15 Ada Yang Aneh

2.2K 193 8
                                        

-Jangan terus membangun benteng, aku sudah terlalu sering menatapmu dari jauh, kali ini izinkan aku selangkah lebih dekat denganmu-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-Jangan terus membangun benteng, aku sudah terlalu sering menatapmu dari jauh, kali ini izinkan aku selangkah lebih dekat denganmu-

-Jangan terus membangun benteng, aku sudah terlalu sering menatapmu dari jauh, kali ini izinkan aku selangkah lebih dekat denganmu-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tepat saat adzan shubuh berkumandang aku dan Shafa baru kembali dari rumah sakit kota. Kami memutuskan untuk menemani Bu Sari sampai keluarganya yang lain datang. Kelihatan sekali gurat lelah terpancar dari wajah bulat Shafa. Matanya berkantung dan sedikit pucat, kami tidak tidur sama sekali. Semalam suntuk kami bernostalgia.

"Shaf mau aku antar balik atau-"

"Turunin di masjid ya, aku shalat di masjid aja, Mbak Larita shalat di masjid katanya, aku balik sama dia nanti." Matanya tampak fokus pada layar ponsel. Aku hanya mengangguk sekilas.

Setelah sampai, wanita itu langsung keluar. Aku pun mengikutinya tidak lupa mengunci mobil, aku sudah mengirim pesan pada Pak Amron, kepala desa yang mobilnya kupinjam bahwa mobilnya aku pakai mengantar Bu Sari ke kota, jadi aku akan mengembalikannya setelah shalat shubuh.

"Maaf ya Shaf, yang awalnya pingin nganterin balik malah... jadi bidan mendadak." Dia tersenyum kecil, lalu menggeleng.

"Ga apa-apa kok, semalam itu pengalaman yang menegangkan tapi menyenangkan."

"Menyenangkan?"

"Senang aja bisa lihat dan ikut langsung dalam proses manusia untuk melihat bumi pertama kalinya, dua puluh lima tahun yang lalu kita kaya gitu juga kali ya?" Wanita itu tersenyum kecil, apa dia sesenang itu sampai matanya pun ikut tersenyum?

"Ngelihat orang punya anak kan udah pernah nih, nah kamu sendiri kapan punya anak sendiri?" tanyaku yang niat awalnya hanya bercanda, tapi saat melihat matanya yang mengerjap dengan wajah terkejut, aku sadar itu pertanyaan konyol, Shafa tampaknya terkejut tapi sepertinya lebih merasa ke risih.

Sok asik banget si Thaf, udah kaya kenal dekat aja sama Shafa!

***

Agenda pagi ini kami akan melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan di sekitar puskesmas dan sekolah dasar. Beberapa warga dengan sukarela turun ikut membantu kami. Para dokter wanita membantu ibu-ibu menyuguhkan kudapan dan minuman sedang kami turun langsung membabat rumput yang tinggi, dan membersihkan parit.

Menjemput Tulang RusukCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang