(32)

584 16 2
                                        

   Kelas tampak ramai dengan suara riuh dari anak-anak, hari ini seluruh kelas free karena ada rapat medadak dari kepala sekolah, Natasya DKK segera membentuk kursi dengan berbentuk bundaran bersiap membicarakan topik apa saja hari ini yang akan m...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

   Kelas tampak ramai dengan suara riuh dari anak-anak, hari ini seluruh kelas free karena ada rapat medadak dari kepala sekolah, Natasya DKK segera membentuk kursi dengan berbentuk bundaran bersiap membicarakan topik apa saja hari ini yang akan mereka gosipkan atau siapa saja yang akan menjadi bahan gibahan mereka saat ini.

"Wahh Natasya gue ga nyangka lo bakal jadi ketos" seru Miya

"Iya gue aja heran kenapa gue coba" ucap Natasya

"Udah lo kasi tau kak Bryan ga?" tanya Kinta

"Blom nanti aja" jawab Natasya, tiba-tiba handphonenya bergetar

Drr,,,drr,,,drr,,

Nama yang tertera di sana adalah 'Varo', Varo? ada apa dia menelfonnya? kenapa dia menelfonnya?, pikir Natasya lalu segera mungkin mengangkatnya

Natasya: Halo?

Varo: halo Sya

Natasya: iya,kenapa kak?

Varo: lo bisa ke taman sekolah ga sekarang, kelas lo free kan

Ke taman? untuk apa?, fikir Natasya

Natasya: oh iya kak bisa

Varo: oke gue tunggu

Natasya beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan menuju taman, ia tidak memberitahukan teman-temannya bahwa ia akan bertemu Varo pikirnya ini tidak penting untuk di beritahu siapa-siapa, mungkin Varo hanya ingin membicarakan soal urusan Osis.

   Setelah tiba di taman yang ada di belakang sekolah ia langsung melihat keberadaan Varo, lelaki itu duduk di kursi panjang yang berada dekat pohon ia tidak mengenakan seragam sekolah hanya celana jeans panjang, kaos hitam berbalut jaket merah dan sepatu merah Natasya langsung berjalan menghampirinya lalu Varo dengan cepat mengetahui kedatangannya.

"Hay kak" sapa Natasya

"Hay, duduk dulu Sya" ucap Varo dibalas anggukan oleh Natasya sembari ikut duduk

"Gimana kabar lo?" lanjut Varo

"Baik, kakak sendiri?"

"Gue juga baik"

"Jadii?" tanya Natasya

"Oh iya, gini, gue manggil lo kesini karena gue mau ucapin selamat karena lo udah di angkat jadi ketos" jelas Varo sembari tersenyum

"Astaga kak Varo kalo ngucapin selamat lewat handphone juga bisa kak, makasih kak"

"Oh iyaya hehe" gugup Varo menggaruk telengkuknya yang tidak gatal

"Kak Varo kuliah?" tanya Natasya

"Iya di UI" jawab Varo

"Wahhh keren dong kak, aku juga cita-cita mau kuliah di sana nanti"

"Di sana aja, nanti kan lo bisa jadi junior gue lagi nanti"

"Semoga aja aku bisa lulus nanti"

"Pasti lulus!"

"Amin, yaudah kak gue balik ke kelas"

Natasya lalu beranjak dari tempat duduknya, tapi sekali lagi Varo memanggilnya

"Natasya" ucap Varo

"Iya kak?"

"Kalo lo mau tanya atau butuh sesuatu tentang Osis lo bilang ke gue aja, ga usah sungkan-sungkan"

"Oke kak, makasih" ucap Natasya sembari tersenyum setelah itu baru ia berjalan ke kelas meninggalkan Varo yang masih menatapnya dari belakang

"Gue suka lo, Natasya" batin Varo

"Gue suka lo, Natasya" batin Varo

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Varo nih.

Part ini sungguh dikit voment dong🤗

Be Alright(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang