53| Untuk diri sendiri

5.7K 540 264
                                        

Boboiboy dkk adalah milik monsta saya hanya meminjam karakter nya saja.dan cerita ini asli punya saya

AU,Family,Angst(maybe?),Humor,Hurt,Drama,Friendship,Elementals Siblings

Rate : T
13+

===

Katanya, orang yang mementingkan diri sendiri itu tidak akan bahagia. Dan untuk merasa bahagia, ia perlu memenuhi keinginan orang lain.

===

Pluk!

"Enam ..."

Pluk!

"Tujuh ..."

Batu terakhir yang berada digenggamannya sudah dilempar ke danau. Ia melirik sekitarnya. Mencari batu lain, namun tidak ada. Halilintar menghela nafas, lalu bersandar pada sandaran kursi yang sedang ia duduki.

"Ha. Li."

Wajah Yaya tiba-tiba muncul di sampingnya. Membuat Halilintar tersentak dan langsung mengalihkan pandangannya. Sementara Yaya malah terkekeh kecil. Ia lalu duduk tepat di sebelah Halilntar.

"Ngapain?" tanya Halilintar datar.

"Hm? Ngapain ya? Eh, seharusnya gue dong yang nanya, lo ngapain disini?"

Halilintar kembali menatap danau yang ada di depannya. Kalau sudah begini, ia malas menanggapi.

"Kalo mau bahas yang tadi, mending lo pergi," usir Halilintar.

"Main usir-usir aja, lagian ngapain juga bahas yang tadi?"

Yaya membuka tasnya. Mengambil Handphone dan juga earphone. Salah satu earphone miliknya ia sumpalkan di telinga Halilintar. Membuat pemuda itu kembali menoleh.

"Lo pernah bilang, kalo lagi kayak gini, pasti seneng dengerin lagu," ujar Yaya seolah-olah paham maksud tatapan Halilintar.

Keadaan mendadak hening. Mereka sama-sama larut dalam lagu yang sedang terputar.

"Menurut lo gue salah gak?" Halilintar tiba-tiba bertanya, membuat Yaya bingung harus berbuat apa.

"Gak tau, gue gak ngerti berawal dari apa, jadi gue gak bisa kasih kesimpulan lo bener atau salah." Yaya pikir mungkin itulah jawaban terbaik untuk saat ini. Daripada semakin menyakitinya kan?

"Oh, Hali ya? Pas banget kita ketemu disini."

Halilintar yang kaget reflek menoleh, begitu pula dengan Yaya. Membuat wajah mereka menjadi cukup dekat. Yaya langsung mundur, sementara Halilintar sudah berdiri.

"Saya mengganggu ya?" tanyanya dengan nada merendahkan. "Oh iya, gimana caranya tadi? Lancar?"

Tadi?

"Lo senengkan ngeliat semuanya berantakkan?"

"Cih!" Halilintar menarik tangan Yaya, mengajaknya untuk segera pergi dari sana.

"Nantilah, kita selesaikan masalah kita dulu."

Males.

"Ngapain? Cara baik-baik gak akan berguna juga kan?" tanya Halilintar.

Tunggu, kenapa dirinya jadi banyak bicara seperti ini?

"Papa kamu itu memang gak bisa bertanggung jawab ya?"

Argh! Persetanlah!

"Seharusnya ini masalah antara gue sama dia, tapi dia malah mati terus ninggalin masalahnya sama anaknya yang gak guna ini."

PAIN [Boboiboy]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang