21-Terbongkar

5.1K 230 0
                                        

Happy Reading!!

Awas Typo!

***


Untuk sahabat terbaikku, Letha.


Hai! Apa kabar? Semoga baik-baik saja. Mungkin kamu baca ini saat aku udah gak ada. Maaf Letha...Aku gak bisa tepatin janji aku dulu untuk selalu ada disamping kamu. Menjadi sahabat terbaikmu. Maaf..

mungkin kamu bakal jadi orang yang gak bisa diatur, dan selalu membela setiap kamu gak ngelakuin itu semua. Bener gak? Tapi, jangan ngebully orang yang kamu benci. Dibully itu gak enak. Bikin sakit hati. Jangan pernah Letha.

Letha, aku jatuh cinta. Mungkin kamu akan anggap cinta aku itu cinta monyet. Tapi enggak, sama sekali enggak. Aku benar-benar mencintainya. Bolehkah aku bercerita padamu?

Begini ceritanya,
Dulu, kita beda sekolah bukan? Aku bersekolah di SMP Garuda, kamu di SMP Negeri Bandung kan?
Saat baru pertama kali MOS ada seorang anak laki-laki tampan. Sangat tampan. Dia selalu tersenyum, senyumnya indah sekali. Sekarang kami berdua dekat dan akhirnya memutuskan untuk berpacaran. Tapi semakin kami dekat aku juga selalu dikucilkan disekolah, tidak ada yang berani berteman denganku. Aku memang bercerita padamu jika aku banyak memiliki teman. Maaf..aku bohong. Oh iya, namanya Kenzo. Kamu mau lihat fotonya enggak? Ada di buku harianku, kamu baca juga boleh kok. Udah ya Letha, aku udah gak kuat, mungkin kertas ini akan sedikit luntur karena tangisanku. Sekali lagi maaf..

Salam sayang, Letha.
Dari Ranaya Amilia.

Arletha tersedu membaca kata demi kata yang ditulis oleh Naya. Hatinya sakit. Sangat sakit.

"Kita emang harus nemuin buku harian Naya. Harus." Ucap Gerald membuat Kedua gadis yang sedang menangis itu mengangguk.

"Bacain surat yang lo Ra," ucap Arletha. Rani mengangguk, Lalu mulai membacakan rentetan kata itu.

Untuk sahabat terbaikku, Lala.

Hai Lala! Apa kabar? Semoga baik ya. Kamu udah denger kan kalau aku jatuh cinta? Hehe...

Kalian pasti lagi nebak-nebak dimana aku simpen buku Harianku itu kan? Aku mau kasih tau kalian dimana itu.

Buku itu aku simpen dalem kotak yang aku gembok, kuncinya aku kasih sama Kenzo. Oh jika kalian bingung nama lengkapnya itu, Muhammad Kenzo Dirgantara. Kamu kenal? Atau Letha sama Avi kenal?? Jika kamu kenal dia atau ketemu dia, tolong bilangin. Aku menyayanginya, cari gadis yang lebih baik dari aku, tetaplah menjadi Kenzo yang murah senyum.

Oh iya, aku simpen kotak itu di tanah. Aku menguburkannya di tempat dulu kita main bareng-bareng. Kamu ambil aja kuncinya sama Kenzo, tapi jangan biarin dia baca tulisan-tulisan yang aku tulis. Cuma kalian yang boleh baca.

Udah ya, Lala. Semoga kalian bisa nemuin Buku itu. Tangan aku udah pegel dari tadi nulis.

Salam sayang, Lala.
Dari Ranaya Amilia.

"Di-Dirga? I-itu beneran Dirga?" Bibir Arletha bergetar. Rani menoleh pada Arletha dia memeluk sahabatnya itu.

"Ah, gue baru inget! Ternyata yang mereka ceritain itu Naya..mereka sebutnya Rana bukan Naya.." ujar Gerald.

Bad Girlfriend (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang