(39)

523 12 1
                                        

Pagi ini tawa penuh dari mahasiswa baru karena telah melaksanakan tahap MOS

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi ini tawa penuh dari mahasiswa baru karena telah melaksanakan tahap MOS. Mereka akhirnya bisa belajar normal hari ini, walaupun mereka masih satu atap dengan senior setidaknya hari-hari mereka kali ini hanya fokus untuk belajar tanpa ada lagi MOS.

Suasana kelas Natasya tampak riuh di isi dengan perkenalan mereka satu persatu, dosen yang mengajar pagi ini tidak langsung memberikan materi melainkan menyuruh mereka untuk berkenalan satu sama lain, mengingat masa MOS hanya punya waktu tiga hari, sepertinya waktu itu tidak cukup hanya untuk saling mengenal.

Setelah perkenalan mereka tadi akhirnya jam istirahat berbunyi, tentunya membuat mahasiswa sangat lega mendengarnya. Mengingat makanan lezat-lezat yang berada di kantin kampus ini lumayan banyak Natasya dan Miya memutuskan untuk menuju ke kantin.

"Hey" sapa seorang yang tak lain adalah Deren

"Hey" balas mereka berdua Natasya dan Miya setelah duduk di salah satu meja yang berada di kantin

"Boleh gue gabung?" tanya Deren di balas anggukan ramah oleh mereka berdua.

"Lo pacar Reza kan?" tanya Deren tentunya pertanyaan itu di lontarkan untuk Miya

"Iya, kok lo bisa tau?" jawab Miya tampak bingung

"Gue tetangganya dia, gue juga berteman Instagram dan gara-gara postingannya kemarin gue baru tau lo ceweknya" jelas Deren

"Ohh iyaya" balas Miya dengan anggukan mengerti

"Kalo lo Sya, udah punya pacar blom?"

Pertanyaan Deren barusan dapat membuat Natasya tersedak saat menyeruput es tehnya yang baru saja datang.

"Ah, oh, iya gue punya, lo?" tanya Natasya tampak gugup

"Yaa baru gue mau nembak lo, gagal deh" jawab Deren dengan santai

"Hah? mau nembak gue" Natasya kaget mencoba menyimak perkataan Deren

"Hahaha kaget gitu, gue bercanda kali" ucap Deren tanpa mengurangi rasa jahilnya berhasil menggoda Natasya

"Oh kirain"

"Beneran juga gpp" potong Miya

Dan untuk kedua kalinya karena perkataan Miya barusan membuat Natasya dan Deren yang sedang menyeruput es tehnya jadi tersedak bersamaan.

"Ntar gue pelakor dong hahaha" Ketawa Deren mampu menjadikan mereka pusat perhatian sekarang dan Natasya seolah-olah memberikan isyarat kepada Miya agar tidak membahas macam-macam kepada Deren.

Terutama hubungan Bryan dengannya, pacar yang belum memberikan dirinya kabar hingga sekarang, masihkah pantas mereka di sebut sebagai pasangan?.

Suara riuh terdengar dari lapangan yang tak jauh dari kantin seluruh penghuni kantin yang sedari tadi tampak ramai sekarang menjadi seperti kuburan, tinggalah penjaga kantin dan beberapa mahasiswa yang bisa di hitung dengan jari jumlahnya termasuk Natasya, Miya dan Deren entah mereka malas bangkit dari tempat duduknya atau tidak tertarik dengan apa yang terjadi di lapangan saat ini.

"Apaan sih?" tanya Miya penasaran

"Entah" jawab Deren dan Natasya

"Eh ada apa?" tanya Deren menanyai seorang cowok yang baru saja ingin bergabung di lapangan

"Anak hukum sama Akuntansi lagi adu main basket" kata cowo itu lalu ia melanjutkan kembali langkahnya takut terringgal pertandingan itu

"Yaelahh kirain apaan" ucap Deren

Mereka bertiga belum juga beranjak dari tempat duduknya hingga saat siomay terakhir mereka santap lalu sesegara mungkin meneguk es teh mereka hingga meninggalkan hanya gelas dan sedotannya saja. Masa mereka telan juga.

"Eh sumpah itu senior yang main basket tadi keren banget"

"Gilak gue ga nyesel masuk sini"

"Biasa itu mah anak UI memang keren-keren"

"Siapa namanya ya, yang senior anak hukum tadi ada ig nya ga sih"

"Hebat banget, tadi gue denger namanya Bryan kalau ga salah"

Setelah dari kantin tadi mereka bertiga langsung ke kelas, mereka hanya mengasikkan diri mereka dengan handphone masing-masing kecuali Miya dia baru membeli novel terbaru di gramedia kemarin.

Seketika Natasya memberhentikan aktivitasnya di depan layar handphone berwarna gold itu, saat terdengar suara menyebut nama Bryan.

Ia berusaha menyimak pembicaraan mereka-mereka yang sedang bergosip setelah menonton adu basket tadi, dan sepertinya saat ini Natasya telah menjadi orang terkepo, hanya mendengar kata Bryan sekejap membuatnya terpaksa menjadi miss kepo.

"Ah ga mungkin Bryan, mungkin orangnya lain masa ia aku sekampus sama dia, ga mungkinnnn, ok fokus Natasya" batin Natasya menghela nafas mencoba untuk tidak berpikiran macam-macam.




Voment......

Be Alright(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang