05 : Hard

12.1K 1.6K 236
                                        


Karena banyak yg tanyain ini, aku updte ajh ya. Maaf kalau ada banyak kesalahan dan bagian yg gak nyambung sama part sebelumnya. Ini versi yg blm direvisi 😌

🍉🍉🍉

      Taehyung masih tertidur di bawah satu selimut yang sama dengan Soojae.
Pria itu benar-benar memeluk Soojae, menghangatkan tubuh mungilnya seperti seekor induk ayam mengerami telur-telurnya.

Semalam Taehyung menolak keras sekali, sempat mengalami pergulatan batin, tetapi melihat gadis cerewet yang entah dari mana asalnya itu menangis ketakutan, pun dengan tubuh yang lemah karena sakit, membuat Taehyung akhirnya merasa iba. Mati-matian menahan gejolak panas dalam dirinya, Taehyung ingin sekali meminta lebih dari sekedar berpelukan. Bercinta misalnya?

Dengan sesak dan terpaksa, ia akhirnya mengibaskan ketertarikan fisik pada gadis itu, menekan semua desas-desus setan di telinga kirinya. Sialan memang, ini resiko hidup di hutan sendirian.

Kim Taehyung itu pria dewasa yang sudah matang. Umurnya saja sudah 34 tahun. Jika ia tinggal di luar tempat ini, mungkin saja ia sudah memiliki anak dan istri. Terlebih lagi, selama hidupnya di hutan, ia sama sekali tidak pernah memikirkan tentang sesuatu yang berbau unsur seksual, memikirkan bentuk tubuh wanita saja tidak, tetapi ketika ia mendapati Soojae kala itu, insting prianya muncul begitu saja, seperti jerawat yang tumbuh di atas kulit wajah. Taehyung sama sekali tak menginginkan hal ini terjadi, apalagi dalam konteks seksual. Kim Taehyung sama sekali tidak menginginkan itu.

Tapi Taehyung tidak bisa memungkiri, ia langsung merasa tertarik pada mata bulat yang berair, dan fisik Soojae. Terlebih lagi gadis yang ia tolong ini cantik luar biasa, plus mulutnya yang cerewet seperti tukang door to door.

Taehyung menahan hasratnya sendiri untuk tidak menerkam gadis berkulit mulus itu. Hingga akhirnya Taehyung meluapkan hasrat prianya yang tidak tersalurkan itu ke dalam bentuk kata-kata kasar dan amarah. Di luar dugaan, semakin Taehyung marah, dan semakin ia melihat wajah jengkel gadis itu, Taehyung malah benar-benar ingin meyerangnya detik itu juga.

Taehyung masih memeluk tubuh mungil Soojae, sangat erat hingga tak ada celah sedikit pun di antara mereka. Napas Taehyung yang hangat dan teratur menghembus mengenai puncak kepala Soojae. Sementara si gadis masih setia berada di dalam mimpinya yang semu.

Dari balik jendela yang hanya di buat dari bambu, terlihat matahari telah menyingsing. Mengantarkan cahayanya untuk menembus celah-celah kecil rumah kayu milik Taehyung.

Taehyung membuka mata, tidak sengaja sedikit merengkuh erat tubuh Soojae agar lebih masuk ke dalam dekapannya yang lebih intim. Jantung Taehyung berdebar-debar, di tatapnya wajah Soojae yang tengah tertidur pulas, diam-diam di kaguminya wajah mungil itu, ia menganggumi bahagaimana bulu mata lebat itu tumbuh subur di sekitaran matanya. Pipi merah muda yang halus tak berpori. Taehyung menggunakan tangan kanannya untuk bantalan gadis tersebut, ia benci hal demikian, benci sekali saat di mana ia jadi gila karena fantasinya sendiri.

Tanpa tahu, pipi Taehyung menghangat dan memerah ketika tangan dan jari-jari lentik Soojae merengkuh pinggangnya, meremat pakaiannya dari balik selimut.

"Mau mati, ya?" gumam Taehyung merasa terusik.

Malah, seperti seorang penggoda, Soojae mengusakkan wajahnya di dada Taehyung yang terbalut kemeja putih tipis. Hingga Taehyung bisa merasakan sendiri sensasi menggelenyar ketika hidung kecil yang lancip itu menusuk-nusuk dadanya.

Taehyung gemas sendiri,  jika saja ia sudah gila. Mungkin ia tanpa pikir panjang akan memperkosa gadis manis yang cerewet ini. Hey! Pikir saja! Lima tahun mengasingkan diri dari dunia luar, memutuskan komunikasi dari orang luar dan hidup hanya di temani oleh seekor anjing peliharaannya ah ralat ada satu peliharaannya yang lain.

[KTH] My Patron ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang