'karena cinta bisa saja berawal dari kebencian'
.
..
"Lo kenapa sih?! Kenapa lo ngomong gitu hah?!" Muka Arletha merah padam, amarahnya memuncak.
Kenzo diam tenang menatap Arletha yang sedang marah.
"Kenapa Lo suka sama gue?!" Tanya Arletha. Tangannya mengepal erat.
Kenzo masih tetap diam, dia juga tidak tau kenapa dia seperti ini, mengajak atau lebih tepatnya mengklaim Arletha sebagai pacarnya? Itu tidak ada dalam list hidupnya. Tapi entah mengapa dia berucap seperti itu.
"Gak bisa jawab? Sebenernya lo gak suka sama gue kan?! Lo mau manfaatin gue?!"
"Nggak!" Balas Kenzo yang membuat Arletha semakin geram.
"Terus?!"
"Cepet naik!" Perintah Kenzo mengalihkan pembicaraan.
"Gak!" Tolak Arletha keras.
"Lo berangkat sama gue! Pulang juga sama gue!" Ujar Kenzo. "Lo mau jemput Akbar kan?" Lanjutnya.
Arletha menepuk jidatnya. Kelupaan dia.
"Ayo cepet jalan!!" Perintah Arletha, dia sudah berada di boncengan Kenzo sekarang.
Kenzo mengernyit bingung. Cepat sekali dia berubah.
Motor Kenzo perlahan meninggalkan parkiran sekolah yang sudah sepi.
"Dimana?!" Tanya Kenzo berteriak.
"Jalan aja nanti Gue tunjukin jalannya!" Balasnya berteriak.
Kenzo hanya mengangguk lalu menambah kecepatan motornya.
"Abay!!" Panggil Arletha ketika sudah sampai di kediaman neneknya. Akabr sedang bermain di halaman depan rumah neneknya.
"Kakak!!" Teriak Akbar langsung berlari menghampiri Arletha.
"Assalamualaikum nek!" Salam Arletha pada neneknya yang sedang memperhatikan dirinya di teras rumah.
"Waalaikumsalam" balas Ranti, neneknya.
"Kak! Abay kangen!!" Ujar Akbar memeluk kaki Arletha.
"Hhe..iya dong kakak kan ngangenin!" Kekeh Arletha sembari mengusap puncak kepala sang adik.
"Kamu ini" ucap Ranti yang dibalas cengiran oleh Arletha.
"Assalamualaikum" Salam Kenzo setelah selesai memarkirkan motornya.
"Waalaikumsalam" jawab Ranti, Arletha juga Akbar.
"Siapa ini?" Tanya Ranti pada Arletha dengan tatapan bingung.
"Pacar Arletha nek" Balas Kenzo sembari mencium tangan Ranti yang sedang tersenyum hangat.
"Temen" ralat Arletha sembari melihat Kenzo sinis.
"Kakak!" Panggil Akbar membuat Kenzo serta Arletha menoleh padanya.
"Bukan Kak Letha! Tapi kakak ini!" Tunjuk Akbar pada Kenzo membuat Arletha cemberut kesal.
"Iya iya! Kakak udah gak di sayang sama abay!" Ujar Arletha membuat bocah kecil itu menggeleng cepat.
"Ih!!!! Bukan kakak!!! Abay cayang kok!!!" Tangannya bersiap memeluk Arletha tapi Arletha malah menjauh.
"Hua..!! Abay cayang kakak kok!!" Tangis Akbar, sementara Arletha tak tahan menahan tawanya.
"Hahahahaha..!!!" Tawanya lepas membuat Akbar semakin menangis kencang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girlfriend (END)
Teen Fiction[Follow dulu yuk sebelum baca:)] "Lo! jadi pacar gue sekarang!" Ucap Kenzo lantang seolah perintah yang tak bisa ditolak. "Dih! Apa-apaan sih?!" Sinis Arletha. "Gak ada penolakan!" Setelah mengatakan itu ia pun melenggang pergi meninggalkan Arletha...
