Happy Reading......
"Demi apa Dit lo bilang Bryan udah pulang dan gue ga tau?" ucap Reza makin kesal
"Ini juga gue udah kasi tau lo" ucap Aditia
"Ya kalo udah pulang kenapa dia ga ngabarin Natasya, memang brengsek!" sambung Varo
"Sekali lagi mulut lo ngehina teman gue, gue bakal pastiin lo pulang dengan muka bonyok!" jelas Reza
"Eh apaan sih lo berdua, disini gue ga mau ada keributan, gue mau bilang jangan ada yang ngasih tau Natasya soal ini terutama lo Varo" tunjuk Aditia ke Varo
"Kenapa? ohh gue ngerti bilang aja teman lo itu selingkuh"
Perkataan Varo barusan langsung mendapat satu pukulan mulus tepat di pipinya dari Reza yang sudah sangat kesal.
Tampak di remehkan, Varo langsung menendang dada Reza mampu membuat dirinya terdorong, dengan sigap Varo memuluskan kembali pukulan tepat di wajah Reza. Aditia yang melihatnya segera melerai mereka sebelum makin banyak orang yang menyaksikannya.
"Eh bangsat! gue bilang jangan ada keributan!" bentak Aditia ke mereka berdua
"Dan lo Varo, gue udah berusaha ngomong baik-baik ini juga demi kebaikan Natasya" lanjut Aditia dengan muka seriusnya membuat mereka berdua mendengarkannya tidak lagi melanjutkan adu jotos yang menarik perhatian banyak orang itu.
Varo langsung meninggalkan mereka berdua sembari melap ujung bibirnya yang sedikit berdarah.
*****
Tiga jam berlalu akhirnya acara perpisahan selesai seluruh sambutan dan hiburan sudah di tutup oleh MC.
Natasya masih mencoba menghubungi sosok yang masih di tunggunya tapi tetap saja operator yang akan selalu menjawabnya.
Natasya berjalan menuju teman-temannya yang sedang berkumpul termasuk Varo, Aditia dan Reza.
"Kak Adit bisa gue ngomong?" ucap Natasya lalu di angguki oleh Aditia
Setelah berjalan tidak jauh dari teman-temannya Natasya lalu langsung membuka percakapan
"Kak Adit tau kak Bryan kemana?" tanya Natasya
Aditia tidak menjawabnya langsung, dia memang sudah tau kabar Bryan tapi ini belum waktu yang tepat untuk Natasya tau begitupun Reza dan teman-temannya yang lain, setidaknya dia tidak mau merusak suasana kelulusan sekolah wanita ini.
Aditia sudah mengetahuinya sejak sebelum dirinya memberi Natasya sebuah surat yang Bryan titip sebelum ke Amric, berita ini masih ragu-ragu ia beritahukan ke siapapun terutama Natasya.
"Kak Adit Natasya tau, kak Adit pasti tau sesuatu tentang kak Bryan sejak kak Adit kasi gue surat itu" lanjut Natasya
"Gue ga tau apa-apa soal dia" jawab Adit singkat
"Kak Adit tau? kak Bryan udah janji mau datang hari ini di perpisahan sekolah Natasya" ucap Natasya
"Tapi kenapa kak? kenapa Natasya malah ngerasa kalau ini itu perpisahan hubungan Natasya sama kak Bryan" lanjutnya dengan mata mulai berkaca-kaca
"Gue beneran ga tau Sya soal dia, gue aja bingung" jelas Aditia
Dirinya memang bingung, bingung akan berkata apa dan bingung dengan semuanya. Di satu sisi dia kasihan dengan Natasya tapi di sisi lain dia juga tidak tahu harus berbicara mulai dari mana sejak telfon dari seseorang yang ia terima, sejak itu pulalah Aditia tahu semuanya.
Natasya langsung berlari meninggalkan Aditia, dadanya jadi sesak saat Aditia terus saja diam tidak menjelaskan apa-apa, air matanya yang tergenang akhirnya keluar tanpa ijin membuat dia melangkahkan kakinya makin cepat meninggalkan semua yang melihatnya tampak bingung dengan dirinya.
