Hari ini Arthur membawa motor sport miliknya untuk menjemput Anya. Setelah sampai di depan rumah Anya, Arthur menyesal membawa motor pemberian ayahnya ini. Karena motor ini sangat mahal dan Anya akan bertanya pada Arthur mendapatkan uang dari mana bisa membeli motor mahal ini.
Tidak lama, Anya keluar di temani oleh ayahnya. Menurut Arthur pandangan Johh ayahnya Anya sedikit sinis pada dirinya. Apa yang kenyebabkan tatapan sinis keluar tapi Arthur hanya kebingungan.
"Yuk berangkat" ujar Anya menghampiri Arthur
"Nih helm nya"
"Btw motornya bagus banget, aku gatau kamu punya motor ini"
Arthur membalasnya dengan tersenyum lalu langsung menjalankan motornya. Mereka berdua akan makanan di restiran seafood karena itu kesukaan dari Anya. Berhari hari Arthur susah payah mencari tahu tentang Anya hingga menanya pada teman teman dari Anya.
Sesampainya disana, Arthur sudah memesankan meja untuk mereka berdua. Sebenarnya yang memessn meja ini adalah Z dan J, Arthur meminta kerjasamanya dari kedua pengawalnya tersebut. Hari ini Arthur berniat untuk mengutarakan perasaanya pada Anya. Tentu saja yang mengetahuinya baru Z dan J, Arthur belum berbicara pada kedua kembaranya yang lain.
"Kamu mau pesan apa?'' tanya Arthur
"Aku mau ini dan ini" tunjuk Anya yang memilih kedua menu itu dari bahan baku udang dan lobster
Arthur juga memesan udang sepertu Anya, dan juga kepiting. Akhirnya Arthur bisa menggunakan uangnya untuk meneraktir seorang wanita. Biasanya ia selalu menghabiskan uangnya untuk keperluan dirinya sendiri.
"Aku kaget dapet pesan dari kamu kalau kita akan pergi" ujar Anya membuka pembicaraan
"Aku ragu tapi penga... Maksudku om ku tiba tiba mengirimnya. Baru saja aku akan membalasnya bahwa itu kerjaan om ku dan kamu langsung menjawab iya." hampir saja Arthur berkata pengawalnya
"Ohh jadi kamu gajadi kirim pesan itu??" Anya tertawa
"Engga, karena kamu bilang iya yaudah aku datang aja"
"Tadinya aku mau dianterin papah, tapi pas buka pintu kamu ada di depan"
"Datang on time salah satu keahlian ku"
"Sekalian pergi kerja juga"
"Ayahmu emangnya kerja apa?" tanya Arthur
"Kerja di Perusahaan Julians, aku juga bermimpi bisa kerja. Karena disana bisa mendapatkan gaji lebih dari yang lain"
"Harus berusaha jangan pantang nyerah kalau mau disana"
Akhirnya makanan mereka datang, dengan cepat Arthur membelah kepiting miliknya. Sembari menikmati makanannya, Arthur terus berpikir bagaimana cara mengutarakan perasaanya pada Anya. Baru saja kenal tapi entah mengapa Arthur begitu yakin pada pilihannya.
"Anya, kita bisa pacaran gak?"
Anya tersedak hingga batuk yang tak kunjung berhenti. Dengan cepat Arthur memberikan air putih untuk Anya, setelah meminumnya ua masih terus batuk. Kemudian Arthur menuangkan air putihnya lagi di gelas yang sama.
"Kamu bilang apa tadi?" tanys Anya lagi setelah batuknya mereda
"Ahh sudahlah" Arthur terlihat malu untuk mengutarakanya lagi
"Cepetan kamu ngomong apa Arthur?"
"Kamu mau gak??"
Sebenarnya Anya tahu dan mengerti apa yang dikatakan Arthur tadi. Tapi ia senang sekali melihat wajah Arthur yang terlihat sangat malu malu.
"Aku terima." ucap Anya dengan tegas
"Hah??? Ini serius??"
"Mau apa engga nih? Kalau engga aku mau cari cowo lain aja"
"Ya maulah!!"
Lalu mereka tersenyum sembari saling bertatap. Arthur tampaknya sangat bahagia untuk pertama kali mengungkapkan rasa suka pada seorang wanita. Walau hanya biasa saja, yang penting Anya menerima Arthur.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE PLAY
Lãng mạnSetelah perjuangan Anna dan Adham untuk bersama. Akhirnya mereka dikaruniai anak anak yang cantik dan tampan. Tapi ternyata kehidupan Adham bersama keluarganya tidak berjalan mulus. Kenapa Adham tidak bisa tenang walau sudah mempunyai keluarga? A...
