Malam ini Arteus sudah bersama teman temannya di hotel. Mereka sedang mengobrol di kamar Xander sembari menentukan akan pergi ke tempat mana. Tampaknya mereka bertiga ssngat bersemangat setelah minggu kemarin mereka semua tidak bisa berkumpul karena kesibukan.
"Gua nih butuh asupan cewe cewe baru gituloh" ujar Robby
"Cewe terus emang di otaknya" tegur Xander
"Kalau mau yang baru baru sih ke Club Hushi" saran Arteus
"Ahh iya club baru itukan??? Wahh gue sering denger tapi gatau tempatnya dimana"
"Gampang yaudah beres beres, gue balik ke kamar dulu" ujar Arteus berdiri dari duduknya
Arteus berjalan kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaian. Ia membawa tas yang berisi benda benda miliknya, ia mengambil sebuah pistol dari dalam tas. Ia sempat berpikir sembari memegang pistol tersebut, ia harus membawanya atau tidak.
Setelah pertimbangan yang lumayan lama, Arteus memutuskan menyimpannya. Ia menyimpannya di bawah bantal agar tidak terlihat siapapun. Pistol itu juga bukan miliknya, benda itu milik Arthur. Arteus juga penasaran bagaimnaa Arthur bisa menadapatkan pistol tersebut.
"Ganti baju udah, bawa duit udah apalagi ya??" tanya Arteus pada dirinya sendiri
"Ahh hp, hampir saja"
Setelah semua keperluannya terbawa, Arteus menuju lift ke lantai bawah. Teman temannya menunggu di lobi karena mereka akan menggunakan satu mobil, yang jelas bukan
milik dirinya. Arteus segera bertemu teman temannya di lobby, tampaknya mereka juga baru sampai disini.
Perjalan cukup cepat karena Club Hushi dekat dengan hotel mereka. Tempatnya sangat besar bahkan bertingkat, ternyata club baru ini sangat bagus. Didalam juga sangat banyak sekali orang mereka turun dari mobil dan segera masuk ke dalam tempatnya. Hebatnya baru saja masuk, Arteus sudah berpisah dari Xander dan Robby. Ia kembali memesan minyman sediri, berjalan menuju seorang bartender disana.
"Wine merah dingin 1 botol" ucap Arteus
Menunggu seitar 5 menit minuman itu sudah datang.
"Silahkan"
Arteus membawanya ke meja kosong, untung ia mendaparkan meja kosong di dekat panggung penari strip. Untungnya disana hanya ada beberapa pria bersama wanitanya jadu Arteus tidak terlaku terganggu. Ia mencoba menelfon teman temannya tapi tidak ada yang menjawab.
Karena tidak ada, Arteus meminum wine nya sendirian tanpa ditemani siapapun. Hingga satu jam lebih, Arteus bertahan diam di tempat bersama botol wine nya yang hampir habis. Tiba tiba saja ada seorang wanita yang menghampiri Arteus. Tentu saja Arteus tidak bisa melihat wajah wanita itu dengan jelas karena efek dari minuman yang ia minum.
"Bagaimana kabarmu?" tanya wanita itu sembari duduk di sebelah Arteus
"Ya aku baik, bahkan masih sadar"
"Ternyata kau tinggal menghabiskan satu gelas lagi ya?" tanya wanits itu
"Ya begitulah"
"Bagaimana jika kau menghabiskan wine ini sekali nafas kalau kau berhasil aku melakukan apapun untukmu"
"Boleh!!"
Arteus menutup matanya menarik nafas dalam dalam lalu mengambil gelas yang penuh wine tersebut. Artrus segera meminum tanpa bernafas walaupun ia merasakan sedikit sskit di daerah tenggorokan tapi ia tetap melakukannya. Setelah selesai ia menaruh gelasnya kembali dengan kasar. Sedangkan wanit aitu bertepuk tangan atas keberhasilan Arteus.
KAMU SEDANG MEMBACA
WE PLAY
CintaSetelah perjuangan Anna dan Adham untuk bersama. Akhirnya mereka dikaruniai anak anak yang cantik dan tampan. Tapi ternyata kehidupan Adham bersama keluarganya tidak berjalan mulus. Kenapa Adham tidak bisa tenang walau sudah mempunyai keluarga? A...
