Boboiboy dkk adalah milik monsta saya hanya meminjam karakter nya saja.dan cerita ini asli punya saya
AU,Family,Angst(maybe?),Humor,Hurt,Drama,Friendship,Elementals Siblings
Rate : T
13+
Δ Δ
-
Tiga hal dalam hidup yang tidak akan kembali, waktu, kenangan dan kesempatan—Halilintar A. Ardian
~~~~~~
Halilintar berjalan menuruni anak tangga,dan mendapati adik adik nya sedang berkumpul membahas sesuatu.
"nah,pas banget ada kak Hali" Ujar Blaze.
Halilintar menaikkan salah satu alisnya,lalu menghampiri adik adiknya.ia duduk di sebelah Ice yang terlihat sangat jelas dari wajah nya jika ia malas mendengarkan celotehan mereka.
"tidur di kamar sana" ujar Halilintar yang dijawab anggukan oleh Ice.
Ice menguap sebentar sebelum beranjak dari sofa nya.
"eh,rapat kita belom kelar" sahut Taufan.
"digantiin kak hali" jawab Ice malas.
"nah,jadi gini nih kak,kita punya ide,kalo kita bakal-" Blaze sengaja menggantung kalimatnya untuk membuat Hali penasaran.
"-buka lagi kedai coklat nya tok aba!" sambung Taufan.
"gimana gimana? Bagus kan ide kita?" Tanya Blaze.
Gempa melirik Halilintar sebentar,lalu beralih menatap Televisi.Ia sangat yakin Hali tidak akan setuju.
"Gak"
Nah kan,apa Gempa bilang.
"lah? Kenapa? Udah 3 tahun tutup,orang orang tuh pada kangen sama es coklat nya atok" jawab Taufan.
"kan uang nya lumayan juga buat bantu kakak,trus buat ngisi waktu kosong kita kalo lagi di rumah" ujar Blaze.
"rasa nya bakal tetep sama kok kak,kan ada kak Gempa" ucap Thorn seraya melirik Gempa.
Gempa yang merasa di panggil pun menoleh "apa?"
"kalo kak Hali bilang gak ya gak,kayak gak tau kak Hali aja" sahut Solar yang sependapat Dengan Gempa.
"Tugas kalian cuma sekolah" jawab Halilintar singkat.lalu ikut menonton bersama Gempa.
"alaahhh" Thorn memasang wajah cemberut andalan nya agar kemauan nya dituruti.
"kita kan mau bantuin kakak" sahut Blaze.
"gak perlu,dengan kalian mau sekolah aja udah ngebantu"
"itu mah bukan bantu,tapi nyusahin" celetuk Blaze.
"gak usah pikirin uang,nikmati masa remaja kalian,sekolah bener bener" ujar Hali yang masih fokus pada televisi.
"kalo gitu,lo juga kak,gak usah kerja" ujar Taufan dengan senyuman khas nya.
Halilintar dan Gempa pun menoleh secara bersamaan.sementara Solar terlihat menghela nafas.ia sudah tau apa yang akan Hali katakan.
"terus kita makan apa?" tanya Hali dengan nada dingin.
"kan ada tante kia"
Halilintar menghela nafas kasar,entah kenapa adiknya yang satu ini tidak pernah mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
PAIN [Boboiboy]
Teen Fiction[REVISI] "Segitu bencinya lo sama dia kak?" -Taufan "Lo gak lupa kan fan, siapa yang buang kita?" -Halilintar "Lo juga gak lupa kan kak, siapa yang lahirin kita?" -Taufan "Kalo bisa minta, gue gak mau di lahirin." -Halilintar Diabaikan, dilupakan, l...
![PAIN [Boboiboy]](https://img.wattpad.com/cover/196791575-64-k340882.jpg)