"Eh gila! duh,,,,brantakan kan buku gue" omel Natasya refleks lalu memunguti buku-bukunya yang sudah tergeletak di lantai
"Njir apes banget sih gue" kata si cowo sembari berdiri tanpa berniat membantu mengumpulkan buku-buku Natasya yang jatuh
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Natasya hanya sibuk menulis sembari tersenyum entah apa yang di pikirkannya sekarang setelah dirinya resmi menjadi pacar Bryan beberapa menit yang lalu sepertinya ia tidak bisa tidur nyenyak malam ini tangannya hanya ingin terus menulis saja, entah berapa banyak kata-kata yang dapat di buatnya malam Ini. Bryan sudah menyuruhnya masuk ke dalam tenda beberapa menit yang lalu, teman-teman yang lain pun sudah tertidur lalu Bryan sama dengan Natasya ia tidak tertidur ia hanya menatap langit-langit tenda sembari tersenyum. Saat ini mereka hanya memikirkan tidak sabar untuk pagi lagi dan dapat bertemu lagi, suasana tentunya tidak seperti biasa lagi tidak bagi mereka berdua sungguh menjadi pacar Bryan tidak pernah terfikir oleh Natasya, bahkan memikirkannya saja seperti mustahil tapi buktinya sekarang mereka sudah tidak sebatas teman sejak pertukaran perasaan mereka malam ini.
***** Matahari bersinar menyinari tenda-tenda, udara sangat sejuk di pagi hari seluruh murid telah berbaris akan melakukan senam untuk kegiatan pagi ini, suasana bahkan makin indah saat di pagi hari membuat seluruh murid bersemangat melakukan gerakan senam. Bryan dan Natasya, belum ada yang mengetahui tentang hubungan mereka tapi yang pasti hubungan mereka sebentar lagi akan menjadi bahan obrolan semua orang.
Setelah beberapa menit senam mereka lalu di persilahkan ber istirahat dan berganti pakaian sebelum melakukan kegiatan berikutnya.
"Sya" panggil Andrean dari luar tenda Natasya
"Iya apa Andre?" tanya Natasya
"Minta odol dong"
"Ihhh lo jorok amat ga bawa odol"
"Yaelahh dikit doang"
"Ntar"
Setelah mengambil odol Natasya lalu memberikan ke Andrean.
Setelah semuanya selesai berganti pakaian barulah kegiatan selanjutnya di mulai seluruh murid kemudian kembali berkumpul, Natasya sebagai ketua panitia memberitahukan bahwa mereka akan mengadakan lomba mengumpulkan beberapa pita yang sudah di pasang oleh beberapa panitia keamanan di tempat-tempat yang terpencar dan sudah ada petunjuknya dan bagi siapa yang berhasil mendapatkan pita berwarna putih maka itulah pemenangnya, lomba ini di bagi satu kelompok terdiri dua orang berpasangan dan kelompok sudah di bagi oleh guru mereka. Kelompok yang di bacakan oleh ibu Madya terdiri dari, Shiren dan Berry, Varo dan Anabel, Miya dan Reza, Fany dan Aditia, Andrean dan Natasya, Bryan dan Kinta tentu saja Miya dan Reza senang karena mereka dapat berpasangan di lomba kali ini. Setelah selesai membagi beberapa kelompok barulah mereka menuju ke dalam hutan untuk mengumpulkan pita-pita yang sudah di siapkan panitia.
Beberapa dari mereka sudah mendapatkan beberapa pita tapi untuk pita berwarna putih hanya perlu satu yang di kumpulkan dan bagi yang mendapatkannya itulah pemenangnya Andrean dan Natasya sudah mendapatkan dua buah pita lalu Kinta dan Bryan sudah mendapatkan tiga buah pita.
"Sya bentar ya gue mau buang air kecil dulu" ucap Andrean yang sudah kebelet
"Iya sono lo cepat-cepat tapi"
"Iya"
Setelah beberapa menit kemudian saking bersemangatnya bukannya berdiam menunggu Andrean Natasya malah berjalan mengikuti petunjuk yang ada untuk mendapatkan pita. Andrean dan Natasya akhirnya terpisah Andrean mencoba mencari dirinya tapi ia belum menemukan Natasya, saat di perjalanan Andrean bertemu Bryan dan Kinta.
"Lo, mana Natasya" ucap Bryan saat menyadari bahwa Andrean tidak bersama Natasya
"Natasya hilang" ucap Andrean
"Apa Natasya hilang?" ucap Kinta kaget
"Brengsek lo, kenapa lo bisa pisah sama dia" Bryan menarik kera baju Andrean dengan emosinya
"Gue tadi udah peringatin dia buat nunggu, dia aja emang bawel" jelas Andrean
Bryan lalu berlari meninggalkan Andrean dan Kinta, ia mencoba mencari-cari Natasya tapi belum juga ada tanda-tanda keberadaan Natasya mau di hubungi pun jaringan disini tidak ada, Andrean dan Kinta pun berusaha mencari Natasya.
Beberapa jam kemudian hari sudah mulai tampak gelap tetapi mereka ber empat belum saja kembali ke tenda, seluruh murid dan guru sudah tampak cemas, keamanan juga sudah di kerahkan untuk mencari mereka.
"Natasyaaaa!" teriak Bryan yang entah sudah ke berapa kalinya, tapi belum ada hasil tentang keberadaan Natasya
Andrean dan Kinta pun masih terus mencari Natasya, Andrean dengan muka cemasnya menyesal meninggalkan sepupu kesayangannya itu sendirian di hutan tadi sungguh dia benar-benar menyesal.
"Natasyaaa!" teriak Andrean
"Natasyaa! akhhhh" Kinta yang berada di belakang Andrean lalu terjatuh karena ada sesuatu yang menusuk kakinya
"Eh, lo kenapa?" tanya Andrean langsung melihat ke arah Kinta
"Kaki gue sakit" rintih Kinta
Dan memang benar saat melihat kaki Kinta ternyata batang pohon menusuk kaki Kinta hingga mengeluarkan darah dari kakinya Andrean yang melihatnya langsung melepaskan jaketnya lalu membaurkan ke kakinya agar pendarahannya tidak terlalu parah.
"Lo gpp?" tanya Andrean cemas
"gpp kak tapi sakit kalo di gerakin"
"Sini gue gendong kita balik ke tenda"
"Tapi Natasya kak"
"Ada Bryan yang ngurus pasti dia ketemu"
Gimana? aku hilangin Natasya dulu ya hahahah(ketawa jahat), ga deng aku bukan Anabel yang jahad nya pake d. Komen, Share dan jangan lupa bintangnya ya.