Sungguh dia wanita yang sangat bodoh hari ini, semua orang tampak bahagia dengan kelulusan mereka tapi dirinya malah menangis deras dengan kesunyian yang berada di sekitarnya, angin mengibaskan rambutnya yang terurai indah matahari sangat terasa panas yang menyinari tubuhnya tapi hujan terus saja mengalir deras dari matanya, pikirannya bingung dengan semua pertanyaan bergejolak di kepalanya yang semuanya hanya terisi tentang lelaki itu, lelaki yang bahkan tidak memberinya kabar hingga sekarang.
Varo mempercepat langkah kakinya menuju tempat dimana Natasya berada, saat mereka melihat Natasya pergi teman-temannya ingin mengikutinya tapi Varo menahan mereka dan dirinyalah yang pergi menyusul wanita itu, dia tau bahwa ini pasti semua akibat Bryan lelaki brengsek yang sudah membuat Natasya menangis berkali-kali.
Setidaknya saat ini Varo bisa menjadi penenang Natasya walaupun dia tau bahwa wanita itu belum bisa menerima perasaannya.
Saat menaiki tangga terakhir dia langsung membuka pintu yang dimana pintu itu untuk menuju atap sekolah, saat mencari sosok Natasya akhirnya ia dapat melihat wanita itu sedang duduk di kursi tua sembari melamun.
"Kalo ngelamun di atap sekolah bisa-bisa lo ke sambet setan" ucap Varo saat berada di depan Natasya
"Kak Varo?" ucap Natasya sembari menghapus air matanya
"Lagi-lagi gue liat lo nangis dan jujur gue ga pernah suka itu"
"Sorry kak"
"Dan lagi-lagi yang lo tangisin itu Bryan"
Tidak ada balasan dari Natasya, Varo yang melihatnya langsung duduk di sebelahnya.
"Gue juga pernah nangis" ucap Varo, Natasya yang melamun langsung melihat ke arahnya
"Gue nangis waktu orang tua gue kecelakaan saat umur gue waktu itu masih delapan tahun, mereka ninggalin gue selama-lamanya sejak itulah gue di urus sama paman gue tapi karena sibuk dia sering nitipin gue di panti yang kita datangin waktu itu." jelas Varo
Natasya makin dengan serius melihat Varo bercerita dan pantas saja Varo memanggil dengan sebutan Bunda pada pemilik panti saat itu.
"Dan pada saat itu pula gue ngerasa udah kehilangan cinta gue yang paling berharga, makanya mulai dari gue SMP gue udah belajar ngurus perusahaan almarhum papa gue yang dia titip ke paman dan nanti kalo udah lulus sekolah baru gue yang ngambil alih, dari situ gue belajar secinta-cintanya kita pada apapun pada akhirnya kita akan kehilangan cinta itu juga" lanjut Varo
"Gue baru sadar kak kalau masih ada orang yang lebih ngerasa kehilangan dari gue, makasih kak Varo udah sadarin Natasya" ucap Natasya
"Berarti selama ini lo gila?" tanya Varo
"Hah?" raut wajah Natasya seketika menjadi bingung
"Kan barusan lo bilang gue udah sadarin lo"
"Apaansih kak Varo orang serius juga"
"Nah kan salah lagi"
Tawa mereka langsung pecah dengan seketika menjadi hening kembali, akhirnya wanita ini bisa bahagia lagi seperti yang di harapkan Varo.
"Kak Varo" panggil Natasya
"Hmm" jawabnya
"Habis berantem ya?"
"Ga kok"
"Pembohong"
"Sok tau"
"Yaiyalah kak Varo gue tau orang di pinggir bibir kak Varo berdarah kok"
Suasana kembali hening keduanya menatap kosong kedepan seolah-olah ada yang mereka pikirkan.
"Biar gue bersihin luka kak Varo di UKS" ucap Natasya.
Tim
Bryan_Natasya
atau
Varo_Natasya
Voment.....
KAMU SEDANG MEMBACA
Be Alright(COMPLETED)
Ficção Adolescente"Eh gila! duh,,,,brantakan kan buku gue" omel Natasya refleks lalu memunguti buku-bukunya yang sudah tergeletak di lantai "Njir apes banget sih gue" kata si cowo sembari berdiri tanpa berniat membantu mengumpulkan buku-buku Natasya yang jatuh
