Rahasia Galang.

2.2K 140 25
                                        

Malam hari di rumah.
Thea kini tengah duduk di salah satu sudut dalam kamarnya, benda-benda kecil terlihat berjejer dengan rapih di dalam kotak-kotak kecil.

Thea mencoba untuk fokus, memusatkan kedua matanya ke benda kecil berbentuk bunga yang ia pegang, seutas benang berwarna biru pun berada di tangan satunya untuk membuat sebuah bross bunga.

"Ish! Kenapa susah banget sih? Apa kamu gak mau aku pegang hah!" gerutunya pada diri sendiri karena benda kecil itu terus terjatuh berkali-kali.

Malam ini, tak biasanya ia tak bisa fokus dengan hobinya ini. Biasanya dalam semalam ia bisa membuat 3 plastik sekaligus, tapi malam ini ia hanya dapat sepuluh buah aksesoris saja.

Namun Thea masih berusaha untuk fokus dan melanjutkan lagi pekerjaan ini.
Hingga beberapa saat kemudian ia mendengar ada seseorang yang membuka pintu kamarnya.

"Asalamualaikum," ucap Galang pelan dengan wajah kusutnya.
.
"Waalaikum salam," jawab Thea bernada datar.

Ia menatap datar pada Galang yang tengah berjalan menuju kasur, pemuda itu tampak lelah. Ia meletakan tas dan jacketnya asal dimana saja setelah itu mengambil handuk dan masuk kedalam kamar mandi tanpa ada kata lagi.

"Lihatlah, jam sembilan malam dia baru pulang. Dia begitu bersemangat saat berangkat, tapi di rumah dia seperti itu!" gerutu Thea pada diri sendiri seraya beranjak dari duduknya dan merapikan tas dan jacket Galang.

Setelah Galang mandi dan berganti pakaian, ia langsung mengambil posisi di tempat tidur, merapihkan bantal dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.

Seharian menemani Nayla membuatnya lelah dan ia sangat mengantuk saat ini karena saking lelahnya.

"Heh! Suruh siapa kamu tidur dikasur?" ucap Thea sedikit berteriak di tempatnya duduk.

"Hmhh? Kenapa? Kemaren gue boleh tidur disini," jawab Galang dengan suara pelan dan serak.

"Iya tapi itu kan kemarin, sekarang kamu tidur di luar sanah!"

"Ck! Gue gak mau."

Tiba-tiba saja Thea kesal dan langsung beranjak dari tempat duduk, tanpa basa-basi lagi ia menarik tangan Galang dan menyeretnya keluar kamar dengan paksa tanpa Galang bisa mencegahnya ataupun protes.

BRAKK!

Suara pintu ditutup terdengar begitu keras.
Dan kini Galang benar-benar berada diluar bersama dengan selimutnya.
Matanya sudah merah dan ia tak berhenti menguap.

"Heh, lo beneran ngusir gue? Salah gue apaan? Thea! Buka dong. Hadehhh, gue ngantuk nih." ucap Galang kemudian.

Suaranya pelan dan ia mengetuk pintu pun dengan pelan. Ia menyandarkan kepalanya di pintu karena rasa kantuk ini begitu kuat.

"The? Lo kesambet apaan si? Buka!" ucapnya lagi dengan masih mengetuk pintu. Namun lagi-lagi tak ada jawaban dari dalam.

Galang menengok kesana-kemari, rumah ini memang luas dan memiliki lebih dari tiga kamar. Tapi ia tak pernah bisa tidur jika tak berada didalam kamarnya.

Sedangkan di dalam kamar, Thea juga sudah merebahkan tubuhnya di atas kasur. Menarik selimut dan berusaha menutup kedua matanya. Pekerjaannya pun jadi terbengkalai karena ia merasa kesal tanpa sebab.

Tapi, saat ia menutup matanya ia malah tak bisa tidur karena Galang tak terdengar lagi mengetuk pintunya diluar.

"Ish, orang ini bener bener," ucapnya kemudian seraya membuka selimut dan beranjak dari tempat tidur.

KLEK!
Pintu di buka mendadak oleh Thea

"Huaaaaa!" Galang berteriak karena kaget.

BRUK!

YANG TAK DIINGINKANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang