Untuk kalian yang kepo Kenzo
Sakit apa, part ini mungkin
Sedikit menjelaskan.
Happy Reading!
Awas typo!
***
Matanya mengerjap beberapa kali, isakan tangis masuk ke indera pendengarannya. Dia menggulirkan mata, dilihat sang Bunda sedang menangis pilu disisi ranjang.
"Bunda.."
Fanny menoleh, tangisnya semakin keras melihat putranya terbangun, menatapnya bingung.
"Bunda kenapa nangis? Ayah dimana?" Tanyanya bingung, air mata mulai menetes turun di pipinya.
"Ken.." Fanny semakin terisak bahkan menjerit tertahan, memeluk putranya erat menumpahkan tangisnya disana.
"Bunda jangan nangis.." Kenzo membalas peluk erat sang Bunda. Ikut menangis bersama Fanny.
Ruangan serba putih itu terisi dengan tangisan dan jeritan pilu.
"Bunda.. Ayah kemana?" Di sela-sela tangisnya Kenzo mencoba bertanya.
"A-ayah ka-kamu.."
"Ayah kenapa Bunda?" Pertanyaan itu lolos dari mulut Kenzo, pipinya sudah basah terkena air mata. Dia menangis keras, bunda nya tak menjawab pertanyaannya. Ayahnya.. ayahnya kemana?
"Bunda, Ayah kemana bun?!!!" Kenzo menjerit dengan air mata yang tak hentinya keluar.
"AYAHHH!!! HIKS.. AYAHH!!" Kenzo terus menjerit membuat dokter dan suster masuk kedalam.
"Dokter, ayah Ken kemana?" Tanyanya beralih menatap sang dokter sendu, berharap dokter itu mampu menjawab pertanyaannya.
"DOKTER AYAH KEN KEMANAAA?!!" Kenzo menjerit pilu, dokter itu sama sekali tidak menjawab.
"Maaf.. Ayah kamu.." Dokter itu menghembuskan nafasnya, "Tak terselamatkan."
Belati tajam menghunus tepat pada dadanya, sesak. Dia mengerti apa yang dokter itu katakan, dia pintar untuk hanya mengerti kata tak terselamatkan. Kenzo menangis, menjerit memanggil-manggil sang Ayah. Bundanya kembali memeluknya, mengucapkan maaf berkali-kali.
"AYAHHH!! KEN PENGEN KETEMU AYAH BUNDAAA!!!"
Keringat membanjiri tubuhnya, matanya membuka kaget. Mimpi yang sudah lama tak ia mimpikan sejak beberapa tahun yang lalu kembali hadir, mimpi buruk yang dulu sempat menghantuinya setiap malam.
Dia meringis, kepalanya pusing, pandangannya mengabur. Kepalanya bagai di timpa sesuatu yang berat hingga dia tak bisa menahan sakit.
"ARGH!!!" Dia memegangi kepalanya,
sakit, sangat sakit!
Pintu kamar terbuka, "Ken!!" Fanny berlari menghampirinya kemudian memeluknya panik.
"Ayo kita ke rumah sakit!" Fanny memapah Kenzo keluar lalu menyuruhnya untuk duduk, sementara dia mengambil kunci mobil.
Tak lama Fanny kembali dengan kunci mobil di tangannya. Memapah Kenzo hingga masuk ke mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Girlfriend (END)
Teen Fiction[Follow dulu yuk sebelum baca:)] "Lo! jadi pacar gue sekarang!" Ucap Kenzo lantang seolah perintah yang tak bisa ditolak. "Dih! Apa-apaan sih?!" Sinis Arletha. "Gak ada penolakan!" Setelah mengatakan itu ia pun melenggang pergi meninggalkan Arletha...
