Boboiboy dkk adalah milik monsta saya hanya meminjam karakter nya saja.dan cerita ini asli punya saya
AU,Family,Angst(maybe?),Humor,Hurt,Drama,Friendship,Elementals Siblings
Rate : T
13+
===
Berjalanlah, ambil sisa tawamu yang tertinggal di masa lalu. Semua orang berhak bahagia, termasuk kamu.
===
"kak Hali!"
DHUAR!!!
Yang pertama itu suara Taufan. Dan setelahnya suara balon yang dipecahkan tepat didepan wajah Halilintar ketika pemuda itu berbalik karena panggilan Taufan. Dan selanjutnya, pasti tau 'kan apa yang terjadi pada Taufan?
Setelah kejutan kecil –Menurut Taufan tadi pagi. Mereka mulai bersiap untuk kejutan yang sebenarnya. Apalagi Halilintar sedang pergi entah kemana, membuat mereka lebih leluasa melakukan ini itu.
"terus gimana cara biar kak Hali dateng ke tempat itu? Ya kali kita bilang mau kasih surprise?"
"bukan surprise lagi namanya dodol!"
"lo kenapa sih kak? Sekarang ngegas mulu?"
"yaudah sih, pokoknya lo bilang sama Gempa disini udah siap semua, tinggal makanan nya aja, temen temen juga udah pada dateng."
"tinggal kak Halinya dong?"
"iyalah! Masa Gue?!" tanya Taufan emosi.
"wesss, selow selow!"
Tut---
"yeu, asal matiin aja, gak sopan banget sama adek sendiri?" cibir Blaze.
Blaze menghampiri Gempa yang masih sibuk di dapur. "kak, kak Hali kemana sih?"
"gak tau, tadi dia bilang ada perlu."
"jangan bilang urusan kantor? Dia tau 'kan ini hari apa? Ah atau jangan jangan gak peduli? Tadi pagi aja ekspresi dia gak ada seneng senengnya."
"mending bawa itu semua ke mobil." Jawab Gempa seraya menunjuk makanan di atas meja makan.
"kue nya belom diambil kak?" tanya Blaze.
"abis ini kita ke toko kue."
Mereka memutuskan untuk merayakan ulang tahun di luar saja. Tempat yang sudah direncanakan sejak beberapa minggu lalu. Tempat itu bisa dibilang hutan, tapi tidak benar benar di tengah tengah hutan. Di sana mereka sudah menyiapkan tempat khusus yang akan mereka gunakan untuk merayakan ulang tahun, bahkan sudah dihias sebagus mungkin. Dan kini mereka sedang mencari cara untuk menyuruh Halilintar kesana.
"kak! Lo dimana?" tanya Taufan disebrang telfon.
Halilintar memperhatikan sekelilingnya, tidak mungkin 'kan jika Ia mengatakan bahwa dirinya sedang berada di mall? Taufan pasti langsung meminta yang aneh aneh sebagai hadiah ulang tahunnya.
"minimarket."
"yeu, adeknya ilang malah belanja! Urusin ini dulu wei!"
"hm?"
"itu si Ice ilang di hutan."
"ck! Lagian ngapain sih kesana?"
Halilintar tentu saja kesal dengan adik adiknya. Kapan sih tidak mencari masalah? Lagipula apa yang mereka lakukan di hutan? Mau membuat Paranormal Experince? Untuk apa jauh jauh? Di rumah mereka sendiri 'kan banyak, malah lebih jelas. Ada yang suka ketawa tawa nggak jelas. Ada yang suka jahilin. Ada yang suka narsis sana sini. Malahan ada juga yang pemalas.
KAMU SEDANG MEMBACA
PAIN [Boboiboy]
Roman pour Adolescents[REVISI] "Segitu bencinya lo sama dia kak?" -Taufan "Lo gak lupa kan fan, siapa yang buang kita?" -Halilintar "Lo juga gak lupa kan kak, siapa yang lahirin kita?" -Taufan "Kalo bisa minta, gue gak mau di lahirin." -Halilintar Diabaikan, dilupakan, l...
![PAIN [Boboiboy]](https://img.wattpad.com/cover/196791575-64-k340882.jpg)