"Eh gila! duh,,,,brantakan kan buku gue" omel Natasya refleks lalu memunguti buku-bukunya yang sudah tergeletak di lantai
"Njir apes banget sih gue" kata si cowo sembari berdiri tanpa berniat membantu mengumpulkan buku-buku Natasya yang jatuh
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari sudah semakin gelap sekarang namun Bryan masih saja belum menemukan Natasya petugas keamanan juga belum menemukan mereka. Bryan lalu duduk di bawah pohon sembari berusaha mengatur nafasnya. Saat dirinya mencoba berjalan mencari Natasya lagi tiba-tiba ada suara yang sangat ia kenali, ia langsung menuju ke sumber suara tersebut berharap suara yang di dengar pemiliknya benar-benar orang yang di harapkan Bryan saat ini.
"Tolonggg!" teriak seseorang tidak jauh dari tempat Bryan
Bryan masih terus berlari mencari suara tersebut dan akhirnya memang benar pemilik suara itu adalah Natasya yang sekarang sedang duduk di bawah pohon sembari memegangi kakinya.
"Natasya" ucap Bryan saat menghampiri Natasya
"Kak tolong aku,," rintih Natasya yang seketika langsung pingsan akibat pendarahan yang ada di kakinya terus mengeluarkan darah
"Sya bangun, Natasya" panik Bryan
Ia langsung membawa Natasya ke pelukannya mencoba menggendongnya lalu membawanya kembali ke tenda.
Bryan mencoba menemukan petunjuk arah agar dapat cepat menemukan teman-temannya yang lain, saat di pertengahan jalan mereka akhirnya di temukan petugas keamanan dan berhasil kembali ke tenda. Saat mereka telah sampai anak-anak dan dua orang guru mereka kaget menemukan Natasya sedang tidak sadarkan diri dalam gendongan Bryan, ia lalu langsung membawa Natasya ke dalam tenda perawatan dan di sana juga sudah ada Kinta dan teman-teman Natasya.
Ia masih mencoba menyadarkan Natasya dan Andrean yang berada tepat di sebelah Bryan juga sama dengan Bryan mencoba membangunkan Natasya. Ibu Madya lalu masuk ke dalam tenda dan mempersilahkan mereka keluar karena ia akan mengobati Kinta dan Natasya.
Setelah beberapa menit kemudian barulah mereka masuk kembali setelah mendengar bahwa mereka hanya terluka karena batang pohon dan lukanya sudah di obati, Bryan sudah tenang mendengar itu dari ibu Madya.
"Sya lo bangun, maafin gue" ucap Andrean
Tidak ada respon dari Natasya untuk mereka berdua, Bryan yang duduk di sebelah Natasya sembari memegangi tangannya pun masih berusaha menyadarkan Natasya.
Mereka lalu hanya saling bertatapan sinis tanpa ada yang membuka percakapan lagi, dan kalau mereka berlanjut bertengkar lagi mungkin mereka akan ber adu jotos, tapi tidak mereka sudah dewasa mereka tidak mungkin melakukan itu, lagi pula Andrean dan Bryan tidak akan mengecewakan Natasya lagi apalagi dengan kondisi Natasya yang sedang sakit seperti sekarang ini.