Boboiboy dkk adalah milik monsta saya hanya meminjam karakter nya saja.dan cerita ini asli punya saya
AU,Family,Angst(maybe?),Humor,Hurt,Drama,Friendship,Elementals Siblings
Rate : T
13+
Δ Δ
—
Kenyataan pahit selalu ikut dalam hidup kita, apa pun caranya. Tinggal cara manusia itu, mau menghadapinya atau menghindar?
🐣🐣🐣
Halilintar berada di rooftop sekolah nya.Ia sedang tidak ingin makan,juga sedang tidak ingin berkumpul bersama saudara dan teman teman nya.
Isi kertas dan ucapan Mama nya kemarin masih saja terngiang.dengan susah payah ia berhasil meyakinkan diri nya jika semua itu tidak benar.
"dari tadi adek adek lo nyariin"
Halilintar hanya melirik nya melalui ekor mata lalu kembali menatapi pemandangan dari atas sana.
Gadis itu,Yaya.duduk di sebelah Halilintar.lalu ikut menikmati angin yang bertiup.
"gue tau apa yang lagi lo pikirin"
"sok tau" jawab Halilintar singkat.
"Hati manusia itu,emang persis kayak lautan,penuh misteri.kita ga akan pernah tau kejadian apa aja yang udah di lewati seseorang"
"gue emang gak tau tentang lo,bahkan kita juga kenal belom lama kan? Tapi mungkin lo bisa berbagi cerita,biar gak terlalu terbebani,mungkin juga gue bisa bantu sedikit"
Halilintar menoleh,ternyata sejak tadi Yaya sedang memperhatikan nya.Tatapan dan juga senyuman nya seolah olah menarik diri nya.
"Taufan juga sering cerita sama gue"
Halilintar langsung menoleh ke arah lain.kalau Taufan sudah cerita,buat apa lagi dia bercerita? Yaya pasti sudah tau.
"bukan nya gue ikut campur nih ya"
"tapi lo tau kan dia nyokap lo? Sejahat apapun dia di mata lo,status dia masih sama.Mama lo,dan gak akan pernah berubah"
"lo gak amnesia kan,sampe lupa siapa yang lahirin lo?"
Dan jawaban Halilintar masih tetap sama seperti pertanyaan yang Taufan lontarkan saat itu.
"kalo bisa minta,Gue gak mau di lahirin"
Yaya masih menatap Halilintar.ia mencoba mencari kebohongan di mata nya.namun tatapan nya selalu bisa menyembunyikan apapun.
Sebenarnya kemarin,Yaya bertemu dengan Nindya.awalnya Yaya tidak ingin menghampiri nya,namun karena melihat Nindya yang seperti nya sedang kalut.membuat Yaya jadi tidak tega.
Tapi yang terjadi malah tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan.Nindya meminta bantuan pada Yaya untuk membujuk Halilintar,dan mau tidak mau Yaya terpaksa mengiyakan nya.ia benar benar tidak tega melihat wajah Nindya yang terlihat lelah.
Karena tidak mau memperpanjang obrolan,Halilintar beranjak meninggalkan Yaya.
"jahat ya lo,ninggalin cewek sendirian disini"
Yaya pun menyusul Halilintar yang sudah menuruni tangga.
===
Halilintar bersandar pada pintu mobilnya.adik adiknya selalu saja lama keluar dari kelas.tadi ia sempat bertemu dengan Taufan,bukan nya segera mengikuti nya ke parkiran Dia malah pergi ke kantin.
KAMU SEDANG MEMBACA
PAIN [Boboiboy]
Teen Fiction[REVISI] "Segitu bencinya lo sama dia kak?" -Taufan "Lo gak lupa kan fan, siapa yang buang kita?" -Halilintar "Lo juga gak lupa kan kak, siapa yang lahirin kita?" -Taufan "Kalo bisa minta, gue gak mau di lahirin." -Halilintar Diabaikan, dilupakan, l...
![PAIN [Boboiboy]](https://img.wattpad.com/cover/196791575-64-k340882.jpg)