Boboiboy dkk adalah milik monsta saya hanya meminjam karakter nya saja.dan cerita ini asli punya saya
AU,Family,Angst(maybe?),Humor,Hurt,Drama,Friendship,Elementals Siblings
Rate : T
13+
Δ Δ
-
Sniper diam diam mematikan
-Ice yang tiba tiba horor
🐣🐣🐣
"kak!"
Blaze reflek menahan Hali yang hampir terjatuh.Blaze pun membopong Hali untuk kembali menuruni tangga secara perlahan.
"eh,lo kenapa kak?" tanya Taufan.
"hampir aja jatoh dari tangga,untung gue tahan" jawab Blaze.
"lagian lo mau ngapain sih kak? Diem diem di kamar susah amat sih" omel Taufan.
"ke rumah sakit aja ya kak" sahut Gempa yang baru saja mengecek suhu badan Kakak nya.
Hali melepaskan tangan nya dari bahu Blaze.lalu berjalan menuju dapur dengan langkah gontai.
"terserah lo kak,capek gue" ujar Taufan yang kembali menonton tv.
Gempa pun berjalan menghampiri Hali yang sudah berada di dapur.
"lo mau minum kak? Kan bisa bilang sama gue"
"kak"
"kak lo kenapa sih?"
"kak,jangan diem diem gini,kita jadi serba salah tau gak"
Hali berjalan meninggalkan Gempa,lalu kembali ke kamarnya.
**
"kak"
Hali reflek menyembunyikan botol obat yang di pegang oleh nya.
Ice melirik tangan Hali sebentar,lalu berbaring di atas tempat tidur.tadi Ice sempat mengintip Hali yang sedang meminum obat,tapi bukan obat yang di berikan oleh dokter.
Hali menatap Ice yang seperti nya sudah mulai tertidur.ia menghela nafas pelan,lalu mengambil laptop nya.
Hali pun duduk di sebelah Ice,lalu mulai berkutat pada laptop nya.
"gue sayang sama lo kak"
"maaf kalo gue suka gak mau nurut"
Hali hanya melirik Ice sekilas dan kembali menatap layar laptop nya.
"gue juga sayang sama kalian" gumam Hali,membuat Ice menarik sudut bibirnya.
Tangan nya bergerak lincah mengetik apa saja yang harus ia tulis.
Sekarang,sudah terhitung satu jam Hali sibuk dengan Laptop nya entah apa saja yang ia lakukan.
Hali melirik Handphone nya yang ada di atas meja.Hali pun meletakkan Laptop nya,lalu mengambil handphone itu.
Hali berjalan menuju jendela kamar,lalu membuka nya.
"halo"
"gue yakin mereka lagi merencanakan sesuatu"
"oh iya ngomong ngomong soal itu,tadi gue gak sengaja ketemu dia,terus gue ikutin diem diem,dan dia nyuruh orang lewat telfon untuk..." lawan bicara nya menjeda kalimat nya "kill the red eyes"
KAMU SEDANG MEMBACA
PAIN [Boboiboy]
Teen Fiction[REVISI] "Segitu bencinya lo sama dia kak?" -Taufan "Lo gak lupa kan fan, siapa yang buang kita?" -Halilintar "Lo juga gak lupa kan kak, siapa yang lahirin kita?" -Taufan "Kalo bisa minta, gue gak mau di lahirin." -Halilintar Diabaikan, dilupakan, l...
![PAIN [Boboiboy]](https://img.wattpad.com/cover/196791575-64-k340882.jpg)