah 5 hari setelah kepulangan, tetapi Soojae merasa semuanya begitu hampa dan kosong.

Soojae ingin melakukan sesuatu, supaya kepalanya tidak dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang tidak penting. Entah mengapa, Soojae sangat membutuhkan seseorang. Seseorang yang bisa memeluknya setiap malam, untuk menenangkan dan menghangatkannya.

Lagi dan lagi, pikiran Soojae hanya tertuju pada Taehyung. Kira-kira, apa yang sedang dilakukan Taehyung saat ini?
Apakah pria itu merindukannya? Apakah pria itu merasakan hal yang sama sepertinya?

Mendadak, hujan turun dengan deras dan petir menyambar keras-keras. Soojae nyaris melompat dari ranjang, lalu dengan panik merapatkan selimut ke tubuh dan bersembunyi. Trauma itu masih ada, kendati tidak sekuat sebelumnya. Sekarang, Soojae bisa lebih baik mengatasi rasa takutnya. Ia berusaha menjadi gadis kuat. Taehyung menyukai gadis kuat.

Soojae rindu Taehyung. Soojae butuh Taehyung, tapi kapankah pria itu datang untuk menemuinya? Rasa-rasanya Soojae makin lelah saja menghadapi semua kerusuhan dalam dirinya sendiri.

Seklumit kekesalan hadir dalam benak Soojae, hampir-hampir berteriak keras kalau saja pintu kamarnya tidak terbuka lebar hanya karena penampakan tubuh jangkung milik sepupunya.

Soojae buru-buru menghapus jejak air mata, tetapi Hoseok sudah terlampau mengerti dan langsung saja peluk tubuh mungil Soojae ke dalam dekapannya yang hangat. Isakan itu terus terjadi sampai beberapa saat. Lalu berubah jadi senggukan yang tidak mau berhenti.

Hoseok tidak mengatakan apa pun selain elusan lembut pembasmi rasa takut, lalu Hoseok dengar isakan sesak lagi dari gadis berpunggung sempit itu. Di kecupnya puncak kepala Soojae yang menguarkan aroma mawar.

"Terima kasih."

"Aku memang menduga kau akan mengalami ini." Hoseok merapikan rambut Soojae, tersenyum.

"Kalau kau takut, aku di sini sampai kau lelap."

"Kau akan tidur di mana nanti?"

"Sofamu itu lebar dan kurasa aku cukup nyaman dengannya."

[KTH] My Patron ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang